<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Kesulitan Beli Rumah, Ini Saran Pengusaha!</title><description>Kenaikan inflasi menjadi ancaman bagi sektor properti di Indonesia.  Adapun supply and demand perumahan bakal terganggu karena inflasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/470/2627616/atasi-kesulitan-beli-rumah-ini-saran-pengusaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/470/2627616/atasi-kesulitan-beli-rumah-ini-saran-pengusaha"/><item><title>Atasi Kesulitan Beli Rumah, Ini Saran Pengusaha!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/470/2627616/atasi-kesulitan-beli-rumah-ini-saran-pengusaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/11/470/2627616/atasi-kesulitan-beli-rumah-ini-saran-pengusaha</guid><pubDate>Senin 11 Juli 2022 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/11/470/2627616/atasi-kesulitan-beli-rumah-ini-saran-pengusaha-9AuQywTEuG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saran pengusaha atasi backlog rumah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/11/470/2627616/atasi-kesulitan-beli-rumah-ini-saran-pengusaha-9AuQywTEuG.jpg</image><title>Saran pengusaha atasi backlog rumah (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;JAKARTA - Kenaikan inflasi menjadi ancaman bagi sektor properti di Indonesia. Adapun supply and demand perumahan bakal terganggu karena inflasi.
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida mengatakan pihaknya bakal mengajukan formula untuk pembiayaan perumahan yang diharapkan mampu untuk mengurangi backlog perumahan yang ada saat ini.
BACA JUGA:Alasan Industri Properti Masih Tunda Kenaikan Harga

&quot;Saya akan bikin formula, sudah sepakat dengan perbankan dan PUPR membikin formula rant to own atau menyewa untuk memiliki,&quot; ujar Totok kepada MNC Portal, Senin (11/7/2022).
Totok menjelaskan secara garis besar, formula rent to own adalah memiliki rumah dengan cara menyewa terlebih dahulu, namun sambil membayar sewa sambil berjalan juga sambil membayar angsuran untuk memiliki rumah tersebut.
BACA JUGA:Ekonomi Belum Pulih Sepenuhnya, Sektor Properti Masih Loyo

Totok menyebut saat ini ditengah banyaknya faktor inflasi global, membuat harga material untuk membangun rumah saat ini memiliki ongkos yang cukup tinggi. Sehingga bakal berdampak pada harga jual rumah baru.
&quot;Jadi misal seorang manager, angsurnya harga Rp1 miliar, berarti kemampuan dia ngangsurnya di Rp9 juta, sedangkan gaji dia Rp15 juta, kan tidak mampu atau tidak bisa secara perbankan,&quot; lanjut Totok.
Totok menjelaskan formula ini juga bakal melibatkan perusahaan tempat  seorang pegawai yang hendak membeli rumah. Nantinya perusahaan  diharapkan bisa ikut membantu mengangsur selisih harganya.
&quot;Nah dia akan mengangsur di Rp5 juta, ada sewa ada ngangsur juga,  spread yang ada, perushaan ikut membantu mengangsur, sehingga karyawan  bisa dibentengi dengan baik,&quot; kata Totok.
&quot;Sekarang kemampuannya belum menutupi, dia sharing dulu pembeliannya,  nanti perushaannya akan dibayar akan dibayar plus bunga angsuran itu,  jadi total angsuran dibayar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;JAKARTA - Kenaikan inflasi menjadi ancaman bagi sektor properti di Indonesia. Adapun supply and demand perumahan bakal terganggu karena inflasi.
Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida mengatakan pihaknya bakal mengajukan formula untuk pembiayaan perumahan yang diharapkan mampu untuk mengurangi backlog perumahan yang ada saat ini.
BACA JUGA:Alasan Industri Properti Masih Tunda Kenaikan Harga

&quot;Saya akan bikin formula, sudah sepakat dengan perbankan dan PUPR membikin formula rant to own atau menyewa untuk memiliki,&quot; ujar Totok kepada MNC Portal, Senin (11/7/2022).
Totok menjelaskan secara garis besar, formula rent to own adalah memiliki rumah dengan cara menyewa terlebih dahulu, namun sambil membayar sewa sambil berjalan juga sambil membayar angsuran untuk memiliki rumah tersebut.
BACA JUGA:Ekonomi Belum Pulih Sepenuhnya, Sektor Properti Masih Loyo

Totok menyebut saat ini ditengah banyaknya faktor inflasi global, membuat harga material untuk membangun rumah saat ini memiliki ongkos yang cukup tinggi. Sehingga bakal berdampak pada harga jual rumah baru.
&quot;Jadi misal seorang manager, angsurnya harga Rp1 miliar, berarti kemampuan dia ngangsurnya di Rp9 juta, sedangkan gaji dia Rp15 juta, kan tidak mampu atau tidak bisa secara perbankan,&quot; lanjut Totok.
Totok menjelaskan formula ini juga bakal melibatkan perusahaan tempat  seorang pegawai yang hendak membeli rumah. Nantinya perusahaan  diharapkan bisa ikut membantu mengangsur selisih harganya.
&quot;Nah dia akan mengangsur di Rp5 juta, ada sewa ada ngangsur juga,  spread yang ada, perushaan ikut membantu mengangsur, sehingga karyawan  bisa dibentengi dengan baik,&quot; kata Totok.
&quot;Sekarang kemampuannya belum menutupi, dia sharing dulu pembeliannya,  nanti perushaannya akan dibayar akan dibayar plus bunga angsuran itu,  jadi total angsuran dibayar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
