<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Lanka Bangkrut, Penduduk Wanita Jadi PSK demi Beli Makan</title><description>Penduduk wanita Sri Lanka kehilangan pekerjaan akibat ekonomi bangkrut.  Hal ini memaksa wanita Sri Lanka menjadi PSK.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634654/sri-lanka-bangkrut-penduduk-wanita-jadi-psk-demi-beli-makan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634654/sri-lanka-bangkrut-penduduk-wanita-jadi-psk-demi-beli-makan"/><item><title>Sri Lanka Bangkrut, Penduduk Wanita Jadi PSK demi Beli Makan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634654/sri-lanka-bangkrut-penduduk-wanita-jadi-psk-demi-beli-makan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634654/sri-lanka-bangkrut-penduduk-wanita-jadi-psk-demi-beli-makan</guid><pubDate>Sabtu 23 Juli 2022 05:33 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/22/320/2634654/sri-lanka-bangkrut-penduduk-wanita-jadi-psk-demi-beli-makan-Bdk7F7ag4d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wanita Sri Lanka terpaksa jadi PSK (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/22/320/2634654/sri-lanka-bangkrut-penduduk-wanita-jadi-psk-demi-beli-makan-Bdk7F7ag4d.jpg</image><title>Wanita Sri Lanka terpaksa jadi PSK (Foto: AFP)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Penduduk wanita Sri Lanka kehilangan pekerjaan akibat ekonomi bangkrut. Hal ini memaksa wanita Sri Lanka menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) demi memenuhi kebutuhan hidup setelah kehilangan pekerjaan.
Melansir harian Sri Lanka, The Morning, perempuan yang bekerja di industri tekstil beralih ke prostitusi untuk mendapat pekerjaan alternatif. Mereka khawatir akan diberhentikan karena ekonomi negaranya hampir runtuh.
BACA JUGA:Pasukan Keamanan Sri Lanka Serang Kamp Pengunjuk Rasa, 50 Orang Terluka

&amp;ldquo;Kami mendengar bahwa kami dapat kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi di negara ini dan solusi terbaik yang dapat kami lihat saat ini adalah pekerja seks. Gaji bulanan kami sekitar Rs 28.000, dan maksimum yang bisa kami peroleh adalah Rs 35.000 dengan waktu. Tapi melalui terlibat dalam pekerjaan seks, kami bisa mendapatkan lebih dari Rs 15.000 per hari. Tidak semua orang akan setuju dengan saya, tapi inilah kenyataannya,&amp;rdquo; ujar salah satu pekerja seks, dikutip dari The Morning.
BACA JUGA:Sri Lanka Lantik Dinesh Gunawardena Sebagai Perdana Menteri Baru

Pekerja tersebut pun menjadi khawatir karena menurut laporan Badan Perdagangan Forum Asosiasi Pakaian Gabungan Sri Lanka mengungkapkan bahwa Sri Lanka kehilangan 10-20% pesanannya ke India dan Bangladesh karena krisis ekonomi. Hal ini tentu mengguncang kepercayaan pembeli.The Morning dalam laporan terbarunya serta Telegraph Inggris dalam  laporan sebelumnya, mengutip kenaikan 30% dalam jumlah perempuan yang  bergabung dengan industri seks di Ibu Kota Kolombo sejak Januari tahun  ini.
Para wanita ini sebelumnya bekerja di industri tekstil. Kedua  publikasi tersebut mengutip Stand Up Movement Lanka (SUML), kelompok  advokasi pekerja seks terkemuka di negara itu, tentang fakta ini.
Baca Selengkapnya: Negara Krisis, Wanita Sri Lanka Rela Jual Diri Demi Sesuap Nasi</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Penduduk wanita Sri Lanka kehilangan pekerjaan akibat ekonomi bangkrut. Hal ini memaksa wanita Sri Lanka menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK) demi memenuhi kebutuhan hidup setelah kehilangan pekerjaan.
Melansir harian Sri Lanka, The Morning, perempuan yang bekerja di industri tekstil beralih ke prostitusi untuk mendapat pekerjaan alternatif. Mereka khawatir akan diberhentikan karena ekonomi negaranya hampir runtuh.
BACA JUGA:Pasukan Keamanan Sri Lanka Serang Kamp Pengunjuk Rasa, 50 Orang Terluka

&amp;ldquo;Kami mendengar bahwa kami dapat kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi di negara ini dan solusi terbaik yang dapat kami lihat saat ini adalah pekerja seks. Gaji bulanan kami sekitar Rs 28.000, dan maksimum yang bisa kami peroleh adalah Rs 35.000 dengan waktu. Tapi melalui terlibat dalam pekerjaan seks, kami bisa mendapatkan lebih dari Rs 15.000 per hari. Tidak semua orang akan setuju dengan saya, tapi inilah kenyataannya,&amp;rdquo; ujar salah satu pekerja seks, dikutip dari The Morning.
BACA JUGA:Sri Lanka Lantik Dinesh Gunawardena Sebagai Perdana Menteri Baru

Pekerja tersebut pun menjadi khawatir karena menurut laporan Badan Perdagangan Forum Asosiasi Pakaian Gabungan Sri Lanka mengungkapkan bahwa Sri Lanka kehilangan 10-20% pesanannya ke India dan Bangladesh karena krisis ekonomi. Hal ini tentu mengguncang kepercayaan pembeli.The Morning dalam laporan terbarunya serta Telegraph Inggris dalam  laporan sebelumnya, mengutip kenaikan 30% dalam jumlah perempuan yang  bergabung dengan industri seks di Ibu Kota Kolombo sejak Januari tahun  ini.
Para wanita ini sebelumnya bekerja di industri tekstil. Kedua  publikasi tersebut mengutip Stand Up Movement Lanka (SUML), kelompok  advokasi pekerja seks terkemuka di negara itu, tentang fakta ini.
Baca Selengkapnya: Negara Krisis, Wanita Sri Lanka Rela Jual Diri Demi Sesuap Nasi</content:encoded></item></channel></rss>
