<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rp380,18 Triliun Cair ke 83,15 Juta Pengguna Pinjol</title><description>Jumlah pengguna pinjamman online (pinjol) sudah mencapai 83,15 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634689/rp380-18-triliun-cair-ke-83-15-juta-pengguna-pinjol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634689/rp380-18-triliun-cair-ke-83-15-juta-pengguna-pinjol"/><item><title>Rp380,18 Triliun Cair ke 83,15 Juta Pengguna Pinjol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634689/rp380-18-triliun-cair-ke-83-15-juta-pengguna-pinjol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/22/320/2634689/rp380-18-triliun-cair-ke-83-15-juta-pengguna-pinjol</guid><pubDate>Jum'at 22 Juli 2022 18:46 WIB</pubDate><dc:creator>Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/22/320/2634689/rp380-18-triliun-cair-ke-83-15-juta-pengguna-pinjol-CLmXx3b4lR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna pinjol legal (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/22/320/2634689/rp380-18-triliun-cair-ke-83-15-juta-pengguna-pinjol-CLmXx3b4lR.jpg</image><title>Pengguna pinjol legal (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pengguna pinjamman online (pinjol) sudah mencapai 83,15 juta. Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Sunu Widyatmoko memaparkan capaian sektor fintech pear to pear (P2P) lending atau pinjol per Mei 2022.
BACA JUGA:Pinjol Ilegal dan Robot Trading PR Besar OJK

&quot;Per Mei, total borrower kita sudah 83,15 juta kalau kita lihat dari awal berdirinya industri ini dari 2017 total borrower ada 83,15 juta,&quot; papar Sunu dalam Media Press Club, Jumat (22/7/2022).
Sunu menambahkan, terkait jumlah pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna nilainya mencapai Rp380,18 triliun.
BACA JUGA:Awas! Praktik Pinjol Ilegal Belum Musnah

&quot;Agregat pinjaman adalah Rp380 triliun hingga bulan Mei 2022,&quot; tambah Sunu.
Namun menurutnya, jika dilihat selama tahun 2022, dari total Rp380,18 triliun angka year to date dari Januari hingga Mei 2022 mencapai Rp125 triliun.&quot;Jadi angka ini tumbuh 50 persen dari tahun lalu. Kalau tahun lalu  full year tahun 2021 adalah Rp82 triliun. Sekarang di bulan Mei saja  sudah tumbuh 50 persen lebih,&quot; terangnya.
Ia berharap hingga akhir tahun angkanya akan terus tumbuh hingga  menembus double digit terutama dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan  (POJK) yang baru.
&quot;POJK yang baru saya rasa merupakan penambal legitimasi dan keyakinan  dari OJK terkait dengan industri pear to pear landing ini,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Jumlah pengguna pinjamman online (pinjol) sudah mencapai 83,15 juta. Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Sunu Widyatmoko memaparkan capaian sektor fintech pear to pear (P2P) lending atau pinjol per Mei 2022.
BACA JUGA:Pinjol Ilegal dan Robot Trading PR Besar OJK

&quot;Per Mei, total borrower kita sudah 83,15 juta kalau kita lihat dari awal berdirinya industri ini dari 2017 total borrower ada 83,15 juta,&quot; papar Sunu dalam Media Press Club, Jumat (22/7/2022).
Sunu menambahkan, terkait jumlah pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna nilainya mencapai Rp380,18 triliun.
BACA JUGA:Awas! Praktik Pinjol Ilegal Belum Musnah

&quot;Agregat pinjaman adalah Rp380 triliun hingga bulan Mei 2022,&quot; tambah Sunu.
Namun menurutnya, jika dilihat selama tahun 2022, dari total Rp380,18 triliun angka year to date dari Januari hingga Mei 2022 mencapai Rp125 triliun.&quot;Jadi angka ini tumbuh 50 persen dari tahun lalu. Kalau tahun lalu  full year tahun 2021 adalah Rp82 triliun. Sekarang di bulan Mei saja  sudah tumbuh 50 persen lebih,&quot; terangnya.
Ia berharap hingga akhir tahun angkanya akan terus tumbuh hingga  menembus double digit terutama dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan  (POJK) yang baru.
&quot;POJK yang baru saya rasa merupakan penambal legitimasi dan keyakinan  dari OJK terkait dengan industri pear to pear landing ini,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
