<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Ada Covid, Menko Luhut: Turis Domestik Jadi Back Bone Industri Kita</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa wisatawan domestik menjadi tulang punggung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630470/masih-ada-covid-menko-luhut-turis-domestik-jadi-back-bone-industri-kita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630470/masih-ada-covid-menko-luhut-turis-domestik-jadi-back-bone-industri-kita"/><item><title>Masih Ada Covid, Menko Luhut: Turis Domestik Jadi Back Bone Industri Kita</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630470/masih-ada-covid-menko-luhut-turis-domestik-jadi-back-bone-industri-kita</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630470/masih-ada-covid-menko-luhut-turis-domestik-jadi-back-bone-industri-kita</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2022 21:32 WIB</pubDate><dc:creator>Risky Fauzan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630470/masih-ada-covid-menko-luhut-turis-domestik-jadi-back-bone-industri-kita-Oyi1DLf3y5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630470/masih-ada-covid-menko-luhut-turis-domestik-jadi-back-bone-industri-kita-Oyi1DLf3y5.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa wisatawan domestik menjadi tulang punggung (back bone) industri pariwisata Indonesia agar tercipta ketahanan ekonomi.
Mantan prajurit Kopassus itu menuturkan, hal tersebut penting agar ketika ada kondisi seperti pandemi COVID-19, ekonomi Indonesia ikut melemah karena pembatasan kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air.
BACA JUGA:Luhut Jamin Proyek Destinasi Super Prioritas Rp18, 9 Triliun Tidak Mangkrak

&quot;Kita ingin turis domestik itu bisa 60-70 persen menjadi back bone industri kita. Sehingga kalau terjadi, seperti COVID-19 kemarin, kita jangan sampai crowd-nya (kunjungannya) itu sampai habis ke bawah,&quot; ujar Luhut dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Jakarta, Jumat (15/7/2022).
Dia mengatakan bahwa pemerintah terus mengintegrasikan kegiatan dan kalender wisata di berbagai wilayah guna mendorong kunjungan wisatawan domestik.
Contohnya, adalah perhelatan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1H2O) di Danau Toba, Sumatera Utara, pada Maret 2023 mendatang.
BACA JUGA:Menko Luhut: 2030 Indonesia Akan Keluar dari Middle Income Trap

&quot;F1H2O itu akan dilakukan nanti di Danau Toba pada bulan Maret tahun depan. Sekarang persiapan sedang dijalankan. Itu nanti mengimbangi MotoGP di Mandalika. Jadi ada kegiatan-kegiatan internasional, kalender tahunan, kalender bulanan, dan kalender mingguan yang disusun di sana,&quot; katanya.Menurut ia, selain mendorong kunjungan wisatawan domestik, Luhut juga ingin ekonomi di daerah bisa dikembangkan sesuai dengan potensi daerahnya. Ia mengatakan, kunjungan wisatawan domestik juga didorong agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada kunjungan wisatawan mancanegara.
&quot;Karena turis kita itu sekarang, terutama di Bali, itu setengah lebih adalah asing. Nah kita nggak mau itu lagi. Sekarang kita dorong. Dan kita mix (campur) tidak hanya turis saja, ada juga kegiatan UMKM, pertanian, perikanan sesuai dengan daerahnya dan seterusnya. Sehingga dengan demikian, resiliensi ekonomi kita makin lebih kuat lagi ke depan,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bahwa wisatawan domestik menjadi tulang punggung (back bone) industri pariwisata Indonesia agar tercipta ketahanan ekonomi.
Mantan prajurit Kopassus itu menuturkan, hal tersebut penting agar ketika ada kondisi seperti pandemi COVID-19, ekonomi Indonesia ikut melemah karena pembatasan kunjungan wisatawan asing ke Tanah Air.
BACA JUGA:Luhut Jamin Proyek Destinasi Super Prioritas Rp18, 9 Triliun Tidak Mangkrak

&quot;Kita ingin turis domestik itu bisa 60-70 persen menjadi back bone industri kita. Sehingga kalau terjadi, seperti COVID-19 kemarin, kita jangan sampai crowd-nya (kunjungannya) itu sampai habis ke bawah,&quot; ujar Luhut dalam konferensi pers Rapat Koordinasi Nasional Pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Jakarta, Jumat (15/7/2022).
Dia mengatakan bahwa pemerintah terus mengintegrasikan kegiatan dan kalender wisata di berbagai wilayah guna mendorong kunjungan wisatawan domestik.
Contohnya, adalah perhelatan Kejuaraan Dunia Perahu Motor Formula 1 (F1H2O) di Danau Toba, Sumatera Utara, pada Maret 2023 mendatang.
BACA JUGA:Menko Luhut: 2030 Indonesia Akan Keluar dari Middle Income Trap

&quot;F1H2O itu akan dilakukan nanti di Danau Toba pada bulan Maret tahun depan. Sekarang persiapan sedang dijalankan. Itu nanti mengimbangi MotoGP di Mandalika. Jadi ada kegiatan-kegiatan internasional, kalender tahunan, kalender bulanan, dan kalender mingguan yang disusun di sana,&quot; katanya.Menurut ia, selain mendorong kunjungan wisatawan domestik, Luhut juga ingin ekonomi di daerah bisa dikembangkan sesuai dengan potensi daerahnya. Ia mengatakan, kunjungan wisatawan domestik juga didorong agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada kunjungan wisatawan mancanegara.
&quot;Karena turis kita itu sekarang, terutama di Bali, itu setengah lebih adalah asing. Nah kita nggak mau itu lagi. Sekarang kita dorong. Dan kita mix (campur) tidak hanya turis saja, ada juga kegiatan UMKM, pertanian, perikanan sesuai dengan daerahnya dan seterusnya. Sehingga dengan demikian, resiliensi ekonomi kita makin lebih kuat lagi ke depan,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
