<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Ajak Negara G20 Tingkatkan Investasi demi Pemulihan Ekonomi</title><description>Indonesia mengajak negara anggota G20  mengambil peran dalam mendorong investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625803/ri-ajak-negara-g20-tingkatkan-investasi-demi-pemulihan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625803/ri-ajak-negara-g20-tingkatkan-investasi-demi-pemulihan-ekonomi"/><item><title>RI Ajak Negara G20 Tingkatkan Investasi demi Pemulihan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625803/ri-ajak-negara-g20-tingkatkan-investasi-demi-pemulihan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2625803/ri-ajak-negara-g20-tingkatkan-investasi-demi-pemulihan-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 08 Juli 2022 09:19 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/08/320/2625803/ri-ajak-negara-g20-tingkatkan-investasi-demi-pemulihan-ekonomi-KYMbvOMODc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia ajak negara G20 tingkatkan investasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/08/320/2625803/ri-ajak-negara-g20-tingkatkan-investasi-demi-pemulihan-ekonomi-KYMbvOMODc.jpg</image><title>Indonesia ajak negara G20 tingkatkan investasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengajak negara anggota G20 mengambil peran dalam mendorong investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global. Hal itu disampaikan dalam persidangan sesi ketiga dalam Pertemuan Kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20/2nd Meeting TIIWG G20 di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno selaku Co-chair TIIWG G20 dan pimpinan sidang menyampaikan bahwa investasi berkelanjutan sangat penting untuk menunjang pemulihan ekonomi global dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang dapat mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketidaksetaraan.
BACA JUGA:Menter Bahlil Ungkap Perdebatan Anggota G20 di TIIWG Tahap ke-2 Solo

Namun, diakui Riyatno bahwa saat ini masih terdapat ketimpangan investasi yang cukup besar di seluruh dunia, terutama di negara berkembang.
&quot;Kita tidak hanya perlu menutup ketimpangan ini dengan cara mendorong investasi yang lebih berkelanjutan, khususnya di bidang energi terbarukan. Namun, kita juga harus menyadari bahwa investasi berkelanjutan itu sama pentingnya dengan perlindungan lingkungan yang mencakup untuk berdampak pada sosial dan pembangunan,&quot; ujar Riyatno dilansir dari Antara, Jumat (8/7/2022).
BACA JUGA:Pertemuan Bilateral Menlu RI - Australia Bahas Peran G20 Hingga Situasi Myanmar

Riyatno menekankan pentingnya mendorong investasi berkelanjutan yang dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan berdampak terhadap ekonomi lokal.
Oleh karena itu, negara-negara G20 diharapkan dapat berkolaborasi memimpin upaya global dalam mempromosikan investasi berkelanjutan dan energi terbarukan dengan menerapkan perangkat kebijakan (toolkit) untuk mendukung pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.
&quot;Seperti apa yang telah disampaikan oleh Menteri Investasi di pertemuan sebelumnya, beliau menekankan supaya ada kesepakatan mengenai perangkat kebijakan, best practices, dan lesson learned. Selain itu, mengenai pentingnya kolaborasi dan kerja sama antara semua negara anggota yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi global,&quot; ujarnya.Riyatno menjelaskan beberapa inisiatif yang bisa dikolaborasikan  bersama menurut UNCTAD (The United Nations Conference on Trade and  Development) seperti skema promosi outward investment (investasi ke luar  negeri), mendorong diseminasi teknologi energi terbarukan, kerja sama  melalui pasar karbon, instrumen fasilitasi investasi, dan bantuan  teknis.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan  Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono selaku  Chair TIIWG G20 mengungkapkan dalam rangkaian persidangan ini,  masing-masing perwakilan negara G20 dan tamu undangan diberikan  kesempatan untuk menyampaikan masukan terkait isu investasi  berkelanjutan.
&quot;Banyak masukan yang mengemuka di sini, sangat bervariasi. Tapi  sejauh ini menunjukkan sinyal yang positif dalam mendukung penyelesaian  isu-isu yang menjadi fokus pada TIIWG kali ini,&quot; kata Djatmiko.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Indonesia selaku Presidensi  G20 tahun 2022, berkolaborasi dengan UNCTAD akan menyebarkan kuisioner  kepada seluruh negara anggota G20.
Hal ini dilakukan untuk membuka ruang selebar-lebarnya guna  mendapatkan masukan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi  Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan investasi berkelanjutan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Indonesia mengajak negara anggota G20 mengambil peran dalam mendorong investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global. Hal itu disampaikan dalam persidangan sesi ketiga dalam Pertemuan Kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG) G20/2nd Meeting TIIWG G20 di Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno selaku Co-chair TIIWG G20 dan pimpinan sidang menyampaikan bahwa investasi berkelanjutan sangat penting untuk menunjang pemulihan ekonomi global dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang dapat mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketidaksetaraan.
BACA JUGA:Menter Bahlil Ungkap Perdebatan Anggota G20 di TIIWG Tahap ke-2 Solo

Namun, diakui Riyatno bahwa saat ini masih terdapat ketimpangan investasi yang cukup besar di seluruh dunia, terutama di negara berkembang.
&quot;Kita tidak hanya perlu menutup ketimpangan ini dengan cara mendorong investasi yang lebih berkelanjutan, khususnya di bidang energi terbarukan. Namun, kita juga harus menyadari bahwa investasi berkelanjutan itu sama pentingnya dengan perlindungan lingkungan yang mencakup untuk berdampak pada sosial dan pembangunan,&quot; ujar Riyatno dilansir dari Antara, Jumat (8/7/2022).
BACA JUGA:Pertemuan Bilateral Menlu RI - Australia Bahas Peran G20 Hingga Situasi Myanmar

Riyatno menekankan pentingnya mendorong investasi berkelanjutan yang dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan berdampak terhadap ekonomi lokal.
Oleh karena itu, negara-negara G20 diharapkan dapat berkolaborasi memimpin upaya global dalam mempromosikan investasi berkelanjutan dan energi terbarukan dengan menerapkan perangkat kebijakan (toolkit) untuk mendukung pemulihan ekonomi global yang berkelanjutan, tangguh, dan inklusif.
&quot;Seperti apa yang telah disampaikan oleh Menteri Investasi di pertemuan sebelumnya, beliau menekankan supaya ada kesepakatan mengenai perangkat kebijakan, best practices, dan lesson learned. Selain itu, mengenai pentingnya kolaborasi dan kerja sama antara semua negara anggota yang sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi global,&quot; ujarnya.Riyatno menjelaskan beberapa inisiatif yang bisa dikolaborasikan  bersama menurut UNCTAD (The United Nations Conference on Trade and  Development) seperti skema promosi outward investment (investasi ke luar  negeri), mendorong diseminasi teknologi energi terbarukan, kerja sama  melalui pasar karbon, instrumen fasilitasi investasi, dan bantuan  teknis.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan  Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono selaku  Chair TIIWG G20 mengungkapkan dalam rangkaian persidangan ini,  masing-masing perwakilan negara G20 dan tamu undangan diberikan  kesempatan untuk menyampaikan masukan terkait isu investasi  berkelanjutan.
&quot;Banyak masukan yang mengemuka di sini, sangat bervariasi. Tapi  sejauh ini menunjukkan sinyal yang positif dalam mendukung penyelesaian  isu-isu yang menjadi fokus pada TIIWG kali ini,&quot; kata Djatmiko.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Indonesia selaku Presidensi  G20 tahun 2022, berkolaborasi dengan UNCTAD akan menyebarkan kuisioner  kepada seluruh negara anggota G20.
Hal ini dilakukan untuk membuka ruang selebar-lebarnya guna  mendapatkan masukan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi  Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan investasi berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
