<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesan Wamenparekraf pada Delegasi KTT Y20: Wujudkan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan!</title><description>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengajak delegasi &amp;ldquo;KTT Y20&amp;rdquo; untuk  berperan aktif mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632881/pesan-wamenparekraf-pada-delegasi-ktt-y20-wujudkan-pariwisata-berkualitas-berkelanjutan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632881/pesan-wamenparekraf-pada-delegasi-ktt-y20-wujudkan-pariwisata-berkualitas-berkelanjutan"/><item><title>Pesan Wamenparekraf pada Delegasi KTT Y20: Wujudkan Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632881/pesan-wamenparekraf-pada-delegasi-ktt-y20-wujudkan-pariwisata-berkualitas-berkelanjutan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632881/pesan-wamenparekraf-pada-delegasi-ktt-y20-wujudkan-pariwisata-berkualitas-berkelanjutan</guid><pubDate>Rabu 20 Juli 2022 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/20/320/2632881/pesan-wamenparekraf-pada-delegasi-ktt-y20-wujudkan-pariwisata-berkualitas-berkelanjutan-xT6vY30Y78.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo bicara di Y20 (Foto: Kemenparekraf)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/20/320/2632881/pesan-wamenparekraf-pada-delegasi-ktt-y20-wujudkan-pariwisata-berkualitas-berkelanjutan-xT6vY30Y78.jpg</image><title>Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo bicara di Y20 (Foto: Kemenparekraf)</title></images><description>JAKARTA - Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengajak delegasi &amp;ldquo;KTT Y20&amp;rdquo; untuk berperan aktif mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (generasi muda) dan pengarusutamaan gender.
&amp;ldquo;Agar pada akhirnya kita bisa memperkuat ketahanan masyarakat dalam mendukung kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja pascapandemi COVID-19,&amp;rdquo; kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital &amp;amp; Kreatif itu-- dalam talkshow &quot;KTT Y20&quot; yang mengusung tema &quot;Youth at the Forefront of Diversity and Inclusion in the G20&quot;, Selasa (19/7/2022) malam di Hotel Shangri La, Jakarta.
BACA JUGA:Pacu Pariwisata Berkelanjutan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Berikan Manfaatnya ke Generasi Penerus

&amp;ldquo;KTT Y20&amp;rdquo; merupakan wadah resmi para pemuda dari seluruh negara anggota G20 untuk dapat berdialog dalam meningkatkan kesadaran terhadap persoalan global, bertukar ide, berargumen, bernegosiasi, hingga mencapai konsensus yang nantinya akan disampaikan sebagai rekomendasi kepada pemimpin G20.
Angela mengatakan, pariwisata yang berkelanjutan akan memberikan pengalaman yang lebih kepada wisatawan. Pariwisata berkelanjutan yang berkualitas memaksimalkan pada pemberian pengalaman baik kepada wisatawan di suatu destinasi.
BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Berkomitmen Atasi Isu Iklim Melalui Ekowisata


Selain berwisata, di saat yang sama aktivitas pariwisata juga fokus untuk mengangkat martabat budaya lokal dan kearifan masyarakat, memaksimalkan pembangunan ekonomi bagi masyarakat setempat, dan melestarikan kesejahteraan lingkungan. Indonesia dengan berbagai kekayaan sumber daya alam dan kebudayaan dikatakan Angela, memiliki potensi yang tinggi dalam mewujudkan hal tersebut.
&quot;Pariwisata berkelanjutan sangat membantu kita untuk melestarikan lingkungan, budaya, dan memberikan dampak sosial ekonomi yang positif. Jadi, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kami sudah berupaya mengarusutamakan konsep pariwisata berkelanjutan. Mengapa? karena kami melihat manfaatnya dan kami melihat bahwa jika kami membangun pariwisata berkelanjutan di Indonesia maka akan bisa menjadi nilai jual yang unik bagi Indonesia,&quot; kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.Selain itu, berdasarkan studi yang telah banyak dilakukan, bahwa saat  ini tingkat kesadaran masyarakat terhadap isu-isu keberlanjutan sudah  sangat tinggi. Terlebih adanya pandemi COVID-19 semakin meningkatkan  kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
&quot;Ini bukan hanya konsep, bukan lagi teori, ini kesempatan kita untuk  meraihnya bersama. Kita harus membangun pariwisata berkelanjutan,&quot; kata  Angela.
Untuk itu, lanjut Angela, kita perlu memperkuat ekosistem penggerak untuk praktik-praktik berkelanjutan di sektor pariwisata.
&quot;Saya percaya akan ada banyak investasi terhadap sektor ini dan  itulah yang telah kami lakukan. Kami juga telah meluncurkan program  Carbon Footprint serta berbagai program tentang pengelolaan sampah di  destinasi. Dan kami tahu kami harus berbuat lebih banyak dan semoga  dengan keterlibatan generasi muda (delegasi Y20), kita bisa berbuat  lebih banyak di masa depan,&quot; kata Angela.
Di kesempatan itu Wamenparekraf Angela juga mengundang delegasi &amp;ldquo;KTT  Y20&amp;rdquo; untuk dapat mendukung penuh berbagai rekomendasi yang tertuang  dalam rekomendasi dari hasil Tourism Working Group yang telah dilakukan  sebelumnya di Bali. Di mana satu dari lima pilar rekomendasi tersebut,  adalah pemberdayaan perempuan dan generasi muda yang tangguh di sektor  pariwisata dan ekonomi kreatif.
Berbagai isu telah diangkat dalam kelompok kerja pariwisata, termasuk  mengatasi kesenjangan upah gender di sektor pariwisata, memajukan peran  perempuan, dan memberikan pelatihan yang tepat bagi kaum muda.
&quot;Banyak hal yang dapat dilakukan oleh delegasi Y20 dan kaum muda  untuk mendukung rekomendasi TWG. Namun, ada tiga tindakan yang saya  ingin sebutkan terkait pentingnya partisipasi pemuda. Yakni dalam  diskusi kebijakan, pengarusutamaan gender, dan keterlibatan bersama  dengan masyarakat,&quot; kata Wamenparekraf Angela.Pedoman G20 Bali akan menjadi landasan kebijakan masa depan yang   membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi masalah   saat ini dan masa depan.
&quot;Berpartisipasi dalam acara Y20 bermanfaat, tidak hanya untuk diri   Anda sendiri, tetapi dalam arti yang lebih luas, bermanfaat bagi kami,   para pembuat kebijakan, karena Y20 memberikan umpan balik yang   konstruktif kepada pemerintah G20 dan negara-negara undangan. Kami juga   senang jika Anda dapat menghadiri diskusi kami sebagai pengamat di  Pokja  Pariwisata ke-2 pada 23 September 2022,&quot; kata Angela.
Di sisi lain, Wamenparekraf Angela juga mengajak generasi muda untuk   dapat memperkuat literasi digital guna mencegah penyebaran konten   negatif seperti berita palsu atau konten kebencian. Namun, di sisi lain   kebebasan berekspresi dari ide dan kreativitas tetap terjaga.
&quot;Kami percaya bahwa literasi digital adalah dasar untuk mengubah   interaksi dan koneksi manusia, itu akan mengubah cara konektivitas   mempengaruhi umat manusia dalam jangka panjang,&quot; kata Angela.
Terlebih bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin di sektor ekonomi kreatif sub sektor media digital.
&quot;Tanpa pengetahuan tersebut, para pekerja di sektor ekonomi kreatif   rentan terhadap misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang   beredar bebas di berbagai platform. Kita harus menyadari bahwa kita   memiliki wewenang dan hak istimewa untuk memutuskan apa yang akan   diunggah di media sosial, oleh karena itu, berpikirlah dengan bijak   sebelum mengunggah sesuatu,&quot; kata Wamenparekraf Angela.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan   Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu.</description><content:encoded>JAKARTA - Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengajak delegasi &amp;ldquo;KTT Y20&amp;rdquo; untuk berperan aktif mewujudkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (generasi muda) dan pengarusutamaan gender.
&amp;ldquo;Agar pada akhirnya kita bisa memperkuat ketahanan masyarakat dalam mendukung kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja pascapandemi COVID-19,&amp;rdquo; kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital &amp;amp; Kreatif itu-- dalam talkshow &quot;KTT Y20&quot; yang mengusung tema &quot;Youth at the Forefront of Diversity and Inclusion in the G20&quot;, Selasa (19/7/2022) malam di Hotel Shangri La, Jakarta.
BACA JUGA:Pacu Pariwisata Berkelanjutan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo: Berikan Manfaatnya ke Generasi Penerus

&amp;ldquo;KTT Y20&amp;rdquo; merupakan wadah resmi para pemuda dari seluruh negara anggota G20 untuk dapat berdialog dalam meningkatkan kesadaran terhadap persoalan global, bertukar ide, berargumen, bernegosiasi, hingga mencapai konsensus yang nantinya akan disampaikan sebagai rekomendasi kepada pemimpin G20.
Angela mengatakan, pariwisata yang berkelanjutan akan memberikan pengalaman yang lebih kepada wisatawan. Pariwisata berkelanjutan yang berkualitas memaksimalkan pada pemberian pengalaman baik kepada wisatawan di suatu destinasi.
BACA JUGA:Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Berkomitmen Atasi Isu Iklim Melalui Ekowisata


Selain berwisata, di saat yang sama aktivitas pariwisata juga fokus untuk mengangkat martabat budaya lokal dan kearifan masyarakat, memaksimalkan pembangunan ekonomi bagi masyarakat setempat, dan melestarikan kesejahteraan lingkungan. Indonesia dengan berbagai kekayaan sumber daya alam dan kebudayaan dikatakan Angela, memiliki potensi yang tinggi dalam mewujudkan hal tersebut.
&quot;Pariwisata berkelanjutan sangat membantu kita untuk melestarikan lingkungan, budaya, dan memberikan dampak sosial ekonomi yang positif. Jadi, di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kami sudah berupaya mengarusutamakan konsep pariwisata berkelanjutan. Mengapa? karena kami melihat manfaatnya dan kami melihat bahwa jika kami membangun pariwisata berkelanjutan di Indonesia maka akan bisa menjadi nilai jual yang unik bagi Indonesia,&quot; kata Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo.Selain itu, berdasarkan studi yang telah banyak dilakukan, bahwa saat  ini tingkat kesadaran masyarakat terhadap isu-isu keberlanjutan sudah  sangat tinggi. Terlebih adanya pandemi COVID-19 semakin meningkatkan  kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
&quot;Ini bukan hanya konsep, bukan lagi teori, ini kesempatan kita untuk  meraihnya bersama. Kita harus membangun pariwisata berkelanjutan,&quot; kata  Angela.
Untuk itu, lanjut Angela, kita perlu memperkuat ekosistem penggerak untuk praktik-praktik berkelanjutan di sektor pariwisata.
&quot;Saya percaya akan ada banyak investasi terhadap sektor ini dan  itulah yang telah kami lakukan. Kami juga telah meluncurkan program  Carbon Footprint serta berbagai program tentang pengelolaan sampah di  destinasi. Dan kami tahu kami harus berbuat lebih banyak dan semoga  dengan keterlibatan generasi muda (delegasi Y20), kita bisa berbuat  lebih banyak di masa depan,&quot; kata Angela.
Di kesempatan itu Wamenparekraf Angela juga mengundang delegasi &amp;ldquo;KTT  Y20&amp;rdquo; untuk dapat mendukung penuh berbagai rekomendasi yang tertuang  dalam rekomendasi dari hasil Tourism Working Group yang telah dilakukan  sebelumnya di Bali. Di mana satu dari lima pilar rekomendasi tersebut,  adalah pemberdayaan perempuan dan generasi muda yang tangguh di sektor  pariwisata dan ekonomi kreatif.
Berbagai isu telah diangkat dalam kelompok kerja pariwisata, termasuk  mengatasi kesenjangan upah gender di sektor pariwisata, memajukan peran  perempuan, dan memberikan pelatihan yang tepat bagi kaum muda.
&quot;Banyak hal yang dapat dilakukan oleh delegasi Y20 dan kaum muda  untuk mendukung rekomendasi TWG. Namun, ada tiga tindakan yang saya  ingin sebutkan terkait pentingnya partisipasi pemuda. Yakni dalam  diskusi kebijakan, pengarusutamaan gender, dan keterlibatan bersama  dengan masyarakat,&quot; kata Wamenparekraf Angela.Pedoman G20 Bali akan menjadi landasan kebijakan masa depan yang   membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menghadapi masalah   saat ini dan masa depan.
&quot;Berpartisipasi dalam acara Y20 bermanfaat, tidak hanya untuk diri   Anda sendiri, tetapi dalam arti yang lebih luas, bermanfaat bagi kami,   para pembuat kebijakan, karena Y20 memberikan umpan balik yang   konstruktif kepada pemerintah G20 dan negara-negara undangan. Kami juga   senang jika Anda dapat menghadiri diskusi kami sebagai pengamat di  Pokja  Pariwisata ke-2 pada 23 September 2022,&quot; kata Angela.
Di sisi lain, Wamenparekraf Angela juga mengajak generasi muda untuk   dapat memperkuat literasi digital guna mencegah penyebaran konten   negatif seperti berita palsu atau konten kebencian. Namun, di sisi lain   kebebasan berekspresi dari ide dan kreativitas tetap terjaga.
&quot;Kami percaya bahwa literasi digital adalah dasar untuk mengubah   interaksi dan koneksi manusia, itu akan mengubah cara konektivitas   mempengaruhi umat manusia dalam jangka panjang,&quot; kata Angela.
Terlebih bagi generasi muda yang akan menjadi pemimpin di sektor ekonomi kreatif sub sektor media digital.
&quot;Tanpa pengetahuan tersebut, para pekerja di sektor ekonomi kreatif   rentan terhadap misinformasi, disinformasi, dan malinformasi yang   beredar bebas di berbagai platform. Kita harus menyadari bahwa kita   memiliki wewenang dan hak istimewa untuk memutuskan apa yang akan   diunggah di media sosial, oleh karena itu, berpikirlah dengan bijak   sebelum mengunggah sesuatu,&quot; kata Wamenparekraf Angela.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Pengembangan   Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu.</content:encoded></item></channel></rss>
