<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengembangan Bandara Komodo Pakai APBN, Menhub Berharap Ada Investor Swasta</title><description>Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat,  Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menggunakan APBN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633621/pengembangan-bandara-komodo-pakai-apbn-menhub-berharap-ada-investor-swasta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633621/pengembangan-bandara-komodo-pakai-apbn-menhub-berharap-ada-investor-swasta"/><item><title>Pengembangan Bandara Komodo Pakai APBN, Menhub Berharap Ada Investor Swasta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633621/pengembangan-bandara-komodo-pakai-apbn-menhub-berharap-ada-investor-swasta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633621/pengembangan-bandara-komodo-pakai-apbn-menhub-berharap-ada-investor-swasta</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2022 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633621/pengembangan-bandara-komodo-pakai-apbn-menhub-berharap-ada-investor-swasta-uNrs2UvrWr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengembangan Bandara Labuan Bajo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633621/pengembangan-bandara-komodo-pakai-apbn-menhub-berharap-ada-investor-swasta-uNrs2UvrWr.jpg</image><title>Pengembangan Bandara Labuan Bajo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menggunakan APBN. Untuk itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap agar investor swasta turut berperan dalam mengembangkan bandara ini.
&quot;Pengembangan bandara ini masih menggunakan APBN. Tentu ke depan kita harapkan investor swasta turut mengembangkan bandara ini agar lebih baik dan lebih kompetitif,&amp;rdquo; kata Menhub Budi Karya dilansir dari Antara, Kamis (21/7/2022).
BACA JUGA:Perluasan Bandara Komodo Kurang Maksimal, Jokowi: Diperluas Lagi Tahun Depan Selesai

Menhub menyampaikan Bandara Komodo merupakan gerbang transportasi udara di Pulau Flores, NTT, yang secara konsisten terus dilakukan pengembangan. Perluasan bandara yang menempati wilayah seluas 114,1 hektare ini dilakukan guna mendukung potensi wisata di daerah yang menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata &amp;ldquo;Bali Baru&amp;rdquo;.
BACA JUGA:Resmikan Bandara Komodo, Jokowi Harap Wisata Labuan Bajo Semakin Dikenal

&amp;ldquo;Saat ini Bandara Komodo melayani pesawat jet narrow body. Panjang runway saat ini 2.650 meter, jika ditambah 100 meter akan bisa didarati pesawat wide body dan bisa menjangkau banyak negara,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain memperpanjang landasan pacu (runway), juga dilakukan perbaikan gedung terminal seluas 1.500 m2 berkonsep tradisional atau kearifan lokal dengan motif songke mata ayam, namun tetap ada sentuhan modern.
Dia menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah bersinergi dan mendukung pengembangan Bandara Komodo, di antaranya yaitu kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.&amp;ldquo;Terima kasih pula kepada Presiden yang selalu mengingatkan kami  untuk terus mengembangkan 10 destinasi wisata yang bisa menyediakan  banyak lapangan pekerjaan,&amp;rdquo; ucap Menhub.
Sebelumnya Presiden Jokowi meminta fasilitas Bandara Labuan Bajo  terus dikembangkan, agar bisa didarati pesawat berbadan besar baik dalam  negeri maupun pesawat dari mancanegara.
&amp;ldquo;Terminal sudah diperlebar, kalau penuh diperluas lagi. Runway masih  kurang, kalau ditambah 100 meter lagi pesawat wide body bisa (mendarat).  Kalau tidak bisa tahun ini, maksimal tahun depan bisa,&amp;rdquo; ujar Presiden  Jokowi.
Presiden mengatakan berbagai infrastruktur telah dibangun dan akan  terus dikembangkan di Labuan Bajo, dalam rangka mensejahterakan  masyarakat di NTT dan sekitarnya.
Presiden berharap dengan semakin lengkapnya fasilitas yang ada,  Labuan Bajo akan semakin dikenal dan semakin banyak dikunjungi para  wisatawan baik domestik maupun mancanegara.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pengembangan Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menggunakan APBN. Untuk itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap agar investor swasta turut berperan dalam mengembangkan bandara ini.
&quot;Pengembangan bandara ini masih menggunakan APBN. Tentu ke depan kita harapkan investor swasta turut mengembangkan bandara ini agar lebih baik dan lebih kompetitif,&amp;rdquo; kata Menhub Budi Karya dilansir dari Antara, Kamis (21/7/2022).
BACA JUGA:Perluasan Bandara Komodo Kurang Maksimal, Jokowi: Diperluas Lagi Tahun Depan Selesai

Menhub menyampaikan Bandara Komodo merupakan gerbang transportasi udara di Pulau Flores, NTT, yang secara konsisten terus dilakukan pengembangan. Perluasan bandara yang menempati wilayah seluas 114,1 hektare ini dilakukan guna mendukung potensi wisata di daerah yang menjadi salah satu dari 10 destinasi wisata &amp;ldquo;Bali Baru&amp;rdquo;.
BACA JUGA:Resmikan Bandara Komodo, Jokowi Harap Wisata Labuan Bajo Semakin Dikenal

&amp;ldquo;Saat ini Bandara Komodo melayani pesawat jet narrow body. Panjang runway saat ini 2.650 meter, jika ditambah 100 meter akan bisa didarati pesawat wide body dan bisa menjangkau banyak negara,&amp;rdquo; ujarnya.
Selain memperpanjang landasan pacu (runway), juga dilakukan perbaikan gedung terminal seluas 1.500 m2 berkonsep tradisional atau kearifan lokal dengan motif songke mata ayam, namun tetap ada sentuhan modern.
Dia menyampaikan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah bersinergi dan mendukung pengembangan Bandara Komodo, di antaranya yaitu kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.&amp;ldquo;Terima kasih pula kepada Presiden yang selalu mengingatkan kami  untuk terus mengembangkan 10 destinasi wisata yang bisa menyediakan  banyak lapangan pekerjaan,&amp;rdquo; ucap Menhub.
Sebelumnya Presiden Jokowi meminta fasilitas Bandara Labuan Bajo  terus dikembangkan, agar bisa didarati pesawat berbadan besar baik dalam  negeri maupun pesawat dari mancanegara.
&amp;ldquo;Terminal sudah diperlebar, kalau penuh diperluas lagi. Runway masih  kurang, kalau ditambah 100 meter lagi pesawat wide body bisa (mendarat).  Kalau tidak bisa tahun ini, maksimal tahun depan bisa,&amp;rdquo; ujar Presiden  Jokowi.
Presiden mengatakan berbagai infrastruktur telah dibangun dan akan  terus dikembangkan di Labuan Bajo, dalam rangka mensejahterakan  masyarakat di NTT dan sekitarnya.
Presiden berharap dengan semakin lengkapnya fasilitas yang ada,  Labuan Bajo akan semakin dikenal dan semakin banyak dikunjungi para  wisatawan baik domestik maupun mancanegara.</content:encoded></item></channel></rss>
