<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Atasi Krisis Pangan, Andalkan Subsidi Pupuk dan Benih Cukup?</title><description>Krisis pangan diprediksi terjadi akibat perang antara Rusia-Ukraina.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633724/atasi-krisis-pangan-andalkan-subsidi-pupuk-dan-benih-cukup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633724/atasi-krisis-pangan-andalkan-subsidi-pupuk-dan-benih-cukup"/><item><title>Atasi Krisis Pangan, Andalkan Subsidi Pupuk dan Benih Cukup?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633724/atasi-krisis-pangan-andalkan-subsidi-pupuk-dan-benih-cukup</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633724/atasi-krisis-pangan-andalkan-subsidi-pupuk-dan-benih-cukup</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2022 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633724/atasi-krisis-pangan-andalkan-subsidi-pupuk-dan-benih-cukup-alh7kE3iB9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Krisis pangan dunia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633724/atasi-krisis-pangan-andalkan-subsidi-pupuk-dan-benih-cukup-alh7kE3iB9.jpg</image><title>Krisis pangan dunia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Krisis pangan diprediksi terjadi akibat perang antara Rusia-Ukraina. Perang yang belum usai itu telah mengganggu rantai pasok pangan dunia.
Pengamat pangan IPB Sahara menekankan pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan pemberian subsidi input pertanian.
BACA JUGA:Krisis Pangan Tahun Ini Disebut Paling Terburuk, Ini Alasannya

&quot;Dengan terus diberikannya subsidi pertanian tersebut, sehingga bisa menekan biaya produksi, dalam hal subsidi pupuk dan benih,&quot; ujarnya dalam Market Review IDXChannel, Kamis (21/7/2022).
Sahara mengatakan kebijakan terkait akses pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau di sektor pertanian juga harus terus dilakukan.
BACA JUGA:Waspadai Ancaman Nyata Krisis Ekonomi Global

Selain itu, pemberian subsidi kepada masyarakat menengah bawah juga perlu dilakukan. Hal itu untuk mendorong daya beli di masyarakat.
&quot;Guna menambah daya beli masyarakat, Subsidi ke masyarakat bahwa harus dilakukan guna mereka dapat mengakses pangan,&quot; ucap Sahara.Di lain sisi, dirinya juga menekankan pemerintah untuk memperkuat  stok pangan nasional dengan substitusi pangan impor. Menurutnya hal itu  dilakukan untuk antisipasi adanya kenaikan harga pangan di lain hari.
&quot;Berdasarkan tren kenaikan harga di tingkat global tidak menutup kemungkinan guncangan harga pangan akan terjadi,&quot; katanya.
&quot;Berdasarkan catatan kami, Gandum itu dalam jangka panjang dari tahun  1960 sampai 2022 sudah tiga kali mengalami guncangan harga, misalnya  pada kasus impor dalam biji gandum dan tepung terigu, bisa diganti  dengan tepung lokal lainnya,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Krisis pangan diprediksi terjadi akibat perang antara Rusia-Ukraina. Perang yang belum usai itu telah mengganggu rantai pasok pangan dunia.
Pengamat pangan IPB Sahara menekankan pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan pemberian subsidi input pertanian.
BACA JUGA:Krisis Pangan Tahun Ini Disebut Paling Terburuk, Ini Alasannya

&quot;Dengan terus diberikannya subsidi pertanian tersebut, sehingga bisa menekan biaya produksi, dalam hal subsidi pupuk dan benih,&quot; ujarnya dalam Market Review IDXChannel, Kamis (21/7/2022).
Sahara mengatakan kebijakan terkait akses pembiayaan dengan suku bunga yang terjangkau di sektor pertanian juga harus terus dilakukan.
BACA JUGA:Waspadai Ancaman Nyata Krisis Ekonomi Global

Selain itu, pemberian subsidi kepada masyarakat menengah bawah juga perlu dilakukan. Hal itu untuk mendorong daya beli di masyarakat.
&quot;Guna menambah daya beli masyarakat, Subsidi ke masyarakat bahwa harus dilakukan guna mereka dapat mengakses pangan,&quot; ucap Sahara.Di lain sisi, dirinya juga menekankan pemerintah untuk memperkuat  stok pangan nasional dengan substitusi pangan impor. Menurutnya hal itu  dilakukan untuk antisipasi adanya kenaikan harga pangan di lain hari.
&quot;Berdasarkan tren kenaikan harga di tingkat global tidak menutup kemungkinan guncangan harga pangan akan terjadi,&quot; katanya.
&quot;Berdasarkan catatan kami, Gandum itu dalam jangka panjang dari tahun  1960 sampai 2022 sudah tiga kali mengalami guncangan harga, misalnya  pada kasus impor dalam biji gandum dan tepung terigu, bisa diganti  dengan tepung lokal lainnya,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
