<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pangan Naik, BI Waspadai Inflasi</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa inflasi meningkat karena tingginya tekanan sisi penawaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633931/harga-pangan-naik-bi-waspadai-inflasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633931/harga-pangan-naik-bi-waspadai-inflasi"/><item><title>Harga Pangan Naik, BI Waspadai Inflasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633931/harga-pangan-naik-bi-waspadai-inflasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633931/harga-pangan-naik-bi-waspadai-inflasi</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2022 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633931/harga-pangan-naik-bi-waspadai-inflasi-k53PjLx6IL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI waspadai ancaman inflasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633931/harga-pangan-naik-bi-waspadai-inflasi-k53PjLx6IL.jpg</image><title>BI waspadai ancaman inflasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa inflasi meningkat karena tingginya tekanan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia dan gangguan pasokan.
BACA JUGA:BI Proyeksikan Inflasi Domestik Tembus 4,6% di 2022

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2022 tercatat inflasi sebesar 0,61% month-to-month(mtm).
&quot;Secara tahunan, inflasi IHK Juni 2022 tercatat 4,35% year-on-year(yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,55% (yoy),&quot; ujar Perry secara virtual di Jakarta, Kamis(21/7/2022).
BACA JUGA:BI Siapkan 4 Jurus Hadapi Kenaikan Inflasi 

Sementara itu, Inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,63% (yoy) didukung oleh konsistensi kebijakan BI dalam menjaga ekspektasi inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan akibat cuaca.&amp;nbsp;Inflasi kelompok administered prices juga masih tercatat tinggi dipengaruhi oleh inflasi angkutan udara dan energi.
&quot;Ke depan, tekanan inflasi IHK diprakirakan meningkat, didorong oleh  kenaikan harga energi dan pangan global. Inflasi IHK pada 2022  diprakirakan lebih tinggi dari batas atas sasaran, dan kembali ke dalam  sasaran 3,0&amp;plusmn;1% pada 2023. BI juga terus memperkuat koordinasi kebijakan  dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah  (TPIP dan TPID),&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa inflasi meningkat karena tingginya tekanan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia dan gangguan pasokan.
BACA JUGA:BI Proyeksikan Inflasi Domestik Tembus 4,6% di 2022

Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2022 tercatat inflasi sebesar 0,61% month-to-month(mtm).
&quot;Secara tahunan, inflasi IHK Juni 2022 tercatat 4,35% year-on-year(yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 3,55% (yoy),&quot; ujar Perry secara virtual di Jakarta, Kamis(21/7/2022).
BACA JUGA:BI Siapkan 4 Jurus Hadapi Kenaikan Inflasi 

Sementara itu, Inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,63% (yoy) didukung oleh konsistensi kebijakan BI dalam menjaga ekspektasi inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok volatile food meningkat, terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan akibat cuaca.&amp;nbsp;Inflasi kelompok administered prices juga masih tercatat tinggi dipengaruhi oleh inflasi angkutan udara dan energi.
&quot;Ke depan, tekanan inflasi IHK diprakirakan meningkat, didorong oleh  kenaikan harga energi dan pangan global. Inflasi IHK pada 2022  diprakirakan lebih tinggi dari batas atas sasaran, dan kembali ke dalam  sasaran 3,0&amp;plusmn;1% pada 2023. BI juga terus memperkuat koordinasi kebijakan  dengan pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah  (TPIP dan TPID),&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
