<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gedung Ramah Lingkungan Masih Minim di Jakarta, Ini Buktinya</title><description>Saat ini hanya ada 18 gedung perkantoran bersertifikat gedung hijau di  dalam dan luar wilayah Central Business District (CBD) Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/470/2625551/gedung-ramah-lingkungan-masih-minim-di-jakarta-ini-buktinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/470/2625551/gedung-ramah-lingkungan-masih-minim-di-jakarta-ini-buktinya"/><item><title>Gedung Ramah Lingkungan Masih Minim di Jakarta, Ini Buktinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/470/2625551/gedung-ramah-lingkungan-masih-minim-di-jakarta-ini-buktinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/07/470/2625551/gedung-ramah-lingkungan-masih-minim-di-jakarta-ini-buktinya</guid><pubDate>Kamis 07 Juli 2022 18:19 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/07/470/2625551/gedung-ramah-lingkungan-masih-minim-di-jakarta-ini-buktinya-jaANsUgwvl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkantoran daerah Jakarta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/07/470/2625551/gedung-ramah-lingkungan-masih-minim-di-jakarta-ini-buktinya-jaANsUgwvl.jpg</image><title>Perkantoran daerah Jakarta (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Saat ini hanya ada 18 gedung perkantoran bersertifikat gedung hijau di dalam dan luar wilayah Central Business District (CBD) Jakarta. Khusus di dalam CBD, terdapat 15 gedung bersertifikat hijau dengan total luas mencapai 893.554 meter persegi atau hanya 13% dari total populasi ruang kantor di CBD Jakarta.
Dalam laporan Knight Frank Indonesia, pada 2021 rata-rata harga sewa per meter persegi per bulan untuk ruang kantor yang memenuhi kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG) di CBD Jakarta senikai Rp304.461, lebih tinggi dibandingkan dengan yang non-ESG senilai Rp240.106.
BACA JUGA:Masuk Area Perkantoran hingga Mal Wajib Vaksin Booster, Ini Kata Luhut

Sementara, rata-rata biaya pemeliharaan untuk ruang kantor ESG juga tercatat lebih tinggi 25% jika dibandingkan dengan kantor non-ESG. Konsekuensinya, tingkat hunian yang tercatat 70,6%, sedikit lebih rendah dari gedung kantor non-ESG.
Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan saat ini permintaan untuk ruang kantor ESG masih sangat terbatas di Jakarta, dominan berasal dari perusahaan multinasional.
BACA JUGA:Gedung Perkantoran di IKN Nusantara Mulai Dibangun Semester II-2022

&quot;Namun, permintaan tersebut cenderung tumbuh dengan stabil. Kepedulian para MNC untuk memiliki portofolio aset hijau yang berkelanjutan membuktikan komitmen mengimplementasikan rencana mitigasi dampak perubahan iklim untuk mencapai net zero carbon pada tahun 2030,&quot; ujar Syarifah lewat keterangan resminya, Kamis (7/7/2022).
Dia melanjutkan, meskipun gedung ramah lingkungan cenderung memiliki biaya sewa dan perawatan yang lebih mahal dari gedung kantor pada umumnya, gedung ramah lingkungan bernilai lebih tinggi sekitar 10% dari yang non-ESG.&quot;Selain itu, operasional gedung berbasis ESG umumnya mampu menghemat  30-40% penggunaan energi dan 20-30% penggunaan air,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Associate Director Occupier Strategic &amp;amp; Solutions  Knight Frank Indonesia, Rina Martianti menyebutkan, saat ini occupier  yang mencari ruang kantor ESG di Jakarta masih relatif segmented  walaupun permintaan terus tumbuh setiap tahunnya.
&quot;Selain itu di ranah regional dan global, keberadaan gedung kantor  berbasis ESG menjadi salah satu prioritas dari investor maupun  occupier,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Saat ini hanya ada 18 gedung perkantoran bersertifikat gedung hijau di dalam dan luar wilayah Central Business District (CBD) Jakarta. Khusus di dalam CBD, terdapat 15 gedung bersertifikat hijau dengan total luas mencapai 893.554 meter persegi atau hanya 13% dari total populasi ruang kantor di CBD Jakarta.
Dalam laporan Knight Frank Indonesia, pada 2021 rata-rata harga sewa per meter persegi per bulan untuk ruang kantor yang memenuhi kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG) di CBD Jakarta senikai Rp304.461, lebih tinggi dibandingkan dengan yang non-ESG senilai Rp240.106.
BACA JUGA:Masuk Area Perkantoran hingga Mal Wajib Vaksin Booster, Ini Kata Luhut

Sementara, rata-rata biaya pemeliharaan untuk ruang kantor ESG juga tercatat lebih tinggi 25% jika dibandingkan dengan kantor non-ESG. Konsekuensinya, tingkat hunian yang tercatat 70,6%, sedikit lebih rendah dari gedung kantor non-ESG.
Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat mengatakan saat ini permintaan untuk ruang kantor ESG masih sangat terbatas di Jakarta, dominan berasal dari perusahaan multinasional.
BACA JUGA:Gedung Perkantoran di IKN Nusantara Mulai Dibangun Semester II-2022

&quot;Namun, permintaan tersebut cenderung tumbuh dengan stabil. Kepedulian para MNC untuk memiliki portofolio aset hijau yang berkelanjutan membuktikan komitmen mengimplementasikan rencana mitigasi dampak perubahan iklim untuk mencapai net zero carbon pada tahun 2030,&quot; ujar Syarifah lewat keterangan resminya, Kamis (7/7/2022).
Dia melanjutkan, meskipun gedung ramah lingkungan cenderung memiliki biaya sewa dan perawatan yang lebih mahal dari gedung kantor pada umumnya, gedung ramah lingkungan bernilai lebih tinggi sekitar 10% dari yang non-ESG.&quot;Selain itu, operasional gedung berbasis ESG umumnya mampu menghemat  30-40% penggunaan energi dan 20-30% penggunaan air,&quot; jelasnya.
Sementara itu, Associate Director Occupier Strategic &amp;amp; Solutions  Knight Frank Indonesia, Rina Martianti menyebutkan, saat ini occupier  yang mencari ruang kantor ESG di Jakarta masih relatif segmented  walaupun permintaan terus tumbuh setiap tahunnya.
&quot;Selain itu di ranah regional dan global, keberadaan gedung kantor  berbasis ESG menjadi salah satu prioritas dari investor maupun  occupier,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
