<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Bahlil: Tidak Gampang Satukan Ide-Ide dari Berbagai Negara</title><description>Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kalau dalam menggabungkan gagasan dari berbagai perspektif negara-negara asing tidak mudah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625789/menteri-bahlil-tidak-gampang-satukan-ide-ide-dari-berbagai-negara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625789/menteri-bahlil-tidak-gampang-satukan-ide-ide-dari-berbagai-negara"/><item><title>Menteri Bahlil: Tidak Gampang Satukan Ide-Ide dari Berbagai Negara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625789/menteri-bahlil-tidak-gampang-satukan-ide-ide-dari-berbagai-negara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625789/menteri-bahlil-tidak-gampang-satukan-ide-ide-dari-berbagai-negara</guid><pubDate>Jum'at 08 Juli 2022 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/08/320/2625789/menteri-bahlil-tidak-gampang-satukan-ide-ide-dari-berbagai-negara-KTIHpCo0Fe.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/08/320/2625789/menteri-bahlil-tidak-gampang-satukan-ide-ide-dari-berbagai-negara-KTIHpCo0Fe.JPG</image><title>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI)</title></images><description>SOLO - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kalau dalam menggabungkan gagasan dari berbagai perspektif negara-negara asing tidak mudah.

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19, isu perubahaan iklim dan ancaman krisis global saat ini harusnya membuat kepala negara duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi kepada keuntungan, namun kebermanfaatan hidup orang banyak.

&quot;Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman delegasi yang sudah mengikuti persidangan sejak dua hari, saya yakin dan saya tahu bahwa kita gampang untuk menyatukan ide-ide dari berbagai negara,&quot; ujar Bahlil pada saat Gala Diner bersama para peserta TIIWG, Kamis (7/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menter Bahlil Ungkap Perdebatan Anggota G20 di TIIWG Tahap ke-2 Solo
Meski sulit, perumusan kebijakan perlu dilakukan diskusi yang lebih banyak lagi ke depannya.

Sebab menghadap isu global hari ini bukan tanggung jawab satu negara, melainkan seluruhnya.
&quot;Kita berfikir bijak untuk mencari jalan keluar, persoalan global, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara, tapi tanggung jawab kita semua,&quot; bebernya.

Perbedaan kepentingan dan ideologi menjadi salah satu tantangan persidangan TIIWG tahap kedua ini.

&quot;Perbedaan dan perdebatan itu adalah sebuah anugerah, tapi harus kita mencari solusi yang bijak sana, saya melihat ini yang menjadi perdebatan Tersebut ada Tingkatan lagi pada forum tingkat Menteri,&quot; jelasnya.

&quot;Karena kemiskinan dan lapangan pekerjaan merupakan satu isu global yang harus kita selesaikan, dari forum ini kita berharap menghasilkan kesimpulan-kesimpulan dari suatu negara,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>SOLO - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut kalau dalam menggabungkan gagasan dari berbagai perspektif negara-negara asing tidak mudah.

Menurutnya, di tengah kondisi pandemi Covid-19, isu perubahaan iklim dan ancaman krisis global saat ini harusnya membuat kepala negara duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi kepada keuntungan, namun kebermanfaatan hidup orang banyak.

&quot;Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman delegasi yang sudah mengikuti persidangan sejak dua hari, saya yakin dan saya tahu bahwa kita gampang untuk menyatukan ide-ide dari berbagai negara,&quot; ujar Bahlil pada saat Gala Diner bersama para peserta TIIWG, Kamis (7/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menter Bahlil Ungkap Perdebatan Anggota G20 di TIIWG Tahap ke-2 Solo
Meski sulit, perumusan kebijakan perlu dilakukan diskusi yang lebih banyak lagi ke depannya.

Sebab menghadap isu global hari ini bukan tanggung jawab satu negara, melainkan seluruhnya.
&quot;Kita berfikir bijak untuk mencari jalan keluar, persoalan global, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara, tapi tanggung jawab kita semua,&quot; bebernya.

Perbedaan kepentingan dan ideologi menjadi salah satu tantangan persidangan TIIWG tahap kedua ini.

&quot;Perbedaan dan perdebatan itu adalah sebuah anugerah, tapi harus kita mencari solusi yang bijak sana, saya melihat ini yang menjadi perdebatan Tersebut ada Tingkatan lagi pada forum tingkat Menteri,&quot; jelasnya.

&quot;Karena kemiskinan dan lapangan pekerjaan merupakan satu isu global yang harus kita selesaikan, dari forum ini kita berharap menghasilkan kesimpulan-kesimpulan dari suatu negara,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
