<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Banyak Bank Bermasalah Berubah Jadi Bayi Sehat karena Digitalisasi</title><description>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut digitalisasi memberi banyak kemudahan bagi sektor keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/320/2627491/menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/320/2627491/menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi"/><item><title>Menko Airlangga: Banyak Bank Bermasalah Berubah Jadi Bayi Sehat karena Digitalisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/320/2627491/menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/320/2627491/menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi</guid><pubDate>Senin 11 Juli 2022 14:20 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/11/320/2627491/menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi-EHKBrfvvfP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone/Kurniasih)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/11/320/2627491/menko-airlangga-banyak-bank-bermasalah-berubah-jadi-bayi-sehat-karena-digitalisasi-EHKBrfvvfP.jpg</image><title>Menko Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone/Kurniasih)</title></images><description>BALI - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut digitalisasi memberi banyak kemudahan bagi sektor keuangan.

Bahkan dia menyebut ada bank bermasalah berubah menjadi bayi sehat berkat digitalisasi.

&quot;Di sektor keuangan, banyak bank-bank digital muncul itu tentu bank yang biasanya jadi bank sedikit masalah, tapi dengan adanya digitalisasi itu jadi bayi sehat,&quot; kata Airlangga, Senin (11/7/2022).

Airlangga mengatakan bank digital tersebut memiliki likuiditas yang baik. Serta yang paling penting adalah kini lebih efisien.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Rp4.531 Triliun
&quot;Ke depan persaingan bank kita ketahui bank konvensional akan sebagian besar miliki bank-bank digital juga,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, layanan perbankan digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun.

&quot;Apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun. Itu juga kemajuan. Ini bisa memperkuat ekonomi kita,&quot; kata Perry.
Menurut Perry, penguatan sinergi dan akselerasi ekonomi keuangan digital merupakan arahan Presiden Jokowi.

&quot;Kita lihat seberapa cepat perkembangan e-Commerce naik 31% sebesar Rp536 triliun. Uang elektronik tahun ini diperkirakan Rp360 triliun. Naik 18% apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun,&quot; jelasnya.

Layanan perbankan digital juga didukung oleh elektronifikasi bansos, transaksi keuangan daerah, dan digitalisasi berbagai moda transportasi.

&quot;Pada 2019, BI meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran indonesia. Yang dalam 5 tahun kita mencoba mendigitalkan itu. Karena tidak ada transaksi ekonomi dan keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran. Kita mendukung penuh presiden mendigitalkan ekonomi keuangan nasional,&quot; bebernya.

Berdasarkan data BI, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2022 tumbuh 35,25% (year on year/yoy) mencapai Rp32 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% (yoy) menjadi Rp3.766,7 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit hanya mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp630,9 triliun.</description><content:encoded>BALI - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut digitalisasi memberi banyak kemudahan bagi sektor keuangan.

Bahkan dia menyebut ada bank bermasalah berubah menjadi bayi sehat berkat digitalisasi.

&quot;Di sektor keuangan, banyak bank-bank digital muncul itu tentu bank yang biasanya jadi bank sedikit masalah, tapi dengan adanya digitalisasi itu jadi bayi sehat,&quot; kata Airlangga, Senin (11/7/2022).

Airlangga mengatakan bank digital tersebut memiliki likuiditas yang baik. Serta yang paling penting adalah kini lebih efisien.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Menko Airlangga Ungkap Potensi Ekonomi Digital RI Bisa Rp4.531 Triliun
&quot;Ke depan persaingan bank kita ketahui bank konvensional akan sebagian besar miliki bank-bank digital juga,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, layanan perbankan digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun.

&quot;Apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun. Itu juga kemajuan. Ini bisa memperkuat ekonomi kita,&quot; kata Perry.
Menurut Perry, penguatan sinergi dan akselerasi ekonomi keuangan digital merupakan arahan Presiden Jokowi.

&quot;Kita lihat seberapa cepat perkembangan e-Commerce naik 31% sebesar Rp536 triliun. Uang elektronik tahun ini diperkirakan Rp360 triliun. Naik 18% apalagi layanan perbankan secara digital diperkirakan naik Rp51.000 triliun,&quot; jelasnya.

Layanan perbankan digital juga didukung oleh elektronifikasi bansos, transaksi keuangan daerah, dan digitalisasi berbagai moda transportasi.

&quot;Pada 2019, BI meluncurkan blue print digitalisasi sistem pembayaran indonesia. Yang dalam 5 tahun kita mencoba mendigitalkan itu. Karena tidak ada transaksi ekonomi dan keuangan yang tidak melalui sistem pembayaran. Kita mendukung penuh presiden mendigitalkan ekonomi keuangan nasional,&quot; bebernya.

Berdasarkan data BI, nilai transaksi uang elektronik pada Mei 2022 tumbuh 35,25% (year on year/yoy) mencapai Rp32 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 20,82% (yoy) menjadi Rp3.766,7 triliun.

Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit hanya mengalami peningkatan 5,43% (yoy) menjadi Rp630,9 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
