<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Keselamatan Pengendara Saat Pakai HP di SPBU Bagaimana?</title><description>Pertamina melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna yang sudah terdaftar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2626311/beli-pertalite-pakai-aplikasi-keselamatan-pengendara-saat-pakai-hp-di-spbu-bagaimana</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2626311/beli-pertalite-pakai-aplikasi-keselamatan-pengendara-saat-pakai-hp-di-spbu-bagaimana"/><item><title>Beli Pertalite Pakai Aplikasi, Keselamatan Pengendara Saat Pakai HP di SPBU Bagaimana?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2626311/beli-pertalite-pakai-aplikasi-keselamatan-pengendara-saat-pakai-hp-di-spbu-bagaimana</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/08/320/2626311/beli-pertalite-pakai-aplikasi-keselamatan-pengendara-saat-pakai-hp-di-spbu-bagaimana</guid><pubDate>Jum'at 08 Juli 2022 22:33 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/08/320/2626311/beli-pertalite-pakai-aplikasi-keselamatan-pengendara-saat-pakai-hp-di-spbu-bagaimana-kAXHT2OWWb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Beli BBM Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi (Foto: Okezone/Pertamina)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/08/320/2626311/beli-pertalite-pakai-aplikasi-keselamatan-pengendara-saat-pakai-hp-di-spbu-bagaimana-kAXHT2OWWb.jpg</image><title>Beli BBM Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi (Foto: Okezone/Pertamina)</title></images><description>JAKARTA - Pertamina melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna yang sudah terdaftar di dalam sistem aplikasi MyPertamina.
Lalu Pertamina juga sedang menggalakan soal pembelian BBM menggunakan aplikasi agar dapat disalurkan dengan tepat.
BACA JUGA:Minyak Dunia Tinggi, Harga Pertalite Harusnya Rp17.200 dan Solar Rp18.150

Terkait hal itu Anggota DPR RI Periode 2014-2019 Bambang haryo Soekartono mengatakan bahwa penggunaan MyPertamina dapat membahayakan keselamatan pengendara saat penggunaan seluler dilokasi pom bensin.
Kemudian lanjut dia belum lagi jika aplikasi atau jaringan sedang terganggu akan menimbulkan antrian panjang dan macet.
Serta sulitnya mengakses aplikasi didaerah pedalaman yang jaringannya terbatas, ada penambahan biaya yang merugikan masyarakat
BACA JUGA:Harga Pertalite Bisa Terus Rp7.650 Tergantung Seberapa Kuat Uang Negara

&quot;Karena masyarakat harus mengeluarkan biaya top-up, terbatasnya tenaga kerja di Pom Bensin untuk melakukan pemantauan aplikasi sekaligus pelayanan pengisian BBM, sampai dengan saat ini masih belum ada sosialisasi Aplikasi tersebut dari Pertanima,&quot; ujarnya, Jumat (8/7/2022).Menurutnya kebijakan penggunaan aplikasi MyPertamina pada BBM Pertalite, tidak tepat dan tidak berdasar, karena bukan BBM bersubsidi, serta sangat tidak efisien dan akan mempersulit masyarakat yang berpendidikan rendah.
&quot;Setidaknya sebesar 20% di Indonesia dengan pendidikan minim,&quot; tuturnya.
Masyarakat berhak untuk mendapatkan BBM bersubsidi baik Premium RON 88 maupun Solar, karena transportasi Publik di Indonesia belum terkoneksi dengan baik dari point ke point, serta tidak terjadwal dan tarifnya mahal.
&quot;Sehingga, semua masyarakat masih harus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor agar bisa mempercepat perjalanan serta menepatkan waktu sesuai dengan kebutuhannya dan menekan biaya transportasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertamina melakukan uji coba penyaluran Pertalite dan Solar bagi pengguna yang sudah terdaftar di dalam sistem aplikasi MyPertamina.
Lalu Pertamina juga sedang menggalakan soal pembelian BBM menggunakan aplikasi agar dapat disalurkan dengan tepat.
BACA JUGA:Minyak Dunia Tinggi, Harga Pertalite Harusnya Rp17.200 dan Solar Rp18.150

Terkait hal itu Anggota DPR RI Periode 2014-2019 Bambang haryo Soekartono mengatakan bahwa penggunaan MyPertamina dapat membahayakan keselamatan pengendara saat penggunaan seluler dilokasi pom bensin.
Kemudian lanjut dia belum lagi jika aplikasi atau jaringan sedang terganggu akan menimbulkan antrian panjang dan macet.
Serta sulitnya mengakses aplikasi didaerah pedalaman yang jaringannya terbatas, ada penambahan biaya yang merugikan masyarakat
BACA JUGA:Harga Pertalite Bisa Terus Rp7.650 Tergantung Seberapa Kuat Uang Negara

&quot;Karena masyarakat harus mengeluarkan biaya top-up, terbatasnya tenaga kerja di Pom Bensin untuk melakukan pemantauan aplikasi sekaligus pelayanan pengisian BBM, sampai dengan saat ini masih belum ada sosialisasi Aplikasi tersebut dari Pertanima,&quot; ujarnya, Jumat (8/7/2022).Menurutnya kebijakan penggunaan aplikasi MyPertamina pada BBM Pertalite, tidak tepat dan tidak berdasar, karena bukan BBM bersubsidi, serta sangat tidak efisien dan akan mempersulit masyarakat yang berpendidikan rendah.
&quot;Setidaknya sebesar 20% di Indonesia dengan pendidikan minim,&quot; tuturnya.
Masyarakat berhak untuk mendapatkan BBM bersubsidi baik Premium RON 88 maupun Solar, karena transportasi Publik di Indonesia belum terkoneksi dengan baik dari point ke point, serta tidak terjadwal dan tarifnya mahal.
&quot;Sehingga, semua masyarakat masih harus menggunakan kendaraan pribadi baik mobil maupun motor agar bisa mempercepat perjalanan serta menepatkan waktu sesuai dengan kebutuhannya dan menekan biaya transportasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
