<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Krisis Pangan di Depan Mata, Menkeu AS Minta G20 Gerak Cepat!</title><description>Mengingat pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina belum juga berakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630324/krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630324/krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat"/><item><title>Krisis Pangan di Depan Mata, Menkeu AS Minta G20 Gerak Cepat!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630324/krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630324/krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2022 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630324/krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat-YevbPC9CBN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630324/krisis-pangan-di-depan-mata-menkeu-as-minta-g20-gerak-cepat-YevbPC9CBN.jpg</image><title>Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Krisis pangan bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Mengingat pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina belum juga berakhir.
Soal krisis pangan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen meminta negara G20 untuk gerak cepat. Yellen mengingatkan, jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani krisis pangan memberatkan fiskal.
BACA JUGA:Menkeu AS Janet Yellen Sarankan Pemberian BLT Ketimbang Subsidi
&quot;Kita harus memikirkannya dalam jangka pendek dan jangka panjang. Saat ini kita menghadapi konflik perubahan iklim, guncangan ekonomi, covid-19 dan sekarang perang di Ukraina membuat tantangan krisis global, krisis pangan dan energi,&quot; ujar Yellen di Nusa Dua, Jumat (15/7/2022).
Menghadapi krisis pangan, kata Yellen, tidak perlu lagi membentuk institusi baru untuk mengatasi krisis pangan global. Janet menyarankan agar organisasi dan forum yang ada saat ini untuk bekerja sama lebih erat dengan negara-negara dalam menangani krisis pangan global.
&quot;Kita tidak membutuhkan institusi baru. Yang kita butuhkan adalah koordinasi yang kuat, berbagi pengetahuan, penelitian dan pengembangan, pendanaan dan tindakan,&quot; tegasnya.
BACA JUGA:Bertemu Menkeu Singapura, Sri Mulyani Bahas Investasi hingga ASEAN 2023
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan krisis pangan akan berlangsung hingga tahun depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan krisis pangan terjadi dalam waktu yang lama.&quot;Ini bukan kabar baik bagi kita semua. Pandemi yang belum selesai dan perang yang berlangsung di Ukraina kemungkinan akan memperburuk ketahanan pangan akut 2022 yang sudah parah, yang kita semua sudah lihat bersama,&quot; kata Sri Mulyani.
Selain krisis pangan, Sri Mulyani memandang krisis pupuk yang terjadi saat ini akan mengancam ketahanan pangan. Sri Mulyani bilang, krisis pangan bisa terjadi hingga 2023 dan waktu selanjutnya.
&quot;Krisis pupuk yang mengancam juga berpotensi memperburuk krisis pangan hingga 20223 dan seterusnya. Ada urgensi di mana krisis pangan ini harus ditangani,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>BALI - Krisis pangan bukan hanya sekedar omong kosong belaka. Mengingat pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina belum juga berakhir.
Soal krisis pangan, Menteri Keuangan AS Janet Yellen meminta negara G20 untuk gerak cepat. Yellen mengingatkan, jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah dalam menangani krisis pangan memberatkan fiskal.
BACA JUGA:Menkeu AS Janet Yellen Sarankan Pemberian BLT Ketimbang Subsidi
&quot;Kita harus memikirkannya dalam jangka pendek dan jangka panjang. Saat ini kita menghadapi konflik perubahan iklim, guncangan ekonomi, covid-19 dan sekarang perang di Ukraina membuat tantangan krisis global, krisis pangan dan energi,&quot; ujar Yellen di Nusa Dua, Jumat (15/7/2022).
Menghadapi krisis pangan, kata Yellen, tidak perlu lagi membentuk institusi baru untuk mengatasi krisis pangan global. Janet menyarankan agar organisasi dan forum yang ada saat ini untuk bekerja sama lebih erat dengan negara-negara dalam menangani krisis pangan global.
&quot;Kita tidak membutuhkan institusi baru. Yang kita butuhkan adalah koordinasi yang kuat, berbagi pengetahuan, penelitian dan pengembangan, pendanaan dan tindakan,&quot; tegasnya.
BACA JUGA:Bertemu Menkeu Singapura, Sri Mulyani Bahas Investasi hingga ASEAN 2023
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani memperingatkan krisis pangan akan berlangsung hingga tahun depan. Bahkan tidak menutup kemungkinan krisis pangan terjadi dalam waktu yang lama.&quot;Ini bukan kabar baik bagi kita semua. Pandemi yang belum selesai dan perang yang berlangsung di Ukraina kemungkinan akan memperburuk ketahanan pangan akut 2022 yang sudah parah, yang kita semua sudah lihat bersama,&quot; kata Sri Mulyani.
Selain krisis pangan, Sri Mulyani memandang krisis pupuk yang terjadi saat ini akan mengancam ketahanan pangan. Sri Mulyani bilang, krisis pangan bisa terjadi hingga 2023 dan waktu selanjutnya.
&quot;Krisis pupuk yang mengancam juga berpotensi memperburuk krisis pangan hingga 20223 dan seterusnya. Ada urgensi di mana krisis pangan ini harus ditangani,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
