<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hasil Rapat Menteri Keuangan dan Bank Sentral G20 Selama 2 Hari, Sri Mulyani: Masih Ada Perbedaan</title><description>Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 atau Finance Ministers and Central Bank Governor Meeting telah berakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630758/hasil-rapat-menteri-keuangan-dan-bank-sentral-g20-selama-2-hari-sri-mulyani-masih-ada-perbedaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630758/hasil-rapat-menteri-keuangan-dan-bank-sentral-g20-selama-2-hari-sri-mulyani-masih-ada-perbedaan"/><item><title>Hasil Rapat Menteri Keuangan dan Bank Sentral G20 Selama 2 Hari, Sri Mulyani: Masih Ada Perbedaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630758/hasil-rapat-menteri-keuangan-dan-bank-sentral-g20-selama-2-hari-sri-mulyani-masih-ada-perbedaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/16/320/2630758/hasil-rapat-menteri-keuangan-dan-bank-sentral-g20-selama-2-hari-sri-mulyani-masih-ada-perbedaan</guid><pubDate>Sabtu 16 Juli 2022 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Kurniasih Miftakhul Jannah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/16/320/2630758/hasil-rapat-menteri-keuangan-dan-bank-sentral-g20-selama-2-hari-sri-mulyani-masih-ada-perbedaan-wtC8EFvXqP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menkeu Sri Mulyani Bersama Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/16/320/2630758/hasil-rapat-menteri-keuangan-dan-bank-sentral-g20-selama-2-hari-sri-mulyani-masih-ada-perbedaan-wtC8EFvXqP.jpg</image><title>Menkeu Sri Mulyani Bersama Gubernur Bank Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 atau Finance Ministers and Central Bank Governor Meeting (FMCBG) telah berakhir. Pertemuan ini dilakukan selama dua hari sejak kemarin.
Ini adalah pertemuan ketiga FMCBG pada jalur keuangan (finance track) di bawah Presidensi Indonesia, setelah sebelumnya diselenggarakan pada bulan Februari 2022 di Jakarta dan April 2022 di Washington D.C.
BACA JUGA:Gubernur BI Bagi Oleh-Oleh Batik ke Pimpinan Delegasi G20

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa komitmen yang dihasilkan dalam FMCBG ini. Menurut Sri Mulyani FMCBG menghasilkan kesepakatan luar biasa di tengah memanasnya kondisi Geopolitik.
&quot;Dalam komunikasi semua negara G20 kita sepakat harus melanjutkan upaya mempertahankan G20 sebagai forum global, forum kerjasama ekonomi karena sejarahnya yang sangat panjang sebagai forum khususnya jalur keuangan untuk mendiskusikan tantangan ekonomi global dan risikonya,&quot; kata Sri Mulyani, Sabtu (16/7/2022).
Adapun diskusi selama dua hari ini menghasilkan 14 paragraf pernyataan bersama antara negara G20. Namun tidak semua poin disepakati.
BACA JUGA:Pertemuan G20 Indonesia Bahas Pengembangan Teknologi Metaverse

&quot;Hanya dua paragraf yang tidak sepakati bersama, ini merefleksikan masing-masing negara punya isu dan mereka punya langkah yang belum bisa direkonsiliasi,&quot; ungkapnya.Untuk diketahui, Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G20 yang digelar di Bali ini bertujuan mendorong ekonomi global mencapai pemulihan bersama yang lebih kuat di tengah meningkatnya tantangan yang semakin mengemuka.
Rangkaian pertemuan ketiga FMCBG pada Presidensi G20 Indonesia ini dihadiri oleh delegasi asing secara fisik dengan jumlah terbesar selama periode Presidensi G20 Indonesia. Secara akumulatif, sebanyak 407 delegasi asing hadir secara fisik di Bali dan 120 delegasi hadir secara virtual. Di samping itu, tercatat 19 Menteri Keuangan&amp;sup1; dan 11 Gubernur Bank Sentral&amp;sup2; hadir secara fisik.
Dalam kesempatan ini, Presidensi G20 Indonesia kembali mengundang Menteri Keuangan Ukraina untuk hadir secara virtual. Kehadiran mayoritas delegasi negara G20, negara terundang (invitees), dan organisasi internasional secara fisik di Bali menunjukkan keseriusan dan komitmen global untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia dan mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya tantangan global.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 atau Finance Ministers and Central Bank Governor Meeting (FMCBG) telah berakhir. Pertemuan ini dilakukan selama dua hari sejak kemarin.
Ini adalah pertemuan ketiga FMCBG pada jalur keuangan (finance track) di bawah Presidensi Indonesia, setelah sebelumnya diselenggarakan pada bulan Februari 2022 di Jakarta dan April 2022 di Washington D.C.
BACA JUGA:Gubernur BI Bagi Oleh-Oleh Batik ke Pimpinan Delegasi G20

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa komitmen yang dihasilkan dalam FMCBG ini. Menurut Sri Mulyani FMCBG menghasilkan kesepakatan luar biasa di tengah memanasnya kondisi Geopolitik.
&quot;Dalam komunikasi semua negara G20 kita sepakat harus melanjutkan upaya mempertahankan G20 sebagai forum global, forum kerjasama ekonomi karena sejarahnya yang sangat panjang sebagai forum khususnya jalur keuangan untuk mendiskusikan tantangan ekonomi global dan risikonya,&quot; kata Sri Mulyani, Sabtu (16/7/2022).
Adapun diskusi selama dua hari ini menghasilkan 14 paragraf pernyataan bersama antara negara G20. Namun tidak semua poin disepakati.
BACA JUGA:Pertemuan G20 Indonesia Bahas Pengembangan Teknologi Metaverse

&quot;Hanya dua paragraf yang tidak sepakati bersama, ini merefleksikan masing-masing negara punya isu dan mereka punya langkah yang belum bisa direkonsiliasi,&quot; ungkapnya.Untuk diketahui, Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara G20 yang digelar di Bali ini bertujuan mendorong ekonomi global mencapai pemulihan bersama yang lebih kuat di tengah meningkatnya tantangan yang semakin mengemuka.
Rangkaian pertemuan ketiga FMCBG pada Presidensi G20 Indonesia ini dihadiri oleh delegasi asing secara fisik dengan jumlah terbesar selama periode Presidensi G20 Indonesia. Secara akumulatif, sebanyak 407 delegasi asing hadir secara fisik di Bali dan 120 delegasi hadir secara virtual. Di samping itu, tercatat 19 Menteri Keuangan&amp;sup1; dan 11 Gubernur Bank Sentral&amp;sup2; hadir secara fisik.
Dalam kesempatan ini, Presidensi G20 Indonesia kembali mengundang Menteri Keuangan Ukraina untuk hadir secara virtual. Kehadiran mayoritas delegasi negara G20, negara terundang (invitees), dan organisasi internasional secara fisik di Bali menunjukkan keseriusan dan komitmen global untuk mendukung Presidensi G20 Indonesia dan mendorong pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya tantangan global.</content:encoded></item></channel></rss>
