<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Biang Kerok Rupiah Melemah hingga Rp15.000/USD</title><description>Nilai tukar Rupiah masih berada di posisi Rp15.022 per 1 dolar AS (USD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/06/320/2624634/ini-biang-kerok-rupiah-melemah-hingga-rp15-000-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/06/320/2624634/ini-biang-kerok-rupiah-melemah-hingga-rp15-000-usd"/><item><title>Ini Biang Kerok Rupiah Melemah hingga Rp15.000/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/06/320/2624634/ini-biang-kerok-rupiah-melemah-hingga-rp15-000-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/06/320/2624634/ini-biang-kerok-rupiah-melemah-hingga-rp15-000-usd</guid><pubDate>Rabu 06 Juli 2022 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/06/320/2624634/ini-biang-kerok-rupiah-melemah-hingga-rp15-000-usd-orNhGa8WdJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah Melemah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/06/320/2624634/ini-biang-kerok-rupiah-melemah-hingga-rp15-000-usd-orNhGa8WdJ.jpg</image><title>Rupiah Melemah (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah masih berada di posisi Rp15.022 per 1 dolar AS (USD). Terkait hal ini, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto mengatakan bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
&quot;Pertama, kita harus pahami dulu apa trigger dari pelemahan mata uang ini, yaitu trigger utamanya adalah datang dari pasar keuangan global, dimana pelaku pasar global khawatir akan terjadinya perlambatan lebih jauh atas ekonomi global bahkan khawatir bisa masuk ke kondisi resesi, khususnya ekonomi AS dimana data yang terkini sepertinya mendukung terhadap kekhawatiran tersebut,&quot; ujar Edi kepada MNC Portal di Jakarta, Rabu (6/6/2022).
BACA JUGA:Rupiah Tertekan ke Rp15.000/USD, Begini Dampak pada Ekspor-Impor RI

Sementara di sisi lain, ancaman inflasinya terus menghantui di banyak negara.
Hal tersebut mendorong para pelaku pasar global (investor) untuk terus mencari safe haven currency dan safe haven assets, dimana safe haven currency condong ke USD, index USD (DXY) terus menguat bahkan sdh di atas 106, tertinggi selama kurang lebih 20 tahun terakhir.
Sementara safe haven assets condong ke cash market dan ke US Treasury (UST bond), sehingga yield UST 10 yr terus mengalami penurunan (UST menguat).
BACA JUGA:Rupiah Rp15.000/USD, Masyarakat Buru-Buru Jual Dolar AS?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Artinya apa? Artinya dari pergerakan nilai tukar, banyak mata uang non USD khususnya mata uang EM mengalami pelemahan, tentunya termasuk Rupiah. Di wilayah Asia, selain IDR mata uang lainnya seperti THB, MYR, PhP, INR, KRW, juga mengalami pelemahan terhadap USD. Artinya ini adalah fenomena global,&quot; jelasnya.Tentunya, sambung dia, BI dalam menghadapi hal tersebut, melakukan langkah-langkah antisipatif.
&quot;Pertama, memastikan ada di pasar melalui triple intervention agar supaya mekanisme pasar dapat bekerja dengan baik melalui menjaga keseimbangan supply - demand valas di market. Terkait hal ini, kami melihat support dari perusahaan eksportir untuk turut menjaga supply-demand valas masih sangat baik, sehingga pelemahan IDR lebih managable, dan yang kedua, menjaga kondisi likuiditas Rupiah dalam level yang optimal,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah masih berada di posisi Rp15.022 per 1 dolar AS (USD). Terkait hal ini, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Edi Susianto mengatakan bahwa ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
&quot;Pertama, kita harus pahami dulu apa trigger dari pelemahan mata uang ini, yaitu trigger utamanya adalah datang dari pasar keuangan global, dimana pelaku pasar global khawatir akan terjadinya perlambatan lebih jauh atas ekonomi global bahkan khawatir bisa masuk ke kondisi resesi, khususnya ekonomi AS dimana data yang terkini sepertinya mendukung terhadap kekhawatiran tersebut,&quot; ujar Edi kepada MNC Portal di Jakarta, Rabu (6/6/2022).
BACA JUGA:Rupiah Tertekan ke Rp15.000/USD, Begini Dampak pada Ekspor-Impor RI

Sementara di sisi lain, ancaman inflasinya terus menghantui di banyak negara.
Hal tersebut mendorong para pelaku pasar global (investor) untuk terus mencari safe haven currency dan safe haven assets, dimana safe haven currency condong ke USD, index USD (DXY) terus menguat bahkan sdh di atas 106, tertinggi selama kurang lebih 20 tahun terakhir.
Sementara safe haven assets condong ke cash market dan ke US Treasury (UST bond), sehingga yield UST 10 yr terus mengalami penurunan (UST menguat).
BACA JUGA:Rupiah Rp15.000/USD, Masyarakat Buru-Buru Jual Dolar AS?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Artinya apa? Artinya dari pergerakan nilai tukar, banyak mata uang non USD khususnya mata uang EM mengalami pelemahan, tentunya termasuk Rupiah. Di wilayah Asia, selain IDR mata uang lainnya seperti THB, MYR, PhP, INR, KRW, juga mengalami pelemahan terhadap USD. Artinya ini adalah fenomena global,&quot; jelasnya.Tentunya, sambung dia, BI dalam menghadapi hal tersebut, melakukan langkah-langkah antisipatif.
&quot;Pertama, memastikan ada di pasar melalui triple intervention agar supaya mekanisme pasar dapat bekerja dengan baik melalui menjaga keseimbangan supply - demand valas di market. Terkait hal ini, kami melihat support dari perusahaan eksportir untuk turut menjaga supply-demand valas masih sangat baik, sehingga pelemahan IDR lebih managable, dan yang kedua, menjaga kondisi likuiditas Rupiah dalam level yang optimal,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
