<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Menguat 23 Poin Sambut Akhir Pekan</title><description>Nilai tukar Rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan jelang akhir pekan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634567/rupiah-menguat-23-poin-sambut-akhir-pekan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634567/rupiah-menguat-23-poin-sambut-akhir-pekan"/><item><title>Rupiah Menguat 23 Poin Sambut Akhir Pekan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634567/rupiah-menguat-23-poin-sambut-akhir-pekan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634567/rupiah-menguat-23-poin-sambut-akhir-pekan</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2022 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/22/320/2634567/rupiah-menguat-23-poin-sambut-akhir-pekan-jJqWgidoWB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kurs Rupiah menguat. Foto: Ilustrasi Freepik</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/22/320/2634567/rupiah-menguat-23-poin-sambut-akhir-pekan-jJqWgidoWB.jpg</image><title>Kurs Rupiah menguat. Foto: Ilustrasi Freepik</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan jelang akhir pekan. Rupiah menguat 23 poin di level Rp15.013 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp15.036 Usai BI Tahan Suku Bunga

Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, salah satu faktor pemicu menguatnya mata uang garuda ini, justru karena BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5%.
&quot;Ini merupakan langkah yang tepat sasaran dan tepat takaran dengan mengacu pada tujuan utama yaitu menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi sesuai jangkar BI, ditambah untuk menjaga momentum pertumbuhan,&quot; terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Jumat (22/7/2022).
BACA JUGA:BI Tahan Suku Bunga, Apa Dampak ke IHSG dan Rupiah?

Selanjutnya, kata dia, stance kebijakan moneter BI yang masih dovish merupakan sebuah kebijakan yang cermat dan terukur di tengah tekanan eksternal yang kuat karena dampak geopolitik yaitu perang Rusia- Ukraina, disrupsi rantai pasokan global, risiko stagflasi, dan lonjakan inflasi dunia.&quot;Namun, inflasi inti yang masih dalam jangkauan BI, cadangan devisa  yang kuat dan terjadi surplus neraca dagang secara konsisten didukung  harga komoditas ekspor yang tinggi, juga menjadi pertimbangan, untuk  tidak mengubah orientasi atau stance kebijakan moneternya yang dovish,&quot;  terangnya.
Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan pekan besok, Senin  (25/7) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di  rentang Rp15.000 - Rp.15.030.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan jelang akhir pekan. Rupiah menguat 23 poin di level Rp15.013 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.
BACA JUGA:Rupiah Melemah ke Rp15.036 Usai BI Tahan Suku Bunga

Menurut Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi, salah satu faktor pemicu menguatnya mata uang garuda ini, justru karena BI mempertahankan suku bunga acuan sebesar 3,5%.
&quot;Ini merupakan langkah yang tepat sasaran dan tepat takaran dengan mengacu pada tujuan utama yaitu menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi sesuai jangkar BI, ditambah untuk menjaga momentum pertumbuhan,&quot; terang Ibrahim dalam rilis hariannya, Jumat (22/7/2022).
BACA JUGA:BI Tahan Suku Bunga, Apa Dampak ke IHSG dan Rupiah?

Selanjutnya, kata dia, stance kebijakan moneter BI yang masih dovish merupakan sebuah kebijakan yang cermat dan terukur di tengah tekanan eksternal yang kuat karena dampak geopolitik yaitu perang Rusia- Ukraina, disrupsi rantai pasokan global, risiko stagflasi, dan lonjakan inflasi dunia.&quot;Namun, inflasi inti yang masih dalam jangkauan BI, cadangan devisa  yang kuat dan terjadi surplus neraca dagang secara konsisten didukung  harga komoditas ekspor yang tinggi, juga menjadi pertimbangan, untuk  tidak mengubah orientasi atau stance kebijakan moneternya yang dovish,&quot;  terangnya.
Lebih lanjut dia memprediksi, untuk perdagangan pekan besok, Senin  (25/7) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di  rentang Rp15.000 - Rp.15.030.</content:encoded></item></channel></rss>
