<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pendanaan Startup Turun 23%, Ini Penyebabnya</title><description>Pendanaan startup di Indonesia terkendala ketatnya likuiditas di pasar global.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634860/pendanaan-startup-turun-23-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634860/pendanaan-startup-turun-23-ini-penyebabnya"/><item><title>Pendanaan Startup Turun 23%, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634860/pendanaan-startup-turun-23-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/320/2634860/pendanaan-startup-turun-23-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Sabtu 23 Juli 2022 08:56 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/23/320/2634860/pendanaan-startup-turun-23-ini-penyebabnya-rWDLo82sD9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendanaan startup turun 23% (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/23/320/2634860/pendanaan-startup-turun-23-ini-penyebabnya-rWDLo82sD9.jpg</image><title>Pendanaan startup turun 23% (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pendanaan startup di Indonesia terkendala ketatnya likuiditas di pasar global. Likuiditas mengetat akibat kebijakan moneter bank sentral di sejumlah negara.
Hal ini tentu akan mempengaruhi perusahaan rintisan atau startup. Investor modal ventura pun akan selektif melakukan pendanaan pada startup.
BACA JUGA:Modal Ventura BNI Bisa Topang Startup Lokal

Mengutip data CB Insights, total pendanaan startup secara global mencapai USD108,5 miliar pada kuartal II 2022, menurun 23% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya senilai USD141,6 miliar.
Penurunan tersebut menjadi yang terbesar secara kuartalan selama satu dekade terakhir. Alhasil, jumlah unicorn global juga menurun hingga 43% secara global yang hanya mencetak 85 pemain baru, jauh di bawah kuartal II 2021 sebanyak 148 unicorn. &amp;nbsp;
BACA JUGA:Koperasi Diharapkan Jadi Wadah Pelaku Usaha Profesional hingga Startup)

Menanggapi kondisi ini, Platform startup accelerator PT Upturn Akselerasi Nusantara (Upturn), menilai industri startup akan kembali bergeliat seiring dengan pemulihan ekonomi terjadi, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data dari DSInnovate DailySocial, terdapat 76 pendanaan ke startup Indonesia yang diumumkan ke publik pada kuartal I 2022.Dari 50 pendanaan yang menyebutkan nominal, total investasinya  sebesar USD1,22 miliar. Angka ini lebih besar dari total investasi  startup tahun lalu yang mencapai USD554,7 juta dari 24 transaksi yang  diumumkan nominalnya.
&amp;ldquo;Kami percaya startup di Indonesia punya daya saing dan potensi yang  luar biasa. Melalui program akselerasi di Upturn, kami berharap bisa  terus membantu para founder untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan  potensi yang dimiliki,&amp;rdquo; ujar Partner at Upturn, Ayunda Afifa, Sabtu  (23/7/2022).
Ayunda menambahkan, Upturn juga berkomitmen untuk terus mendorong dan  mengakselerasi perkembangan startup di Indonesia yang masih menyimpan  potensi besar. Ada sejumlah strategi yang dilakukan Upturn agar bisnis  dan modal startup lancar.
Salah satunya dengan merampungkan Upturn Scale Program Batch 1,  program akselerasi ini dimulai sejak 17 Mei 2022 dan berlangsung selama  sepuluh minggu.
Menurut Ayunda, sebanyak 14 startup dari berbagai sektor telah  mengikuti program yang bertujuan memacu pertumbuhan bisnis, yang dibantu  oleh para mentor dan akses network Upturn lainnya. Rangkaian tersebut  kemudian ditutup dengan kesempatan bertemu para investor dalam The  Upturn Scale Program Batch 1 Virtual Demo Day (Demo Day).
Para founders melakukan pitch pada puluhan rekan Venture Capitalist  (VC) Upturn, baik nasional dan regional, hingga kepada angel investors  yang telah lama mendukung pertumbuhan industri teknologi dalam negeri.
&quot;Diharapkan para startup bisa semakin matang dalam memformulasikan  pitch deck-nya guna menarik minat para investor untuk mendukung  kebutuhan dana pengembangan bisnis yang diperlukan,&quot; kata Ayunda.&amp;ldquo;Namun bagi kami, yang paling utama setelah program ini, para founder   memiliki kemampuan lebih dalam membangun bisnis yang tumbuh cepat dan   berkelanjutan,&amp;rdquo; sambungnya.
Adapun 14 startup yang berhasil lolos dari Upturn Scale Program Batch   1 adalah Jaramba, Flash Campus, Broiler X, Wiseree, Cari Mobil,  Bengkel  Mania, Bintang Kecil, Goritax, Kibble, Psikologimu, Rakamin  Academy,  Sgara, Stellar X, hingga Belajar Lagi.
Salah satu peserta program, Jati Pikukuh selaku Co Founder Broiler X   mengatakan, Upturn telah berhasil menghadirkan mentor berkualitas yang   dapat membantu BroilerX meningkatkan pendapatan melalui pengalaman   praktis. Lalu, lewat Demo Day, Upturn telah memberikan kesempatan kepada   para founder startup untuk mendapatkan akses modal dari para investor.
Sementara itu, Founder &amp;amp; CEO Bengkel Mania Rizky Jonathan menilai   program cohort selama sepuluh pekan bersama Upturn telah memberikan   banyak insight positif untuk perkembangan Bengkel Mania. &amp;ldquo;Tak lupa,   berkat Demo Day, Bengkel Mania mendapatkan akses untuk mempresentasikan   bisnis kami kepada para VC, sebuah kesempatan berharga bagi Bengkel   Mania,&amp;rdquo; imbuh Rizky.</description><content:encoded>JAKARTA - Pendanaan startup di Indonesia terkendala ketatnya likuiditas di pasar global. Likuiditas mengetat akibat kebijakan moneter bank sentral di sejumlah negara.
Hal ini tentu akan mempengaruhi perusahaan rintisan atau startup. Investor modal ventura pun akan selektif melakukan pendanaan pada startup.
BACA JUGA:Modal Ventura BNI Bisa Topang Startup Lokal

Mengutip data CB Insights, total pendanaan startup secara global mencapai USD108,5 miliar pada kuartal II 2022, menurun 23% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya senilai USD141,6 miliar.
Penurunan tersebut menjadi yang terbesar secara kuartalan selama satu dekade terakhir. Alhasil, jumlah unicorn global juga menurun hingga 43% secara global yang hanya mencetak 85 pemain baru, jauh di bawah kuartal II 2021 sebanyak 148 unicorn. &amp;nbsp;
BACA JUGA:Koperasi Diharapkan Jadi Wadah Pelaku Usaha Profesional hingga Startup)

Menanggapi kondisi ini, Platform startup accelerator PT Upturn Akselerasi Nusantara (Upturn), menilai industri startup akan kembali bergeliat seiring dengan pemulihan ekonomi terjadi, termasuk di Indonesia.
Berdasarkan data dari DSInnovate DailySocial, terdapat 76 pendanaan ke startup Indonesia yang diumumkan ke publik pada kuartal I 2022.Dari 50 pendanaan yang menyebutkan nominal, total investasinya  sebesar USD1,22 miliar. Angka ini lebih besar dari total investasi  startup tahun lalu yang mencapai USD554,7 juta dari 24 transaksi yang  diumumkan nominalnya.
&amp;ldquo;Kami percaya startup di Indonesia punya daya saing dan potensi yang  luar biasa. Melalui program akselerasi di Upturn, kami berharap bisa  terus membantu para founder untuk mengembangkan bisnis dan memaksimalkan  potensi yang dimiliki,&amp;rdquo; ujar Partner at Upturn, Ayunda Afifa, Sabtu  (23/7/2022).
Ayunda menambahkan, Upturn juga berkomitmen untuk terus mendorong dan  mengakselerasi perkembangan startup di Indonesia yang masih menyimpan  potensi besar. Ada sejumlah strategi yang dilakukan Upturn agar bisnis  dan modal startup lancar.
Salah satunya dengan merampungkan Upturn Scale Program Batch 1,  program akselerasi ini dimulai sejak 17 Mei 2022 dan berlangsung selama  sepuluh minggu.
Menurut Ayunda, sebanyak 14 startup dari berbagai sektor telah  mengikuti program yang bertujuan memacu pertumbuhan bisnis, yang dibantu  oleh para mentor dan akses network Upturn lainnya. Rangkaian tersebut  kemudian ditutup dengan kesempatan bertemu para investor dalam The  Upturn Scale Program Batch 1 Virtual Demo Day (Demo Day).
Para founders melakukan pitch pada puluhan rekan Venture Capitalist  (VC) Upturn, baik nasional dan regional, hingga kepada angel investors  yang telah lama mendukung pertumbuhan industri teknologi dalam negeri.
&quot;Diharapkan para startup bisa semakin matang dalam memformulasikan  pitch deck-nya guna menarik minat para investor untuk mendukung  kebutuhan dana pengembangan bisnis yang diperlukan,&quot; kata Ayunda.&amp;ldquo;Namun bagi kami, yang paling utama setelah program ini, para founder   memiliki kemampuan lebih dalam membangun bisnis yang tumbuh cepat dan   berkelanjutan,&amp;rdquo; sambungnya.
Adapun 14 startup yang berhasil lolos dari Upturn Scale Program Batch   1 adalah Jaramba, Flash Campus, Broiler X, Wiseree, Cari Mobil,  Bengkel  Mania, Bintang Kecil, Goritax, Kibble, Psikologimu, Rakamin  Academy,  Sgara, Stellar X, hingga Belajar Lagi.
Salah satu peserta program, Jati Pikukuh selaku Co Founder Broiler X   mengatakan, Upturn telah berhasil menghadirkan mentor berkualitas yang   dapat membantu BroilerX meningkatkan pendapatan melalui pengalaman   praktis. Lalu, lewat Demo Day, Upturn telah memberikan kesempatan kepada   para founder startup untuk mendapatkan akses modal dari para investor.
Sementara itu, Founder &amp;amp; CEO Bengkel Mania Rizky Jonathan menilai   program cohort selama sepuluh pekan bersama Upturn telah memberikan   banyak insight positif untuk perkembangan Bengkel Mania. &amp;ldquo;Tak lupa,   berkat Demo Day, Bengkel Mania mendapatkan akses untuk mempresentasikan   bisnis kami kepada para VC, sebuah kesempatan berharga bagi Bengkel   Mania,&amp;rdquo; imbuh Rizky.</content:encoded></item></channel></rss>
