<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Kuartal II-2022 Diramal Tumbuh 5,5%</title><description>Eko Listiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 bisa mencapai 5,5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2633171/ekonomi-ri-kuartal-ii-2022-diramal-tumbuh-5-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2633171/ekonomi-ri-kuartal-ii-2022-diramal-tumbuh-5-5"/><item><title>Ekonomi RI Kuartal II-2022 Diramal Tumbuh 5,5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2633171/ekonomi-ri-kuartal-ii-2022-diramal-tumbuh-5-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/20/320/2633171/ekonomi-ri-kuartal-ii-2022-diramal-tumbuh-5-5</guid><pubDate>Rabu 20 Juli 2022 16:43 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/20/320/2633171/ekonomi-ri-kuartal-ii-2022-diramal-tumbuh-5-5-7AEubloJkW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/20/320/2633171/ekonomi-ri-kuartal-ii-2022-diramal-tumbuh-5-5-7AEubloJkW.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Deputy Director Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 bisa mencapai 5,5% secara year on year (yoy).
Eko mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh momentum libur lebaran yang membuat mobilitas masyarakat relatif meningkat. Ditambah, aktivitas mudik yang membuat pergerakan transportasi meningkat signifikan.
BACA JUGA:LRT Jabodebek Disebut Bawa Dampak Baik untuk Ekonomi RI

&quot;Pergerakan orang dan transportasi selama triwulan II relatif meningkat dan menuju normal, dibanding triwulan II tahun lalu,&quot; ujar Eko dikutip Antara, Rabu (20/7/2022).
Apabila pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai angka itu, lanjut dia, akan muncul optimisme perekonomian yang berpengaruh terhadap kurs rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks keyakinan konsumen dan indeks tendensi bisnis.
&quot;Pengaruhnya ke optimisme perekonomian,&quot; ujar Eko.
BACA JUGA:Dunia Akui Kekuatan Ekonomi RI di Tengah Krisis Global

Namun, ia tidak memungkiri kedepan tetap akan ada risiko ekonomi dari peningkatan angka inflasi. Hal ini bisa berasal dari inflasi komponen bergejolak, inflasi inti serta inflasi harga-harga yang diatur oleh pemerintah.Selain itu, tambah dia, nilai tukar rupiah ke depan masih akan menghadapi tekanan seiring agresivitas kenaikan suku bunga oleh The Fed. Lalu, risiko resesi global juga dapat menurunkan permintaan ekspor.
&quot;Meskipun Indonesia kemungkinan tidak akan mengalami resesi di tahun ini,&quot; ujar Eko.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II di kisaran 4,8 hingga 5,3 persen (yoy) yang didukung membaiknya konsumsi rumah tangga, investasi, hingga ekspor dan impor.</description><content:encoded>JAKARTA - Deputy Director Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 bisa mencapai 5,5% secara year on year (yoy).
Eko mengatakan pertumbuhan ini didorong oleh momentum libur lebaran yang membuat mobilitas masyarakat relatif meningkat. Ditambah, aktivitas mudik yang membuat pergerakan transportasi meningkat signifikan.
BACA JUGA:LRT Jabodebek Disebut Bawa Dampak Baik untuk Ekonomi RI

&quot;Pergerakan orang dan transportasi selama triwulan II relatif meningkat dan menuju normal, dibanding triwulan II tahun lalu,&quot; ujar Eko dikutip Antara, Rabu (20/7/2022).
Apabila pertumbuhan ekonomi kuartal II mencapai angka itu, lanjut dia, akan muncul optimisme perekonomian yang berpengaruh terhadap kurs rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks keyakinan konsumen dan indeks tendensi bisnis.
&quot;Pengaruhnya ke optimisme perekonomian,&quot; ujar Eko.
BACA JUGA:Dunia Akui Kekuatan Ekonomi RI di Tengah Krisis Global

Namun, ia tidak memungkiri kedepan tetap akan ada risiko ekonomi dari peningkatan angka inflasi. Hal ini bisa berasal dari inflasi komponen bergejolak, inflasi inti serta inflasi harga-harga yang diatur oleh pemerintah.Selain itu, tambah dia, nilai tukar rupiah ke depan masih akan menghadapi tekanan seiring agresivitas kenaikan suku bunga oleh The Fed. Lalu, risiko resesi global juga dapat menurunkan permintaan ekspor.
&quot;Meskipun Indonesia kemungkinan tidak akan mengalami resesi di tahun ini,&quot; ujar Eko.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal II di kisaran 4,8 hingga 5,3 persen (yoy) yang didukung membaiknya konsumsi rumah tangga, investasi, hingga ekspor dan impor.</content:encoded></item></channel></rss>
