<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Asia</title><description>Bank Pembangunan Asia (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang Asia menjadi 4,6% dari 5,2% pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633595/adb-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-asia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633595/adb-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-asia"/><item><title>ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Negara Berkembang Asia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633595/adb-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-asia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633595/adb-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-asia</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2022 11:43 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633595/adb-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-asia-TllnDWHXnd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ADB pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633595/adb-pangkas-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-negara-berkembang-asia-TllnDWHXnd.jpg</image><title>ADB pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang Asia menjadi 4,6% dari 5,2% pada 2022. Ini mencerminkan memburuknya prospek ekonomi karena ketegangan geopolitik, pengetatan moneter yang lebih agresif di negara-negara maju, dan pandemi Covid 19.
Dalam suplemen untuk Asian Development Outlook 2022, publikasi ekonomi tahunan unggulan bank, ADB juga memangkas perkiraan pertumbuhan 2023 untuk negara berkembang Asia menjadi 5,2% dari 5,3%.
BACA JUGA:ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2% Tahun Ini

Bank yang berbasis di Manila memangkas perkiraan pertumbuhan 2022 untuk Asia Timur dari 4,7% menjadi 3,8%; perkiraan pertumbuhan Asia Selatan diturunkan dari 7,0% menjadi 6,5% untuk 2022 dan dari 7,4% menjadi 7,1% untuk 2023, demikian dilansir Antara, Kamis (21/7/2022).
Perkiraan 2022 untuk Asia Tenggara sedikit ditingkatkan dari 4,9% menjadi 5,0% karena permintaan domestik diuntungkan dari pencabutan pembatasan mobilitas COVID-19 yang berkelanjutan dan pembukaan kembali perbatasan di beberapa ekonomi di sub-kawasan tersebut.
BACA JUGA:Dirut IPTV Terapkan Strategi Ekspansi Internet Broadband untuk Kurangi Belanja Modal

Prospek pertumbuhan Kaukasus dan Asia Tengah dinaikkan dari 3,6% menjadi 3,8% untuk 2022 dan dari 4,0% menjadi 4,1% untuk 2023. Prospek pertumbuhan tahun ini untuk Pasifik direvisi dari 3,9% menjadi 4,7%.Perkiraan inflasi untuk negara berkembang Asia dinaikkan dari 3,7%  menjadi 4,2% untuk 2022 dan dari 3,1% menjadi 3,5% untuk 2023 karena  harga bahan bakar dan pangan yang lebih tinggi. Namun, ADB mengatakan  tekanan inflasi di kawasan itu &quot;lebih rendah daripada di tempat lain di  dunia.&quot;
ADB menambahkan gangguan pasokan dan meningkatnya sanksi yang  dikenakan pada Rusia telah meningkatkan harga-harga komoditas global dan  tetap lebih tinggi dari level yang sudah meningkat pada 2021, yang  menyebabkan peningkatan tekanan inflasi di banyak ekonomi regional.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi negara berkembang Asia menjadi 4,6% dari 5,2% pada 2022. Ini mencerminkan memburuknya prospek ekonomi karena ketegangan geopolitik, pengetatan moneter yang lebih agresif di negara-negara maju, dan pandemi Covid 19.
Dalam suplemen untuk Asian Development Outlook 2022, publikasi ekonomi tahunan unggulan bank, ADB juga memangkas perkiraan pertumbuhan 2023 untuk negara berkembang Asia menjadi 5,2% dari 5,3%.
BACA JUGA:ADB Revisi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 5,2% Tahun Ini

Bank yang berbasis di Manila memangkas perkiraan pertumbuhan 2022 untuk Asia Timur dari 4,7% menjadi 3,8%; perkiraan pertumbuhan Asia Selatan diturunkan dari 7,0% menjadi 6,5% untuk 2022 dan dari 7,4% menjadi 7,1% untuk 2023, demikian dilansir Antara, Kamis (21/7/2022).
Perkiraan 2022 untuk Asia Tenggara sedikit ditingkatkan dari 4,9% menjadi 5,0% karena permintaan domestik diuntungkan dari pencabutan pembatasan mobilitas COVID-19 yang berkelanjutan dan pembukaan kembali perbatasan di beberapa ekonomi di sub-kawasan tersebut.
BACA JUGA:Dirut IPTV Terapkan Strategi Ekspansi Internet Broadband untuk Kurangi Belanja Modal

Prospek pertumbuhan Kaukasus dan Asia Tengah dinaikkan dari 3,6% menjadi 3,8% untuk 2022 dan dari 4,0% menjadi 4,1% untuk 2023. Prospek pertumbuhan tahun ini untuk Pasifik direvisi dari 3,9% menjadi 4,7%.Perkiraan inflasi untuk negara berkembang Asia dinaikkan dari 3,7%  menjadi 4,2% untuk 2022 dan dari 3,1% menjadi 3,5% untuk 2023 karena  harga bahan bakar dan pangan yang lebih tinggi. Namun, ADB mengatakan  tekanan inflasi di kawasan itu &quot;lebih rendah daripada di tempat lain di  dunia.&quot;
ADB menambahkan gangguan pasokan dan meningkatnya sanksi yang  dikenakan pada Rusia telah meningkatkan harga-harga komoditas global dan  tetap lebih tinggi dari level yang sudah meningkat pada 2021, yang  menyebabkan peningkatan tekanan inflasi di banyak ekonomi regional.</content:encoded></item></channel></rss>
