<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sindir Rusia, Sri Mulyani: Semua Negara G20 Harus Bersatu, Bukan Perang</title><description>Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa perang adalah sesuatu yang sama sekali tidak dibutuhkan dunia pada saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630479/sindir-rusia-sri-mulyani-semua-negara-g20-harus-bersatu-bukan-perang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630479/sindir-rusia-sri-mulyani-semua-negara-g20-harus-bersatu-bukan-perang"/><item><title>Sindir Rusia, Sri Mulyani: Semua Negara G20 Harus Bersatu, Bukan Perang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630479/sindir-rusia-sri-mulyani-semua-negara-g20-harus-bersatu-bukan-perang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/15/320/2630479/sindir-rusia-sri-mulyani-semua-negara-g20-harus-bersatu-bukan-perang</guid><pubDate>Jum'at 15 Juli 2022 21:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630479/sindir-rusia-sri-mulyani-semua-negara-g20-harus-bersatu-bukan-perang-l8vvmchh1C.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630479/sindir-rusia-sri-mulyani-semua-negara-g20-harus-bersatu-bukan-perang-l8vvmchh1C.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa perang adalah sesuatu yang sama sekali tidak dibutuhkan dunia pada saat ini, melainkan jembatan dan koneksi.
&quot;Justru sekarang semua negara G20 harus bersatu dan membangun lebih banyak koneksi, bukan membangun tembok dan menciptakan perang,&quot; ujar Sri dalam Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Bali pada Jumat (15/7/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Bangun Infrastruktur Tak Bisa Seperti  Membangun Candi Sehari Semalam

Dia mengatakan bahwa Indonesia sebagai Presidensi G20 sudah berusaha keras untuk menjembatani masalah berbagai negara anggota. Hanya saja, di tengah upayanya dalam memberikan konsultasi dan berkomunikasi dengan negara-negara yang bermasalah, malah negara seperti Rusia menciptakan situasi perang.
&quot;Indonesia akan terus berdiskusi tanpa henti, menjangkau komunikasi, dan berkonsultasi mencari saran. Agar kami terus membangun jembatan dan jangan ada yang membangun tembok atau malah menciptakan perang,&quot; ungkap Sri.
BACA JUGA:Peringatan Sri Mulyani: Krisis Pangan Dunia Bakal Lama

Pernyataan yang keras nan tegas ini mengarah terhadap delegasi Rusia yang juga turut hadir secara fisik di dalam FMCBG di Bali, yang diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan Rusia Timur Maksimov.Dia menegaskan bahwa semua negara anggota G20 harus memperkuat semangat multilateralisme dan perlu membangun jaring pengaman untuk kerjasama di masa depan, juga harus memperkuat komitmen untuk kemakmuran global bersama.
&quot;Kami sangat menyadari bahwa kami bisa bekerja sama lebih dari yang kami mampu. Konsekuensi kemanusiaan bagi dunia dan terutama bagi banyak negara berpenghasilan rendah akan menjadi bencana besar,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa perang adalah sesuatu yang sama sekali tidak dibutuhkan dunia pada saat ini, melainkan jembatan dan koneksi.
&quot;Justru sekarang semua negara G20 harus bersatu dan membangun lebih banyak koneksi, bukan membangun tembok dan menciptakan perang,&quot; ujar Sri dalam Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) G20 di Nusa Dua, Bali pada Jumat (15/7/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani: Bangun Infrastruktur Tak Bisa Seperti  Membangun Candi Sehari Semalam

Dia mengatakan bahwa Indonesia sebagai Presidensi G20 sudah berusaha keras untuk menjembatani masalah berbagai negara anggota. Hanya saja, di tengah upayanya dalam memberikan konsultasi dan berkomunikasi dengan negara-negara yang bermasalah, malah negara seperti Rusia menciptakan situasi perang.
&quot;Indonesia akan terus berdiskusi tanpa henti, menjangkau komunikasi, dan berkonsultasi mencari saran. Agar kami terus membangun jembatan dan jangan ada yang membangun tembok atau malah menciptakan perang,&quot; ungkap Sri.
BACA JUGA:Peringatan Sri Mulyani: Krisis Pangan Dunia Bakal Lama

Pernyataan yang keras nan tegas ini mengarah terhadap delegasi Rusia yang juga turut hadir secara fisik di dalam FMCBG di Bali, yang diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan Rusia Timur Maksimov.Dia menegaskan bahwa semua negara anggota G20 harus memperkuat semangat multilateralisme dan perlu membangun jaring pengaman untuk kerjasama di masa depan, juga harus memperkuat komitmen untuk kemakmuran global bersama.
&quot;Kami sangat menyadari bahwa kami bisa bekerja sama lebih dari yang kami mampu. Konsekuensi kemanusiaan bagi dunia dan terutama bagi banyak negara berpenghasilan rendah akan menjadi bencana besar,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
