<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Ingin Bandara Kualanamu Saingi Changi dan Kuala Lumpur</title><description>Bandara Kualanamu diharapkan bisa menyaingi Bandara Changi Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625382/erick-thohir-ingin-bandara-kualanamu-saingi-changi-dan-kuala-lumpur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625382/erick-thohir-ingin-bandara-kualanamu-saingi-changi-dan-kuala-lumpur"/><item><title>Erick Thohir Ingin Bandara Kualanamu Saingi Changi dan Kuala Lumpur</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625382/erick-thohir-ingin-bandara-kualanamu-saingi-changi-dan-kuala-lumpur</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/320/2625382/erick-thohir-ingin-bandara-kualanamu-saingi-changi-dan-kuala-lumpur</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2022 15:02 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/07/320/2625382/erick-thohir-ingin-bandara-kualanamu-saingi-changi-dan-kuala-lumpur-RiwHryA1e4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir ingin Bandara Kualanamu saingi Changi (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/07/320/2625382/erick-thohir-ingin-bandara-kualanamu-saingi-changi-dan-kuala-lumpur-RiwHryA1e4.jpg</image><title>Erick Thohir ingin Bandara Kualanamu saingi Changi (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bandara Kualanamu diharapkan bisa menyaingi Bandara Changi Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia. Adapun upaya yang dilakukan saat ini dengan menjadikan Kualanamu sebagai hub Internasional di Barat Indonesia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai dengan menjadikan Bandara  Kualanamu sebagai gerbang dunia internasional, maka potensi mengenali Indonesia melalui pintu Sumatra bisa dilakukan.
BACA JUGA:Erick Thohir: Bandara Kualanamu Jadi Pusat Perdagangan dan Pariwisata Indonesia

Pemerintah melalui PT Angkasa Pura II (Persero) resmi menggandeng GMR Airports Consortium sebagai mitra strategis dalam pengembangan Bandara Kualanamu. GMR Airports Consortium merupakan Strategic Investor yang dimiliki GMR Group asal India dan A&amp;eacute;roports de Paris Group (ADP).
Konsorsium ini merupakan jaringan operator bandara yang melayani penumpang terbanyak di dunia.
Erick juga menilai kerja sama ini juga bertujuan menekan tingginya biaya logistik Indonesia yang saat ini mencapai 23% atau lebih tinggi dari rata-rata dunia yakni 13%.
BACA JUGA:Stok Avtur untuk Penerbangan Haji di Bandara Kualanamu Aman

&quot;Bagaimana kita bisa berkompetisi kalau harga logistik mahal. Pak Budi dan saya serius memperbaiki rantai pasok. Kerja sama yang kita tekankan bagaimana Sumatera Utara penting kita dorong sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia agar memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan lima% per tahun akan terus tumbuh sampai 2045 sehingga kita jadi negara ekonomi terbesar keempat dunia,&quot; ungkap Erick, di Kawasan Sarinah Kamis (7/7/2022).Erick menyampaikan peningkatan kualitas Bandara Kualanamu juga  mendukung penguatan ekosistem pariwisata yang saat ini telah kembali  tumbuh positif, sejalan dengan Indonesia mengatasi pandemi Covid-19. Dia  berpesan pengelolaan Bandara Kualanamu tetap menjaga dan melestarikan  budaya Indonesia.
Erick ingin Bandara Kualanamu mengikuti jejak Bandara Soekarno-Hatta  dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengaktifkan kembali parade budaya  sebagai panggung tetap untuk seni, budaya, dan UMKM Indonesia.
&quot;Korea saja bisa, maka Indonesia juga harus bisa. Saya kembali  berpesan kepada jajaran BUMN sektor pariwisata yang hadir, terus  lanjutkan program transformasi kita dalam mengembangkan dan memperkuat  ekosistem pariwisata Indonesia. Lakukan bisnis secara profesional dan  bangun kemitraan strategis dengan mitra-mitra yang profesional,&quot; tutur  dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bandara Kualanamu diharapkan bisa menyaingi Bandara Changi Singapura dan Kuala Lumpur Malaysia. Adapun upaya yang dilakukan saat ini dengan menjadikan Kualanamu sebagai hub Internasional di Barat Indonesia.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai dengan menjadikan Bandara  Kualanamu sebagai gerbang dunia internasional, maka potensi mengenali Indonesia melalui pintu Sumatra bisa dilakukan.
BACA JUGA:Erick Thohir: Bandara Kualanamu Jadi Pusat Perdagangan dan Pariwisata Indonesia

Pemerintah melalui PT Angkasa Pura II (Persero) resmi menggandeng GMR Airports Consortium sebagai mitra strategis dalam pengembangan Bandara Kualanamu. GMR Airports Consortium merupakan Strategic Investor yang dimiliki GMR Group asal India dan A&amp;eacute;roports de Paris Group (ADP).
Konsorsium ini merupakan jaringan operator bandara yang melayani penumpang terbanyak di dunia.
Erick juga menilai kerja sama ini juga bertujuan menekan tingginya biaya logistik Indonesia yang saat ini mencapai 23% atau lebih tinggi dari rata-rata dunia yakni 13%.
BACA JUGA:Stok Avtur untuk Penerbangan Haji di Bandara Kualanamu Aman

&quot;Bagaimana kita bisa berkompetisi kalau harga logistik mahal. Pak Budi dan saya serius memperbaiki rantai pasok. Kerja sama yang kita tekankan bagaimana Sumatera Utara penting kita dorong sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi Indonesia agar memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan lima% per tahun akan terus tumbuh sampai 2045 sehingga kita jadi negara ekonomi terbesar keempat dunia,&quot; ungkap Erick, di Kawasan Sarinah Kamis (7/7/2022).Erick menyampaikan peningkatan kualitas Bandara Kualanamu juga  mendukung penguatan ekosistem pariwisata yang saat ini telah kembali  tumbuh positif, sejalan dengan Indonesia mengatasi pandemi Covid-19. Dia  berpesan pengelolaan Bandara Kualanamu tetap menjaga dan melestarikan  budaya Indonesia.
Erick ingin Bandara Kualanamu mengikuti jejak Bandara Soekarno-Hatta  dan Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengaktifkan kembali parade budaya  sebagai panggung tetap untuk seni, budaya, dan UMKM Indonesia.
&quot;Korea saja bisa, maka Indonesia juga harus bisa. Saya kembali  berpesan kepada jajaran BUMN sektor pariwisata yang hadir, terus  lanjutkan program transformasi kita dalam mengembangkan dan memperkuat  ekosistem pariwisata Indonesia. Lakukan bisnis secara profesional dan  bangun kemitraan strategis dengan mitra-mitra yang profesional,&quot; tutur  dia.</content:encoded></item></channel></rss>
