<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Waspadai Munculnya Stagflasi</title><description>Bank Indonesia (BI) mewaspadai munculnya stagflasi pada perekonomian Indonesia. Stagflasi terjadi ketika inflasi dan kontraksi ekonomi terjadi dalam waktu yang sama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/13/320/2629019/bi-waspadai-munculnya-stagflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/13/320/2629019/bi-waspadai-munculnya-stagflasi"/><item><title>BI Waspadai Munculnya Stagflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/13/320/2629019/bi-waspadai-munculnya-stagflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/13/320/2629019/bi-waspadai-munculnya-stagflasi</guid><pubDate>Rabu 13 Juli 2022 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/13/320/2629019/bi-waspadai-munculnya-stagflasi-saudaranya-inflasi-hTTj4bQ6ek.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/13/320/2629019/bi-waspadai-munculnya-stagflasi-saudaranya-inflasi-hTTj4bQ6ek.JPG</image><title>Ilustrasi inflasi (Foto: Freepik)</title></images><description>BALI - Bank Indonesia (BI) mewaspadai munculnya stagflasi pada perekonomian Indonesia. Stagflasi terjadi ketika inflasi dan kontraksi ekonomi terjadi dalam waktu yang sama.
Stagflasi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan namun tingkat inflasi mengalami kenaikan cepat dan angka pengangguran yang tinggi.
&quot;Saya pikir munculnya stagflasi tentu saja meningkat tetapi kita perlu waspada dan kita perlu menanggapinya,&quot; ujar Kepala Departemen Institut BI Yoga Affandi di Nusa Dua, Rabu (13/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bank Indonesia Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Harga Energi dan Pangan Global
Meskipun waspada, lanjutnya, sampai saat ini indikator ekonomi Indonesia masih dalam kondisi stabil. Tapi tidak menutup kemungkinan Indonesia menghadapi stagflasi di masa depan.
Untuk mengantisipasi itu, bank sentral menyusun kerangka bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter dan mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi.Langkah pertama, bank sentral akan tetap mewaspadai tekanan inflasi dan dampaknya terhadap ekspektasi inflasi.
Kemudian bank sentral menyiapkan kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong pembiayaan untuk perekonomian dan untuk mengatasi scarring effect ekonomi.
Lalu langka ketiga kebijakan stabilisasi nilai tukar diarahkan untuk mencapai stabilitas rupiah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Upaya berikutnya adalah percepatan sistem pembayaran digital. Kelima, memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk membangun kebijakan moneter dan fiskal.
&quot;Kami memiliki lima komponen bauran kebijakan. Satu adalah untuk stabilitas yang merupakan moneter tapi empat lainnya sebenarnya untuk mengatasi masalah pertumbuhan,&quot; jelasnya.
Sekedar informasi, inflasi inti Indonesia pada Juni 2022 mencapai 2,63% atau meningkat dibandingkan periode Mei 2022 yang tercatat sebesar 2,58%.</description><content:encoded>BALI - Bank Indonesia (BI) mewaspadai munculnya stagflasi pada perekonomian Indonesia. Stagflasi terjadi ketika inflasi dan kontraksi ekonomi terjadi dalam waktu yang sama.
Stagflasi ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stagnan namun tingkat inflasi mengalami kenaikan cepat dan angka pengangguran yang tinggi.
&quot;Saya pikir munculnya stagflasi tentu saja meningkat tetapi kita perlu waspada dan kita perlu menanggapinya,&quot; ujar Kepala Departemen Institut BI Yoga Affandi di Nusa Dua, Rabu (13/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Bank Indonesia Waspadai Tekanan Inflasi Akibat Harga Energi dan Pangan Global
Meskipun waspada, lanjutnya, sampai saat ini indikator ekonomi Indonesia masih dalam kondisi stabil. Tapi tidak menutup kemungkinan Indonesia menghadapi stagflasi di masa depan.
Untuk mengantisipasi itu, bank sentral menyusun kerangka bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas moneter dan mengatasi masalah pertumbuhan ekonomi.Langkah pertama, bank sentral akan tetap mewaspadai tekanan inflasi dan dampaknya terhadap ekspektasi inflasi.
Kemudian bank sentral menyiapkan kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong pembiayaan untuk perekonomian dan untuk mengatasi scarring effect ekonomi.
Lalu langka ketiga kebijakan stabilisasi nilai tukar diarahkan untuk mencapai stabilitas rupiah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Upaya berikutnya adalah percepatan sistem pembayaran digital. Kelima, memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk membangun kebijakan moneter dan fiskal.
&quot;Kami memiliki lima komponen bauran kebijakan. Satu adalah untuk stabilitas yang merupakan moneter tapi empat lainnya sebenarnya untuk mengatasi masalah pertumbuhan,&quot; jelasnya.
Sekedar informasi, inflasi inti Indonesia pada Juni 2022 mencapai 2,63% atau meningkat dibandingkan periode Mei 2022 yang tercatat sebesar 2,58%.</content:encoded></item></channel></rss>
