<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Melemah ke Rp15.036 Usai BI Tahan Suku Bunga</title><description>Rupiah ditutup melemah 47 poin ke level Rp 15.036 per dolar AS sore ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633987/rupiah-melemah-ke-rp15-036-usai-bi-tahan-suku-bunga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633987/rupiah-melemah-ke-rp15-036-usai-bi-tahan-suku-bunga"/><item><title>Rupiah Melemah ke Rp15.036 Usai BI Tahan Suku Bunga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633987/rupiah-melemah-ke-rp15-036-usai-bi-tahan-suku-bunga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/21/320/2633987/rupiah-melemah-ke-rp15-036-usai-bi-tahan-suku-bunga</guid><pubDate>Kamis 21 Juli 2022 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633987/rupiah-melemah-ke-rp15-036-usai-bi-tahan-suku-bunga-dZdTx0rPgG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kurs Rupiah melemah. Foto: Ilustrasi Freepik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/21/320/2633987/rupiah-melemah-ke-rp15-036-usai-bi-tahan-suku-bunga-dZdTx0rPgG.jpg</image><title>Kurs Rupiah melemah. Foto: Ilustrasi Freepik</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Rupiah ditutup melemah 47 poin ke level Rp 15.036 per dolar AS sore ini. Rupiah melemah usai Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan di level 3,5%.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, pelemahan rupiah pada hari ini merupakan respons dari keputusan BI yang kembali menahan suku bunga acuan, serta ekspektasi pasar terhadap keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang diperkirakan akan kembali agresif menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin akhir bulan ini.
BACA JUGA:BI Tahan Suku Bunga, Apa Dampak ke IHSG dan Rupiah?

&quot;Jadi salah satu pendorong lemahnya rupiah hari ini yaitu adanya ekpektasi The Fed akan menaikkan suku bunga paling tidak 75 basis poin, tapi BI masih menahan suku bunga acuan,&quot; kata Irman saat dihubungi MPI di Jakarta, Kamis (21/7/2022).
Irman memperkirakan bahwa, rupiah masih akan melanjutkan tren pelemahannya hingga akhir bulan ini. Bergantung pada keputusan The Fed dalam menentukan nasib suku bunga acuannya.
BACA JUGA:BI: Rupiah Melemah tapi Lebih Baik dari Malaysia hingga Thailand

Namun, ia menilai rupiah saat ini memiliki daya tahan yang tinggi atau cukup resilien meskipun di tengah gejolak ekonomi global. Bahkan, pelemahannya lebih rendah dibandingkan negara lainnya, terutama dengan negara Asia Tenggara lainnya.
&quot;Harga komoditas yang tinggi juga membantu kekuatan rupiah, jadi likuiditas valas kita lumayan memadai untuk menahan permintaan dolar. Perkiraannya tidak akan separah lira Turki, karena dibandingkan negara tetangga saja kita paling perform,&quot; kata dia.Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa pelemahan  rupiah hari ini hanya bersifat teknikal saja. Di mana, keputusan BI  dalam menahan suku bunga tidak berpengaruh signifikan. Sebelumnya, pasar  berekspektasi BI akan menaikkan suku bunga acuan hingga 25 basis poin.
&quot;Tapi mungkin ke depan, ekspektasi inflasinya akan meningkat dan rupiah masih akan cenderung melemah,&quot; kata David.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan  relatif stabil di level 14.900 - 15.100. Namun, menjelang akhir tahun  diproyeksikan akan kembali pada tren pelemahan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Rupiah ditutup melemah 47 poin ke level Rp 15.036 per dolar AS sore ini. Rupiah melemah usai Bank Indonesia (BI) memutuskan menahan suku bunga acuan di level 3,5%.
Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, pelemahan rupiah pada hari ini merupakan respons dari keputusan BI yang kembali menahan suku bunga acuan, serta ekspektasi pasar terhadap keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed yang diperkirakan akan kembali agresif menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin akhir bulan ini.
BACA JUGA:BI Tahan Suku Bunga, Apa Dampak ke IHSG dan Rupiah?

&quot;Jadi salah satu pendorong lemahnya rupiah hari ini yaitu adanya ekpektasi The Fed akan menaikkan suku bunga paling tidak 75 basis poin, tapi BI masih menahan suku bunga acuan,&quot; kata Irman saat dihubungi MPI di Jakarta, Kamis (21/7/2022).
Irman memperkirakan bahwa, rupiah masih akan melanjutkan tren pelemahannya hingga akhir bulan ini. Bergantung pada keputusan The Fed dalam menentukan nasib suku bunga acuannya.
BACA JUGA:BI: Rupiah Melemah tapi Lebih Baik dari Malaysia hingga Thailand

Namun, ia menilai rupiah saat ini memiliki daya tahan yang tinggi atau cukup resilien meskipun di tengah gejolak ekonomi global. Bahkan, pelemahannya lebih rendah dibandingkan negara lainnya, terutama dengan negara Asia Tenggara lainnya.
&quot;Harga komoditas yang tinggi juga membantu kekuatan rupiah, jadi likuiditas valas kita lumayan memadai untuk menahan permintaan dolar. Perkiraannya tidak akan separah lira Turki, karena dibandingkan negara tetangga saja kita paling perform,&quot; kata dia.Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual mengatakan bahwa pelemahan  rupiah hari ini hanya bersifat teknikal saja. Di mana, keputusan BI  dalam menahan suku bunga tidak berpengaruh signifikan. Sebelumnya, pasar  berekspektasi BI akan menaikkan suku bunga acuan hingga 25 basis poin.
&quot;Tapi mungkin ke depan, ekspektasi inflasinya akan meningkat dan rupiah masih akan cenderung melemah,&quot; kata David.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan  relatif stabil di level 14.900 - 15.100. Namun, menjelang akhir tahun  diproyeksikan akan kembali pada tren pelemahan.</content:encoded></item></channel></rss>
