<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NIK Jadi NPWP, Sri Mulyani: Sudah Coba Login Pajak Belum?</title><description>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat untuk login  ke laman pajak di pajak.go.id menggunakan Nomor Induk Kependudukan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632903/nik-jadi-npwp-sri-mulyani-sudah-coba-login-pajak-belum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632903/nik-jadi-npwp-sri-mulyani-sudah-coba-login-pajak-belum"/><item><title>NIK Jadi NPWP, Sri Mulyani: Sudah Coba Login Pajak Belum?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632903/nik-jadi-npwp-sri-mulyani-sudah-coba-login-pajak-belum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2632903/nik-jadi-npwp-sri-mulyani-sudah-coba-login-pajak-belum</guid><pubDate>Rabu 20 Juli 2022 12:24 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/20/320/2632903/nik-jadi-npwp-sri-mulyani-sudah-coba-login-pajak-belum-tyJKPg9N2p.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani ajak masyarakat login pajak pakai NIK (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/20/320/2632903/nik-jadi-npwp-sri-mulyani-sudah-coba-login-pajak-belum-tyJKPg9N2p.jpg</image><title>Sri Mulyani ajak masyarakat login pajak pakai NIK (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat untuk login ke laman pajak di pajak.go.id menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
&quot;Sudah coba login pajak.go.id pakai NIK? Saya sudah mencobanya sendiri kemarin (19/7), saat peresmian implementasi NIK sebagai NPWP dalam rangkaian acara Peringatan Hari Pajak ke-77. Selain bertujuan menyederhanakan perpajakan, penggantian NIK sebagai NPWP ini juga merupakan bagian dari reformasi perpajakan jilid 2 yang dilakukan @ditjenpajakri,&quot; ujar Sri dalam akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Rabu(20/7/2022).
BACA JUGA:#StopBayarPajak, Sri Mulyani Ungkap Peran Penting Pajak

Berdasarkan sejarahnya, Hari Pajak telah ditetapkan sejak sebelum Indonesia merdeka, yaitu tanggal 14 Juli 1945. Penetapan ini didasarkan pada tujuan bahwa untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia harus memiliki landasan perpajakan yang baik agar memiliki penerimaan yang kuat.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Yang Tidak Bayar Pajak Berarti Anda Tidak Ingin Tinggal di Indonesia

Mengacu pada hal tersebut, UU Harmonisasi Perpajakan lahir sebagai omnibus law untuk mengakselerasi reformasi perpajakan jilid 2. Karena perekonomian dunia berubah, tantangan global semakin rumit, juga dalam rangka menghindari kecurangan di bidang perpajakan, maka kebutuhan akan reformasi perpajakan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Tak hanya memperluas basis pemajakan, reformasi ini juga mendorong terbentuknya sistem perpajakan berbasis digital.&quot;Dengan begitu, kita dapat mengakses layanan perpajakan secara daring  kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan respons otomatis dari  sistem, tentu layanan daring ini dapat menjadi solusi untuk sistem  perpajakan yang lebih efektif dan efisien,&quot; ungkap Sri.
Dia juga berterima kasih kepada seluruh stakeholder, perwakilan  kelompok pengusaha, lembaga internasional, juga institusi dan lembaga  yang terus berkontribusi dalam transformasi perpajakan Indonesia, juga  kepada para narasumber yang turut berbincang pada rangkaian peringatan  Hari Pajak.
&quot;Semoga seluruh upaya kita untuk menghimpun penerimaan negara yang  sehat, kuat, dan kredibel akan membawa kemajuan bagi Indonesia,&quot; pungkas  Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak masyarakat untuk login ke laman pajak di pajak.go.id menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
&quot;Sudah coba login pajak.go.id pakai NIK? Saya sudah mencobanya sendiri kemarin (19/7), saat peresmian implementasi NIK sebagai NPWP dalam rangkaian acara Peringatan Hari Pajak ke-77. Selain bertujuan menyederhanakan perpajakan, penggantian NIK sebagai NPWP ini juga merupakan bagian dari reformasi perpajakan jilid 2 yang dilakukan @ditjenpajakri,&quot; ujar Sri dalam akun Instagramnya @smindrawati di Jakarta, Rabu(20/7/2022).
BACA JUGA:#StopBayarPajak, Sri Mulyani Ungkap Peran Penting Pajak

Berdasarkan sejarahnya, Hari Pajak telah ditetapkan sejak sebelum Indonesia merdeka, yaitu tanggal 14 Juli 1945. Penetapan ini didasarkan pada tujuan bahwa untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, Indonesia harus memiliki landasan perpajakan yang baik agar memiliki penerimaan yang kuat.
BACA JUGA:Sri Mulyani: Yang Tidak Bayar Pajak Berarti Anda Tidak Ingin Tinggal di Indonesia

Mengacu pada hal tersebut, UU Harmonisasi Perpajakan lahir sebagai omnibus law untuk mengakselerasi reformasi perpajakan jilid 2. Karena perekonomian dunia berubah, tantangan global semakin rumit, juga dalam rangka menghindari kecurangan di bidang perpajakan, maka kebutuhan akan reformasi perpajakan menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan.
Tak hanya memperluas basis pemajakan, reformasi ini juga mendorong terbentuknya sistem perpajakan berbasis digital.&quot;Dengan begitu, kita dapat mengakses layanan perpajakan secara daring  kapan saja dan di mana saja. Dengan dukungan respons otomatis dari  sistem, tentu layanan daring ini dapat menjadi solusi untuk sistem  perpajakan yang lebih efektif dan efisien,&quot; ungkap Sri.
Dia juga berterima kasih kepada seluruh stakeholder, perwakilan  kelompok pengusaha, lembaga internasional, juga institusi dan lembaga  yang terus berkontribusi dalam transformasi perpajakan Indonesia, juga  kepada para narasumber yang turut berbincang pada rangkaian peringatan  Hari Pajak.
&quot;Semoga seluruh upaya kita untuk menghimpun penerimaan negara yang  sehat, kuat, dan kredibel akan membawa kemajuan bagi Indonesia,&quot; pungkas  Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
