<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perang Rusia Ganggu Rantai Pasok, IMF: Jangan Timbun Stok Pangan!</title><description>Perang Rusia-Ukraina telah mengganggu rantai pasok pangan. Ditambah lagi Rusia memblokade pengiriman pangan Laut Hitam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630566/perang-rusia-ganggu-rantai-pasok-imf-jangan-timbun-stok-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630566/perang-rusia-ganggu-rantai-pasok-imf-jangan-timbun-stok-pangan"/><item><title>Perang Rusia Ganggu Rantai Pasok, IMF: Jangan Timbun Stok Pangan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630566/perang-rusia-ganggu-rantai-pasok-imf-jangan-timbun-stok-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630566/perang-rusia-ganggu-rantai-pasok-imf-jangan-timbun-stok-pangan</guid><pubDate>Sabtu 16 Juli 2022 08:48 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/16/320/2630566/perang-rusia-ganggu-rantai-pasok-imf-jangan-timbun-stok-pangan-yC0kS4tcdm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/16/320/2630566/perang-rusia-ganggu-rantai-pasok-imf-jangan-timbun-stok-pangan-yC0kS4tcdm.jpg</image><title>Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgiva (Foto: Okezone)</title></images><description>BALI - Perang Rusia-Ukraina telah mengganggu rantai pasok pangan. Ditambah lagi Rusia memblokade pengiriman pangan Laut Hitam menjadi penyebab krisis.
Untuk mengurangi dampak dari blokade Rusia, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyarankan negara-negara tidak menimbun stok pangan. Menurutnya, pelepasan stok pangan dibutuhkan sebagai langkah cepat agar bahan pangan bisa tersedia.
BACA JUGA:Menkeu Yellen: Rusia Jadikan Pangan sebagai Senjata Perang

&quot;Dalam jangka pendek, melepaskan stok (pangan) sesuai dan konsisten dengan aturan WTO, dan menemukan solusi diplomatik untuk mengevakuasi biji-bijian dan pupuk yang saat ini diblokir di Ukraina, akan membantu mengatasi ketersediaan dan keterjangkauan pasokan pangan,&quot; ujar Georgieva di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7/2022).
BACA JUGA:Forum High Level Seminar G20, Menko Airlangga Ungkap 3 Upaya Menguatkan Ketahanan Pangan Sebuah Negara

Menurutnya, kondisi rantai pasok yang terganggu sejak pandemi covid-19 diperparah oleh perang yang terjadi di Ukraina. Melansir data World Food Programme (WFP) per Juni 2022, jumlah orang yang mengalami krisis pangan meningkat menjadi 345 juta di 82 negara.&quot;Mereka mengalami rawan pangan akut, yang aksesnya ke untuk mendapat  pangan dalam jangka pendek sangat terbatas hingga nyawa dan mata  pencaharian mereka terancam, ini meningkat menjadi 345 juta di 82 negara  menurut WFP,&quot; ungkapnya.
Dia mengatakan sebanyak 25 negara lainnya terdampak akibat pembatasan  ekspor. Menurutnya, hal ini memperparah krisis pangan hingga dua kali  lipatnya.
&quot;Pasokan (pangan) global yang terus meningkat selama dekade terakhir  perlu dilepaskan untuk menurunkan harga. Semua ini terjadi pada saat  ruang fiskal untuk tindakan pemerintah sudah sangat dibatasi setelah  pandemi Covid-19,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>BALI - Perang Rusia-Ukraina telah mengganggu rantai pasok pangan. Ditambah lagi Rusia memblokade pengiriman pangan Laut Hitam menjadi penyebab krisis.
Untuk mengurangi dampak dari blokade Rusia, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva menyarankan negara-negara tidak menimbun stok pangan. Menurutnya, pelepasan stok pangan dibutuhkan sebagai langkah cepat agar bahan pangan bisa tersedia.
BACA JUGA:Menkeu Yellen: Rusia Jadikan Pangan sebagai Senjata Perang

&quot;Dalam jangka pendek, melepaskan stok (pangan) sesuai dan konsisten dengan aturan WTO, dan menemukan solusi diplomatik untuk mengevakuasi biji-bijian dan pupuk yang saat ini diblokir di Ukraina, akan membantu mengatasi ketersediaan dan keterjangkauan pasokan pangan,&quot; ujar Georgieva di Nusa Dua, Bali, Sabtu (16/7/2022).
BACA JUGA:Forum High Level Seminar G20, Menko Airlangga Ungkap 3 Upaya Menguatkan Ketahanan Pangan Sebuah Negara

Menurutnya, kondisi rantai pasok yang terganggu sejak pandemi covid-19 diperparah oleh perang yang terjadi di Ukraina. Melansir data World Food Programme (WFP) per Juni 2022, jumlah orang yang mengalami krisis pangan meningkat menjadi 345 juta di 82 negara.&quot;Mereka mengalami rawan pangan akut, yang aksesnya ke untuk mendapat  pangan dalam jangka pendek sangat terbatas hingga nyawa dan mata  pencaharian mereka terancam, ini meningkat menjadi 345 juta di 82 negara  menurut WFP,&quot; ungkapnya.
Dia mengatakan sebanyak 25 negara lainnya terdampak akibat pembatasan  ekspor. Menurutnya, hal ini memperparah krisis pangan hingga dua kali  lipatnya.
&quot;Pasokan (pangan) global yang terus meningkat selama dekade terakhir  perlu dilepaskan untuk menurunkan harga. Semua ini terjadi pada saat  ruang fiskal untuk tindakan pemerintah sudah sangat dibatasi setelah  pandemi Covid-19,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
