<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 15,04%, Indonesia Ekspor Produk Perikanan ke AS hingga Jepang</title><description>Nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD2,26 miliar pada periode Januari-Mei 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/18/320/2631722/naik-15-04-indonesia-ekspor-produk-perikanan-ke-as-hingga-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/18/320/2631722/naik-15-04-indonesia-ekspor-produk-perikanan-ke-as-hingga-jepang"/><item><title>Naik 15,04%, Indonesia Ekspor Produk Perikanan ke AS hingga Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/18/320/2631722/naik-15-04-indonesia-ekspor-produk-perikanan-ke-as-hingga-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/18/320/2631722/naik-15-04-indonesia-ekspor-produk-perikanan-ke-as-hingga-jepang</guid><pubDate>Senin 18 Juli 2022 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/18/320/2631722/naik-15-04-indonesia-ekspor-produk-perikanan-ke-as-hingga-jepang-va12PDNfuE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor nilai perikanan alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/18/320/2631722/naik-15-04-indonesia-ekspor-produk-perikanan-ke-as-hingga-jepang-va12PDNfuE.jpg</image><title>Ekspor nilai perikanan alami kenaikan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD2,26 miliar pada periode Januari-Mei 2022. Jumlah tersebut naik 15,04% YoY dari USD1,96 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Untuk produk udang dan olahannya selama Januari-Mei 2022 pun mengalami peningkatan sebesar 17,56% (YoY) atau mencapai USD1,27 miliar (naik dari USD1,08 miliar pada Januari-Mei 2021). Berdasarkan jenis komoditas, ekspor udang Indonesia didominasi oleh lobster, udang kecil (shrimp), udang besar (prawn) dengan negara tujuan ekspor utamanya adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand.
BACA JUGA:Harga CPO Naik Tipis, Indonesia Gercep Lakukan Ekspor

Produk udang dan olahannya asal Jawa Timur, Indonesia, berpotensi besar memenuhi kebutuhan pasar global. Berdasarkan data dari International Trade Center, nilai ekspor Perikanan (HS 03 dan 1603-1605) Dunia di pasar global pada tahun 2021 mencapai USD164,24 miliar (naik 15,34% yoy). Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor Perikanan Dunia secara rata-rata meningkat 3,23% per tahun. Secara spesifik untuk produk udang dan olahannya (HS 0306 dan 1605), pada tahun 2021 mencapai USD48,36 miliar (meningkat 26,27% yoy pada 2021).
Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor udang dan olahannya dunia secara rata-rata meningkat 4,91 % per tahun. Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor komoditas perikanan dan menempati peringkat 11 dunia, selain itu juga menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 3,2% pada 2021 (atau mencapai USD5,26 miliar). Adapun lima negara pengekspor utama komoditas perikanan di dunia adalah Tiongkok, Norwegia, Vietnam, India dan Kanada.
BACA JUGA:Pungutan Ekspor Dibebaskan, Penerimaan Negara Aman?

Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani menjelaskan, khusus untuk produk udang dan olahannya, Indonesia mampu menempati peringkat keenam setelah India, Ekuador, Tiongkok, Kanada dan Vietnam. Nilai ekspor udang dan olahannya Indonesia pada 2021
mencapai USD2,92 miliar atau berkontribusi 6,03% terhadap total ekspor udang dan olahannya dunia pada 2021. Jika dibandingkan terhadap total ekspor perikanan Indonesia, maka ekspor udang dan olahannya Indonesia berkontribusi sebesar 55,41%.Melihat potensi tersebut, Indonesia Eximbank Lembaga Pembiayaan  Ekspor Indonesia (LPEI) baru-baru ini meresmikan Desa Devisa Kluster  Udang di Situbondo yang disaksikan Wakil Bupati Situbondo Hj. Khoirani  S.Pd., M.H (15/7). Sebagai lembaga khusus Special Mission Vehicle  Kementerian Keuangan, LPEI selalu mendukung pelaku usaha mikro, kecil  dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor melalui berbagai program  dan diantaranya adalah Program Desa Devisa.
Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso menjelaskan, LPEI terus  bersinergi dengan pemerintah baik pusat dan juga daerah, pemangku  kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi suatu wilayah. Untuk  itu, melalui Program Desa Devisa, LPEI hadir membantu para pelaku usaha  untuk ditingkatkan kapasitasnya, baik dari sisi knowledge maupun aspek  produksinya.
&quot;Diberikan pelatihan, pendampingan agar mampu membangun produk yang  berstandar internasional. Program Desa Devisa ini juga selain memajukan  produk atau komoditas, juga memiliki tujuan yaitu meningkatkan ekonomi  dan kesejahteraan masyarakatnya. Kalau produknya memiliki daya saing  tinggi, artinya harga jualnya juga bagus, maka secara tidak langsung,  masyarakatnya akan makmur,&quot; ucapnya.
&amp;ldquo;Desa Devisa Kluster Udang ini merupakan binaan bersama antara LPEI  dengan salah satu debitur kami, Panca Mitra Multiperdana (PMMP). Hasil  panen udang dari Desa Devisa ini akan dijual kepada PMMP, jadi  kualitasnya terjamin. Kami berharap kedepannya akan banyak lagi Desa  Devisa dengan mengangkat skema bisnis seperti ini,&amp;rdquo; tutur Riyani.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Nilai ekspor perikanan Indonesia mencapai USD2,26 miliar pada periode Januari-Mei 2022. Jumlah tersebut naik 15,04% YoY dari USD1,96 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Untuk produk udang dan olahannya selama Januari-Mei 2022 pun mengalami peningkatan sebesar 17,56% (YoY) atau mencapai USD1,27 miliar (naik dari USD1,08 miliar pada Januari-Mei 2021). Berdasarkan jenis komoditas, ekspor udang Indonesia didominasi oleh lobster, udang kecil (shrimp), udang besar (prawn) dengan negara tujuan ekspor utamanya adalah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam dan Thailand.
BACA JUGA:Harga CPO Naik Tipis, Indonesia Gercep Lakukan Ekspor

Produk udang dan olahannya asal Jawa Timur, Indonesia, berpotensi besar memenuhi kebutuhan pasar global. Berdasarkan data dari International Trade Center, nilai ekspor Perikanan (HS 03 dan 1603-1605) Dunia di pasar global pada tahun 2021 mencapai USD164,24 miliar (naik 15,34% yoy). Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor Perikanan Dunia secara rata-rata meningkat 3,23% per tahun. Secara spesifik untuk produk udang dan olahannya (HS 0306 dan 1605), pada tahun 2021 mencapai USD48,36 miliar (meningkat 26,27% yoy pada 2021).
Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor udang dan olahannya dunia secara rata-rata meningkat 4,91 % per tahun. Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor komoditas perikanan dan menempati peringkat 11 dunia, selain itu juga menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 3,2% pada 2021 (atau mencapai USD5,26 miliar). Adapun lima negara pengekspor utama komoditas perikanan di dunia adalah Tiongkok, Norwegia, Vietnam, India dan Kanada.
BACA JUGA:Pungutan Ekspor Dibebaskan, Penerimaan Negara Aman?

Kepala Divisi IEB Institute, Rini Satriani menjelaskan, khusus untuk produk udang dan olahannya, Indonesia mampu menempati peringkat keenam setelah India, Ekuador, Tiongkok, Kanada dan Vietnam. Nilai ekspor udang dan olahannya Indonesia pada 2021
mencapai USD2,92 miliar atau berkontribusi 6,03% terhadap total ekspor udang dan olahannya dunia pada 2021. Jika dibandingkan terhadap total ekspor perikanan Indonesia, maka ekspor udang dan olahannya Indonesia berkontribusi sebesar 55,41%.Melihat potensi tersebut, Indonesia Eximbank Lembaga Pembiayaan  Ekspor Indonesia (LPEI) baru-baru ini meresmikan Desa Devisa Kluster  Udang di Situbondo yang disaksikan Wakil Bupati Situbondo Hj. Khoirani  S.Pd., M.H (15/7). Sebagai lembaga khusus Special Mission Vehicle  Kementerian Keuangan, LPEI selalu mendukung pelaku usaha mikro, kecil  dan menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor melalui berbagai program  dan diantaranya adalah Program Desa Devisa.
Direktur Eksekutif LPEI, Riyani Tirtoso menjelaskan, LPEI terus  bersinergi dengan pemerintah baik pusat dan juga daerah, pemangku  kepentingan lainnya dalam mengembangkan potensi suatu wilayah. Untuk  itu, melalui Program Desa Devisa, LPEI hadir membantu para pelaku usaha  untuk ditingkatkan kapasitasnya, baik dari sisi knowledge maupun aspek  produksinya.
&quot;Diberikan pelatihan, pendampingan agar mampu membangun produk yang  berstandar internasional. Program Desa Devisa ini juga selain memajukan  produk atau komoditas, juga memiliki tujuan yaitu meningkatkan ekonomi  dan kesejahteraan masyarakatnya. Kalau produknya memiliki daya saing  tinggi, artinya harga jualnya juga bagus, maka secara tidak langsung,  masyarakatnya akan makmur,&quot; ucapnya.
&amp;ldquo;Desa Devisa Kluster Udang ini merupakan binaan bersama antara LPEI  dengan salah satu debitur kami, Panca Mitra Multiperdana (PMMP). Hasil  panen udang dari Desa Devisa ini akan dijual kepada PMMP, jadi  kualitasnya terjamin. Kami berharap kedepannya akan banyak lagi Desa  Devisa dengan mengangkat skema bisnis seperti ini,&amp;rdquo; tutur Riyani.</content:encoded></item></channel></rss>
