<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>'Hantui' Ekonomi Indonesia, Krisis Global Diprediksi Turunkan Daya Beli</title><description>Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan bahwa saat ini ketidakpastian global turut menghantui perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625274/hantui-ekonomi-indonesia-krisis-global-diprediksi-turunkan-daya-beli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625274/hantui-ekonomi-indonesia-krisis-global-diprediksi-turunkan-daya-beli"/><item><title>'Hantui' Ekonomi Indonesia, Krisis Global Diprediksi Turunkan Daya Beli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625274/hantui-ekonomi-indonesia-krisis-global-diprediksi-turunkan-daya-beli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625274/hantui-ekonomi-indonesia-krisis-global-diprediksi-turunkan-daya-beli</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2022 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Viola Triamanda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/07/320/2625274/hantui-ekonomi-indonesia-krisis-global-diprediksi-turunkan-daya-beli-nc3eBejwIj.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi jual beli. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/07/320/2625274/hantui-ekonomi-indonesia-krisis-global-diprediksi-turunkan-daya-beli-nc3eBejwIj.JPG</image><title>Ilustrasi jual beli. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan bahwa saat ini ketidakpastian global turut menghantui perekonomian Indonesia.

Salah satunya soal daya beli masyarakat yang terancam.

&quot;Dulu kita heboh Covid-19, tapi saat ini perhatian kita sudah beralih ke berbagai permasalahan global seperti naiknya suku bunga, perang Rusia Ukraina, dan yang lainnya&quot; ujarnya dalam acara Market Review IDX TV di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, permasalahan global ini memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap Gejolak Global Berimplikasi ke Sektor Perumahan
Dia menjelaskan kalau saat ini pelaku usaha yang mengalah untuk tidak menaikkan harga jual, tentu keputusan ini diambil agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
&quot;Bahkan pelaku usaha tidak menaikkan harga jual saat harga barang baku sudah semakin naik,&quot; bebernya.

Pasalnya daya beli masyarakat masih belum kembali 100% usai terdampak pandemi Covid-19.

Namun, tentu para pelaku usaha tidak bisa terus-terusan menahan harga jual yang tetap sama saat bahan bakunya mulai meningkat secara signifikan.

&quot;Sampai kapan pelaku usaha dapat bertahan? saya harap pemerintah bisa turut membantu para pelaku usaha sehingga semua pihak tidak merasa dirugikan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan bahwa saat ini ketidakpastian global turut menghantui perekonomian Indonesia.

Salah satunya soal daya beli masyarakat yang terancam.

&quot;Dulu kita heboh Covid-19, tapi saat ini perhatian kita sudah beralih ke berbagai permasalahan global seperti naiknya suku bunga, perang Rusia Ukraina, dan yang lainnya&quot; ujarnya dalam acara Market Review IDX TV di Jakarta, Kamis (7/7/2022).

Menurutnya, permasalahan global ini memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Sri Mulyani Ungkap Gejolak Global Berimplikasi ke Sektor Perumahan
Dia menjelaskan kalau saat ini pelaku usaha yang mengalah untuk tidak menaikkan harga jual, tentu keputusan ini diambil agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
&quot;Bahkan pelaku usaha tidak menaikkan harga jual saat harga barang baku sudah semakin naik,&quot; bebernya.

Pasalnya daya beli masyarakat masih belum kembali 100% usai terdampak pandemi Covid-19.

Namun, tentu para pelaku usaha tidak bisa terus-terusan menahan harga jual yang tetap sama saat bahan bakunya mulai meningkat secara signifikan.

&quot;Sampai kapan pelaku usaha dapat bertahan? saya harap pemerintah bisa turut membantu para pelaku usaha sehingga semua pihak tidak merasa dirugikan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
