<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>OJK: Industri Keuangan Non-Bank Alami Pertumbuhan</title><description>Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan industri keuangan non-bank mengalami pertumbuhan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625078/ojk-industri-keuangan-non-bank-alami-pertumbuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625078/ojk-industri-keuangan-non-bank-alami-pertumbuhan"/><item><title>OJK: Industri Keuangan Non-Bank Alami Pertumbuhan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625078/ojk-industri-keuangan-non-bank-alami-pertumbuhan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625078/ojk-industri-keuangan-non-bank-alami-pertumbuhan</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2022 07:46 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/07/320/2625078/ojk-industri-keuangan-non-bank-alami-pertumbuhan-8tAF4DZSFG.JPG" expression="full" type="image/jpeg">OJK. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/07/320/2625078/ojk-industri-keuangan-non-bank-alami-pertumbuhan-8tAF4DZSFG.JPG</image><title>OJK. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan industri keuangan non-bank mengalami pertumbuhan.

Adapun pada industri keuangan non-bank, piutang pembiayaan tumbuh 4,5% didorong pembiayaan jenis investasi yang tumbuh 17,9% dan pembiayaan jenis modal kerja tumbuh 15,6%.

&quot;Pembiayaan melalui peer to peer landing juga tumbuh 84,7% atau meningkat Rp1,49 triliun dibandingkan April 2022,&quot; kata Sekar dalam keterangan resminya, Rabu (6/7/2022).
BACA JUGA:OJK Catat Kredit Perbankan Tembus Rp6.012,4 Triliun pada Mei 2022
Dia mengungkapkan peningkatan intermediasi di sektor jasa keuangan di topang profil resiko lembaga jasa keuangan pada Mei 2022 yang masih terjaga.

Rasio npl gross perbankan dan rasio nvf perusahaan pembiayaan masing-masing sebesar 3,04% dan 2,8%.


&quot;Likuiditas perbankan berada di level memadai, ditandai dengan rasio alat Liquid per DPK dan alat Liquid per non-core deposit di atas threshold yaitu masing-masing 30,80% dan 137,14%,&quot; terangnya.

Sekar menambahkan, permodalan lembaga Jasa Keuangan semakin membaik, CAR perbankan sebesar 24,74% dan gearing ratio perusahaan pembiayaan sebesar 1,97 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Begitupun dengan RBC industri asuransi berada di atas threshold 120%, yaitu 322,36% untuk asuransi umum dan 489,15% di asuransi jiwa.

Dia menyampaikan bahwa program restrukturisasi kredit yang dikeluarkan dalam mengantisipasi dampak ekonomi dan Covid19 menunjukkan penurunan.

&quot;Nilai restrukturisasi kredit covid19 semakin mengecil, di mana di Mei 2022 tercatat Rp596,25 triliun menurun dibandingkan April 2022 sebesar Rp606,39 triliun. Jumlah debitur restrukturisasi juga menurun pada Mei, yaitu menjadi 3,13 juta debitur di mana di April 2022 tercatat 3,26 juta debitur,&quot; paparnya.

Sekar menuturkan, ke depan OJK akan terus memperkuat pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholders dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot mengatakan industri keuangan non-bank mengalami pertumbuhan.

Adapun pada industri keuangan non-bank, piutang pembiayaan tumbuh 4,5% didorong pembiayaan jenis investasi yang tumbuh 17,9% dan pembiayaan jenis modal kerja tumbuh 15,6%.

&quot;Pembiayaan melalui peer to peer landing juga tumbuh 84,7% atau meningkat Rp1,49 triliun dibandingkan April 2022,&quot; kata Sekar dalam keterangan resminya, Rabu (6/7/2022).
BACA JUGA:OJK Catat Kredit Perbankan Tembus Rp6.012,4 Triliun pada Mei 2022
Dia mengungkapkan peningkatan intermediasi di sektor jasa keuangan di topang profil resiko lembaga jasa keuangan pada Mei 2022 yang masih terjaga.

Rasio npl gross perbankan dan rasio nvf perusahaan pembiayaan masing-masing sebesar 3,04% dan 2,8%.


&quot;Likuiditas perbankan berada di level memadai, ditandai dengan rasio alat Liquid per DPK dan alat Liquid per non-core deposit di atas threshold yaitu masing-masing 30,80% dan 137,14%,&quot; terangnya.

Sekar menambahkan, permodalan lembaga Jasa Keuangan semakin membaik, CAR perbankan sebesar 24,74% dan gearing ratio perusahaan pembiayaan sebesar 1,97 kali, jauh di bawah batas maksimum 10 kali. Begitupun dengan RBC industri asuransi berada di atas threshold 120%, yaitu 322,36% untuk asuransi umum dan 489,15% di asuransi jiwa.

Dia menyampaikan bahwa program restrukturisasi kredit yang dikeluarkan dalam mengantisipasi dampak ekonomi dan Covid19 menunjukkan penurunan.

&quot;Nilai restrukturisasi kredit covid19 semakin mengecil, di mana di Mei 2022 tercatat Rp596,25 triliun menurun dibandingkan April 2022 sebesar Rp606,39 triliun. Jumlah debitur restrukturisasi juga menurun pada Mei, yaitu menjadi 3,13 juta debitur di mana di April 2022 tercatat 3,26 juta debitur,&quot; paparnya.

Sekar menuturkan, ke depan OJK akan terus memperkuat pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan dan senantiasa berkoordinasi dengan para stakeholders dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya dalam mengantisipasi peningkatan risiko eksternal.</content:encoded></item></channel></rss>
