<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi AS 9,1%, The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi</title><description>Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya lagi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/14/320/2629262/inflasi-as-9-1-the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-acuan-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/14/320/2629262/inflasi-as-9-1-the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-acuan-lagi"/><item><title>Inflasi AS 9,1%, The Fed Bakal Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/14/320/2629262/inflasi-as-9-1-the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-acuan-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/14/320/2629262/inflasi-as-9-1-the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-acuan-lagi</guid><pubDate>Kamis 14 Juli 2022 08:10 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/14/320/2629262/inflasi-as-9-1-the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-acuan-lagi-MXCjeJR3Ap.jpg" expression="full" type="image/jpeg">The Fed diprediksi naikkan suku bunga lagi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/14/320/2629262/inflasi-as-9-1-the-fed-bakal-naikkan-suku-bunga-acuan-lagi-MXCjeJR3Ap.jpg</image><title>The Fed diprediksi naikkan suku bunga lagi (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya lagi. The Fed akan berusaha meredam inflasi yang kini sudah mencapai level 9,1%.
Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menjadi salah satu dari pejabat bank sentral yang mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin kedua berturut-turut pada pertemuan kebijakan mendatang mereka pada 26-27 Juli.
BACA JUGA:Waspada! Inflasi AS Naik Lagi Jadi 9,1%

Melansir Antara, Kamis (14/7/2022), perkiraan bahwa The Fed akan menjadi lebih agresif untuk menghentikan inflasi juga meningkatkan alarm bahwa pembuat kebijakan akan bertindak terlalu jauh dan juga merusak pertumbuhan ekonomi.
Imbal hasil pada obligasi pemerintah jangka panjang turun, membuat apa yang disebut inversi kurva imbal hasil paling menonjol selama lebih dari 20 tahun.
BACA JUGA:Harga Emas Berjangka Naik karena Tingginya Inflasi AS

Sebuah inversi dipandang sebagai pertanda penurunan karena menunjukkan investor perbankan pada perlambatan pertumbuhan. Perdagangan suku bunga berjangka menyiratkan investor mengantisipasi The Fed mungkin perlu mulai memotong suku bunga lagi pada pertengahan tahun depan.&quot;Laporan IHK Juni adalah bencana langsung bagi The Fed,&quot; tulis Tim  Duy dari SGH Macro Advisors. &quot;Inversi kurva imbal hasil yang semakin  dalam adalah resesi yang luar biasa, dan The Fed telah memperjelas bahwa  memprioritaskan pemulihan stabilitas harga di atas segalanya.&quot;
Bank sentral lainnya juga merasakan panas dengan bank sentral Kanada  pada Rabu (13/7/2022) menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin  dalam upaya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak, sebuah langkah  mengejutkan dan terbesar dalam hampir 24 tahun.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuannya lagi. The Fed akan berusaha meredam inflasi yang kini sudah mencapai level 9,1%.
Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic menjadi salah satu dari pejabat bank sentral yang mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin kedua berturut-turut pada pertemuan kebijakan mendatang mereka pada 26-27 Juli.
BACA JUGA:Waspada! Inflasi AS Naik Lagi Jadi 9,1%

Melansir Antara, Kamis (14/7/2022), perkiraan bahwa The Fed akan menjadi lebih agresif untuk menghentikan inflasi juga meningkatkan alarm bahwa pembuat kebijakan akan bertindak terlalu jauh dan juga merusak pertumbuhan ekonomi.
Imbal hasil pada obligasi pemerintah jangka panjang turun, membuat apa yang disebut inversi kurva imbal hasil paling menonjol selama lebih dari 20 tahun.
BACA JUGA:Harga Emas Berjangka Naik karena Tingginya Inflasi AS

Sebuah inversi dipandang sebagai pertanda penurunan karena menunjukkan investor perbankan pada perlambatan pertumbuhan. Perdagangan suku bunga berjangka menyiratkan investor mengantisipasi The Fed mungkin perlu mulai memotong suku bunga lagi pada pertengahan tahun depan.&quot;Laporan IHK Juni adalah bencana langsung bagi The Fed,&quot; tulis Tim  Duy dari SGH Macro Advisors. &quot;Inversi kurva imbal hasil yang semakin  dalam adalah resesi yang luar biasa, dan The Fed telah memperjelas bahwa  memprioritaskan pemulihan stabilitas harga di atas segalanya.&quot;
Bank sentral lainnya juga merasakan panas dengan bank sentral Kanada  pada Rabu (13/7/2022) menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin  dalam upaya untuk menjinakkan inflasi yang melonjak, sebuah langkah  mengejutkan dan terbesar dalam hampir 24 tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
