<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Krisis Pangan, Menkeu AS Janet Yallen Usul 3 Hal Ini di G20</title><description>Janet Yellen memberikan tiga saran mengenai krisis pangan. Hal ini dia sampaikan dalam Presidensi G20.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630375/atasi-krisis-pangan-menkeu-as-janet-yallen-usul-3-hal-ini-di-g20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630375/atasi-krisis-pangan-menkeu-as-janet-yallen-usul-3-hal-ini-di-g20"/><item><title>Atasi Krisis Pangan, Menkeu AS Janet Yallen Usul 3 Hal Ini di G20</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630375/atasi-krisis-pangan-menkeu-as-janet-yallen-usul-3-hal-ini-di-g20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630375/atasi-krisis-pangan-menkeu-as-janet-yallen-usul-3-hal-ini-di-g20</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2022 18:36 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630375/atasi-krisis-pangan-menkeu-as-janet-yallen-usul-3-hal-ini-di-g20-mlw0wlT0V9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630375/atasi-krisis-pangan-menkeu-as-janet-yallen-usul-3-hal-ini-di-g20-mlw0wlT0V9.jpg</image><title>Menkeu AS Janet Yellen (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memberikan tiga saran mengenai krisis pangan. Hal ini dia sampaikan dalam Presidensi G20 Indonesia, hari ini, Jumat (15/7/2022).
&quot;Keputusan yang cepat dan bijaksana kini akan membawa perubahan dalam mengatasi krisis yang terkendali. G20 harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan mengambil keluarga rentan dari kelaparan sekarang dan besok,&quot; kata dia di Nusa Dua.
BACA JUGA:Krisis Pangan di Depan Mata, Menkeu AS Minta G20 Gerak Cepat!

Usulan Yellen untuk menangani krisis pangan yang pertama adalah mengajak G20 menghindari kebijakan yang kontraproduktif seperti larangan ekspor dan penimbunan yang membuat harga pasar kembali naik.
&quot;Kedua, pemerintah harus mengarahkan respons fiskalnya kepada mereka yang paling membutuhkan. Memanfaatkan alat digital dimungkinkan untuk secara hati-hati menargetkan dukungan untuk rumah tangga yang rentan, daripada menggunakan subsidi menyeluruh yang regresif dan mahal,&quot; ungkapnya.
Menurut Yellen, dunia perlu memanfaatkan secara optimal ketahanan pangan dan arsitektur pertanian yang ada. Yellen berpendapat, bank pembangunan multilateral, lembaga yang terkait dengan ketahanan pangan, program ketahanan global, IMF, WTO seluruhnya memiliki peran untuk dimainkan.
BACA JUGA:Tangani Krisis Global, Sri Mulyani Berharap Dapat Solusi di Pertemuan G20

&quot;Aliansi Global untuk Ketahanan Pangan (GAFS) sangat membantu dan mereka selanjutnya mengusulkan kepada para deputi G20 mempertimbangkan bagaimana meningkatkan kerjasama antara kementerian keuangan G20 dan otoritas terkait termasuk dengan meningkatkan transparansi data,&quot; ujar dia.Kemudian usulan ketiga, G20 harus mengambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan keuangan. Dia mencontohkan, pemerintah AS telah komitmen untuk memberikan USD2,6 miliar lagi bantuan untuk mengatasi krisis pangan setelah memberikan USD2,8 miliar sejak invasi Rusia ke Ukraina.
&quot;Kami juga memberikan USD500 juta ke EBRD dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan energi, kontribusi kepada Bank Pembangunan Afrika dan African Emergency Food Production upaya untuk menanggapi krisis di luar respons terhadap krisis saat ini, menunggu lebih banyak kerja sama dengan G20 dan di program lain,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BALI - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memberikan tiga saran mengenai krisis pangan. Hal ini dia sampaikan dalam Presidensi G20 Indonesia, hari ini, Jumat (15/7/2022).
&quot;Keputusan yang cepat dan bijaksana kini akan membawa perubahan dalam mengatasi krisis yang terkendali. G20 harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini dan mengambil keluarga rentan dari kelaparan sekarang dan besok,&quot; kata dia di Nusa Dua.
BACA JUGA:Krisis Pangan di Depan Mata, Menkeu AS Minta G20 Gerak Cepat!

Usulan Yellen untuk menangani krisis pangan yang pertama adalah mengajak G20 menghindari kebijakan yang kontraproduktif seperti larangan ekspor dan penimbunan yang membuat harga pasar kembali naik.
&quot;Kedua, pemerintah harus mengarahkan respons fiskalnya kepada mereka yang paling membutuhkan. Memanfaatkan alat digital dimungkinkan untuk secara hati-hati menargetkan dukungan untuk rumah tangga yang rentan, daripada menggunakan subsidi menyeluruh yang regresif dan mahal,&quot; ungkapnya.
Menurut Yellen, dunia perlu memanfaatkan secara optimal ketahanan pangan dan arsitektur pertanian yang ada. Yellen berpendapat, bank pembangunan multilateral, lembaga yang terkait dengan ketahanan pangan, program ketahanan global, IMF, WTO seluruhnya memiliki peran untuk dimainkan.
BACA JUGA:Tangani Krisis Global, Sri Mulyani Berharap Dapat Solusi di Pertemuan G20

&quot;Aliansi Global untuk Ketahanan Pangan (GAFS) sangat membantu dan mereka selanjutnya mengusulkan kepada para deputi G20 mempertimbangkan bagaimana meningkatkan kerjasama antara kementerian keuangan G20 dan otoritas terkait termasuk dengan meningkatkan transparansi data,&quot; ujar dia.Kemudian usulan ketiga, G20 harus mengambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan keuangan. Dia mencontohkan, pemerintah AS telah komitmen untuk memberikan USD2,6 miliar lagi bantuan untuk mengatasi krisis pangan setelah memberikan USD2,8 miliar sejak invasi Rusia ke Ukraina.
&quot;Kami juga memberikan USD500 juta ke EBRD dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan energi, kontribusi kepada Bank Pembangunan Afrika dan African Emergency Food Production upaya untuk menanggapi krisis di luar respons terhadap krisis saat ini, menunggu lebih banyak kerja sama dengan G20 dan di program lain,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
