<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menkeu AS Janet Yellen Sarankan Pemberian BLT Ketimbang Subsidi</title><description>Pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina memicu krisis pangan di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630271/menkeu-as-janet-yellen-sarankan-pemberian-blt-ketimbang-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630271/menkeu-as-janet-yellen-sarankan-pemberian-blt-ketimbang-subsidi"/><item><title>Menkeu AS Janet Yellen Sarankan Pemberian BLT Ketimbang Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630271/menkeu-as-janet-yellen-sarankan-pemberian-blt-ketimbang-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630271/menkeu-as-janet-yellen-sarankan-pemberian-blt-ketimbang-subsidi</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2022 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630271/menkeu-as-janet-yellen-sarankan-pemberian-blt-ketimbang-subsidi-5tmNcMht04.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630271/menkeu-as-janet-yellen-sarankan-pemberian-blt-ketimbang-subsidi-5tmNcMht04.jpg</image><title>Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina memicu krisis pangan di dunia. Semua negara harus memutar otak agar rakyatnya tidak mengalami kelaparan.
Untuk mengantisipasi krisis pangan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen lebih menyarankan skema pemberian bantuan tunai langsung (BLT) terhadap keluarga yang rentan.
BACA JUGA:BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Belum Cair, Validasi Data Pekerja Jadi Masalah?
Menurutnya pemberian BLT dengan menargetkan keluarga rentan lebih efektif ketimbang subsidi.
&quot;Jika memungkinkan menargetkan dukungan (pemberian BLT) secara hati-hati bagi rumah tangga yang rentan,&quot; kata dia di Nusa Dua, Jumat (15/7/2022).
Menurutnya, pemberian BLT terhadap keluarga yang rentan tidak memberatkan fiskal. Sementara pemberian subsidi secama menyeluruh akan memerlukan biaya besar.
&quot;Pemerintah harus menyesuaikan respons fiskal untuk mereka yang paling membutuhkan bagi rumah tangga yang rentan daripada menggunakan subsidi menyeluruh yang mahal,&quot; tukas dia.
BACA JUGA:Duh! Tak Semua Pelaku Usaha Dapat BLT UMKM Rp600.000, Kenapa?
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan krisis pangan akan berlangsung hingga tahun depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan krisis pangan terjadi dalam waktu yang lama.&quot;Ini bukan kabar baik bagi kita semua. Pandemi yang belum selesai dan perang yang berlangsung di Ukraina kemungkinan akan memperburuk ketahanan pangan akut 2022 yang sudah parah, yang kita semua sudah lihat bersama,&quot; kata Sri Mulyani.
Selain krisis pangan, Sri Mulyani memandang krisis pupuk yang terjadi saat ini akan mengancam ketahanan pangan. Sri Mulyani bilang, krisis pangan bisa terjadi hingga 2023 dan waktu selanjutnya.
&quot;Krisis pupuk yang mengancam juga berpotensi memperburuk krisis pangan hingga 20223 dan seterusnya. Ada urgensi di mana krisis pangan ini harus ditangani,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina memicu krisis pangan di dunia. Semua negara harus memutar otak agar rakyatnya tidak mengalami kelaparan.
Untuk mengantisipasi krisis pangan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen lebih menyarankan skema pemberian bantuan tunai langsung (BLT) terhadap keluarga yang rentan.
BACA JUGA:BLT Subsidi Gaji Rp1 Juta Belum Cair, Validasi Data Pekerja Jadi Masalah?
Menurutnya pemberian BLT dengan menargetkan keluarga rentan lebih efektif ketimbang subsidi.
&quot;Jika memungkinkan menargetkan dukungan (pemberian BLT) secara hati-hati bagi rumah tangga yang rentan,&quot; kata dia di Nusa Dua, Jumat (15/7/2022).
Menurutnya, pemberian BLT terhadap keluarga yang rentan tidak memberatkan fiskal. Sementara pemberian subsidi secama menyeluruh akan memerlukan biaya besar.
&quot;Pemerintah harus menyesuaikan respons fiskal untuk mereka yang paling membutuhkan bagi rumah tangga yang rentan daripada menggunakan subsidi menyeluruh yang mahal,&quot; tukas dia.
BACA JUGA:Duh! Tak Semua Pelaku Usaha Dapat BLT UMKM Rp600.000, Kenapa?
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan krisis pangan akan berlangsung hingga tahun depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan krisis pangan terjadi dalam waktu yang lama.&quot;Ini bukan kabar baik bagi kita semua. Pandemi yang belum selesai dan perang yang berlangsung di Ukraina kemungkinan akan memperburuk ketahanan pangan akut 2022 yang sudah parah, yang kita semua sudah lihat bersama,&quot; kata Sri Mulyani.
Selain krisis pangan, Sri Mulyani memandang krisis pupuk yang terjadi saat ini akan mengancam ketahanan pangan. Sri Mulyani bilang, krisis pangan bisa terjadi hingga 2023 dan waktu selanjutnya.
&quot;Krisis pupuk yang mengancam juga berpotensi memperburuk krisis pangan hingga 20223 dan seterusnya. Ada urgensi di mana krisis pangan ini harus ditangani,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
