<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Anjlok 1,7%, WTI Dibanderol USD94,7/Barel</title><description>Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634853/harga-minyak-anjlok-1-7-wti-dibanderol-usd94-7-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634853/harga-minyak-anjlok-1-7-wti-dibanderol-usd94-7-barel"/><item><title>Harga Minyak Anjlok 1,7%, WTI Dibanderol USD94,7/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634853/harga-minyak-anjlok-1-7-wti-dibanderol-usd94-7-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634853/harga-minyak-anjlok-1-7-wti-dibanderol-usd94-7-barel</guid><pubDate>Sabtu 23 Juli 2022 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/23/320/2634853/harga-minyak-anjlok-1-7-wti-dibanderol-usd94-7-barel-NhtncchL7z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/23/320/2634853/harga-minyak-anjlok-1-7-wti-dibanderol-usd94-7-barel-NhtncchL7z.jpg</image><title>Harga minyak dunia turun (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Penurunan harga minyak tersebut setelah Uni Eropa mengatakan akan mengizinkan perusahaan milik negara Rusia untuk mengirimkan minyak ke negara ketiga di bawah penyesuaian sanksi yang disepakati oleh negara-negara anggota minggu ini.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Menguat, Brent dan WTI Naik 1% 

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap USD1,65 atau 1,7% lebih rendah pada USD94,70 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent turun 66 sen atau 0,6%, menjadi ditutup di USD103,20 per barel, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (23/7/2022).
WTI ditutup lebih rendah untuk minggu ketiga berturut-turut, terpukul selama dua sesi terakhir setelah data menunjukkan bahwa permintaan bensin AS telah turun hampir 8,0% dari tahun sebelumnya di tengah puncak musim mengemudi musim panas, terpukul oleh rekor harga di SPBU.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kelebihan Pasokan

Sebaliknya, tanda-tanda permintaan yang kuat di Asia menopang patokan Brent, yang menetap lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam minggu.
Perdagangan berjangka minyak telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir karena para pedagang mencoba untuk mendamaikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang dapat mengurangi permintaan terhadap pasokan yang ketat dari hilangnya barel Rusia.Perusahaan milik negara Rusia Rosneft and Gazprom akan dapat  mengirimkan minyak ke negara ketiga dalam upaya untuk membatasi risiko  terhadap keamanan energi global.
Di bawah penyesuaian sanksi terhadap Rusia yang mulai berlaku pada  Jumat (22/7/2022), pembayaran terkait pembelian minyak mentah lintas  laut Rusia oleh perusahaan Uni Eropa tidak akan dilarang.
Pengumuman Uni Eropa datang setelah Gubernur Bank Sentral Rusia  Elvira Nabiullina mengatakan tidak akan memasok minyak mentah ke  negara-negara yang memutuskan untuk mengenakan batasan harga pada  minyaknya dan sebaliknya mengarahkannya ke negara-negara yang siap untuk  &quot;bekerja sama&quot; dengan Rusia.
&quot;Persepsi berkembang bahwa AS dan Uni Eropa akan menerapkan batasan  harga pada minyak Rusia pada akhir tahun,&quot; kata Dennis Kissler, wakil  presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Namun, harga tertahan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga yang  dapat memangkas permintaan dan dimulainya kembali beberapa produksi  minyak mentah Libya.
Produksi minyak Libya lebih dari 800.000 barel per hari (bph) dan  akan mencapai 1,2 juta bph bulan depan, kata kementerian perminyakan  Libya.</description><content:encoded>JAKARTA - Harga minyak dunia anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Penurunan harga minyak tersebut setelah Uni Eropa mengatakan akan mengizinkan perusahaan milik negara Rusia untuk mengirimkan minyak ke negara ketiga di bawah penyesuaian sanksi yang disepakati oleh negara-negara anggota minggu ini.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Menguat, Brent dan WTI Naik 1% 

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap USD1,65 atau 1,7% lebih rendah pada USD94,70 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent turun 66 sen atau 0,6%, menjadi ditutup di USD103,20 per barel, demikian dilansir dari Antara, Sabtu (23/7/2022).
WTI ditutup lebih rendah untuk minggu ketiga berturut-turut, terpukul selama dua sesi terakhir setelah data menunjukkan bahwa permintaan bensin AS telah turun hampir 8,0% dari tahun sebelumnya di tengah puncak musim mengemudi musim panas, terpukul oleh rekor harga di SPBU.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kelebihan Pasokan

Sebaliknya, tanda-tanda permintaan yang kuat di Asia menopang patokan Brent, yang menetap lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam enam minggu.
Perdagangan berjangka minyak telah bergejolak dalam beberapa pekan terakhir karena para pedagang mencoba untuk mendamaikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut yang dapat mengurangi permintaan terhadap pasokan yang ketat dari hilangnya barel Rusia.Perusahaan milik negara Rusia Rosneft and Gazprom akan dapat  mengirimkan minyak ke negara ketiga dalam upaya untuk membatasi risiko  terhadap keamanan energi global.
Di bawah penyesuaian sanksi terhadap Rusia yang mulai berlaku pada  Jumat (22/7/2022), pembayaran terkait pembelian minyak mentah lintas  laut Rusia oleh perusahaan Uni Eropa tidak akan dilarang.
Pengumuman Uni Eropa datang setelah Gubernur Bank Sentral Rusia  Elvira Nabiullina mengatakan tidak akan memasok minyak mentah ke  negara-negara yang memutuskan untuk mengenakan batasan harga pada  minyaknya dan sebaliknya mengarahkannya ke negara-negara yang siap untuk  &quot;bekerja sama&quot; dengan Rusia.
&quot;Persepsi berkembang bahwa AS dan Uni Eropa akan menerapkan batasan  harga pada minyak Rusia pada akhir tahun,&quot; kata Dennis Kissler, wakil  presiden senior perdagangan di BOK Financial.
Namun, harga tertahan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga yang  dapat memangkas permintaan dan dimulainya kembali beberapa produksi  minyak mentah Libya.
Produksi minyak Libya lebih dari 800.000 barel per hari (bph) dan  akan mencapai 1,2 juta bph bulan depan, kata kementerian perminyakan  Libya.</content:encoded></item></channel></rss>
