<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta  Harga Pertalite, Solar dan Pertamax Sekarang  di Bawah Standar, Jangan Kaget Jika Tiba-Tiba Naik!</title><description>Daftar harga Pertalite, Solar dan Pertamax ternyata masih di bawah standar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630429/6-fakta-harga-pertalite-solar-dan-pertamax-sekarang-di-bawah-standar-jangan-kaget-jika-tiba-tiba-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630429/6-fakta-harga-pertalite-solar-dan-pertamax-sekarang-di-bawah-standar-jangan-kaget-jika-tiba-tiba-naik"/><item><title>6 Fakta  Harga Pertalite, Solar dan Pertamax Sekarang  di Bawah Standar, Jangan Kaget Jika Tiba-Tiba Naik!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630429/6-fakta-harga-pertalite-solar-dan-pertamax-sekarang-di-bawah-standar-jangan-kaget-jika-tiba-tiba-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630429/6-fakta-harga-pertalite-solar-dan-pertamax-sekarang-di-bawah-standar-jangan-kaget-jika-tiba-tiba-naik</guid><pubDate>Sabtu 16 Juli 2022 05:44 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630429/6-fakta-harga-pertalite-solar-dan-pertamax-sekarang-di-bawah-standar-jangan-kaget-jika-tiba-tiba-naik-4IC176NwFG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Pertalite, Solar dan Pertamax (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/15/320/2630429/6-fakta-harga-pertalite-solar-dan-pertamax-sekarang-di-bawah-standar-jangan-kaget-jika-tiba-tiba-naik-4IC176NwFG.jpg</image><title>Harga Pertalite, Solar dan Pertamax (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - Daftar harga Pertalite, Solar dan Pertamax ternyata masih di bawah standar. Harga BBM di Indonesia hingga kini belum sesuai dengan harga keekonomian.
Harga BBM masih di jual di bawah standar untuk menjaga daya beli masyarakat. Jika melihat harga minyak dunia, harga Pertalite seharusnya Rp17.200.
Berikut adalah fakta daftar harga Pertalite, Solar dan Pertamax yang dirangkum Okezone, Sabtu (16/7/2022).
BACA JUGA:Daftar Harga Pertalite, Pertamax dan Solar di Bawah Standar

1. Harga Keekonomian Solar Subsidi
 
Adapun Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar yang dijual Pertamina sebesar Rp5.150 per liter. Sementara harga keekonomian berada di level Rp18.150 per liter.
Artinya, selisih yang harus ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi mencapai Rp13.000 per liter.
BACA JUGA:BBM Subsidi Dibatasi, Simak Aturan Terbaru Beli Pertalite dan Solar

2. Harga Keekonomian Pertamax
 
Untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Lalu, Pertamax dijual Pertamina Rp12.500 per liter. Untuk harga keekonomian produk Pertamax per Juli 2022 mencapai Rp17.950 per liter.
Ini berarti ada selisih harga jualnya mencapai Rp5.450 per liter.3. Harga Keekonomian Pertalite
Sedangkan harga Pertalite Rp17.200 per liter, bukan Rp7.650. Artinya ada selisih sekitar Rp10.000 yang disubsidi negara.
4. Dilema Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dilema karena  tingginya harga minyak dunia hingga USD100 per barel. Pasalnya hingga  kini masih menahan harga BBM khususnya Pertamax.
&quot;Selain dari minyak kita bisa lihat harga elpiji dalam hal ini gas  juga mengalami kenaikan yang luar biasa sehingga Alhamdulillah  pemerintah juga melihat seperti ini dan kebijakan untuk menahan harga  supaya membantu daya beli masyarakat dan juga menahan inflasi,&quot;  ungkapnya.
5. Harga BBM dan Elpiji Tak Naik
Harga bahan bakar subsidi seperti Pertalite, Solar dan Elpiji 3 kg  tidak naik di tengah adanya penyesuaian harga pada BBM non subsidi.&quot;Walau harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract   Price Aramco (CPA) untuk elpiji masih tinggi, harga BBM bersubsidi tidak   ikut dinaikkan,&quot;ujar Area Manager Communication Relation &amp;amp; CSR   Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, dikutip dari Antara,   Senin (11/7/2022).
6. Harga ICP
Harga minyak ICP per Juni menyentuh angka USD117,62 per barel atau lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022.
Tren harga CPA juga masih tinggi pada Juli mencapai 725 dolar AS per   metrik ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA  sepanjang  2021. Taufikurachman menyebutkan, mulai Minggu, 10 Juli,  Pertamina  melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus  (BBK) atau  BBM non subsidi.</description><content:encoded>JAKARTA - Daftar harga Pertalite, Solar dan Pertamax ternyata masih di bawah standar. Harga BBM di Indonesia hingga kini belum sesuai dengan harga keekonomian.
Harga BBM masih di jual di bawah standar untuk menjaga daya beli masyarakat. Jika melihat harga minyak dunia, harga Pertalite seharusnya Rp17.200.
Berikut adalah fakta daftar harga Pertalite, Solar dan Pertamax yang dirangkum Okezone, Sabtu (16/7/2022).
BACA JUGA:Daftar Harga Pertalite, Pertamax dan Solar di Bawah Standar

1. Harga Keekonomian Solar Subsidi
 
Adapun Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar yang dijual Pertamina sebesar Rp5.150 per liter. Sementara harga keekonomian berada di level Rp18.150 per liter.
Artinya, selisih yang harus ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi mencapai Rp13.000 per liter.
BACA JUGA:BBM Subsidi Dibatasi, Simak Aturan Terbaru Beli Pertalite dan Solar

2. Harga Keekonomian Pertamax
 
Untuk Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Lalu, Pertamax dijual Pertamina Rp12.500 per liter. Untuk harga keekonomian produk Pertamax per Juli 2022 mencapai Rp17.950 per liter.
Ini berarti ada selisih harga jualnya mencapai Rp5.450 per liter.3. Harga Keekonomian Pertalite
Sedangkan harga Pertalite Rp17.200 per liter, bukan Rp7.650. Artinya ada selisih sekitar Rp10.000 yang disubsidi negara.
4. Dilema Pertamina
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dilema karena  tingginya harga minyak dunia hingga USD100 per barel. Pasalnya hingga  kini masih menahan harga BBM khususnya Pertamax.
&quot;Selain dari minyak kita bisa lihat harga elpiji dalam hal ini gas  juga mengalami kenaikan yang luar biasa sehingga Alhamdulillah  pemerintah juga melihat seperti ini dan kebijakan untuk menahan harga  supaya membantu daya beli masyarakat dan juga menahan inflasi,&quot;  ungkapnya.
5. Harga BBM dan Elpiji Tak Naik
Harga bahan bakar subsidi seperti Pertalite, Solar dan Elpiji 3 kg  tidak naik di tengah adanya penyesuaian harga pada BBM non subsidi.&quot;Walau harga Indonesian Crude Price (ICP) untuk BBM dan Contract   Price Aramco (CPA) untuk elpiji masih tinggi, harga BBM bersubsidi tidak   ikut dinaikkan,&quot;ujar Area Manager Communication Relation &amp;amp; CSR   Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman, dikutip dari Antara,   Senin (11/7/2022).
6. Harga ICP
Harga minyak ICP per Juni menyentuh angka USD117,62 per barel atau lebih tinggi sekitar 37% dari harga ICP pada Januari 2022.
Tren harga CPA juga masih tinggi pada Juli mencapai 725 dolar AS per   metrik ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA  sepanjang  2021. Taufikurachman menyebutkan, mulai Minggu, 10 Juli,  Pertamina  melakukan penyesuaian harga untuk produk bahan bakar khusus  (BBK) atau  BBM non subsidi.</content:encoded></item></channel></rss>
