<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kawasan Labuan Bajo Punya Sistem Pengelola Sampah, Ini Penampakannya</title><description>Kementerian PUPR melakukan penataan kawasan Waterfront Marina dan Sistem  Pengelolaan Sampah Warloka di pantai Marina, Labuan Bajo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/470/2635010/kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/470/2635010/kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya"/><item><title>Kawasan Labuan Bajo Punya Sistem Pengelola Sampah, Ini Penampakannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/470/2635010/kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/23/470/2635010/kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya</guid><pubDate>Sabtu 23 Juli 2022 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/23/470/2635010/kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya-AabWwC90BL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sistem pengolahan sampah Labuan Bajo (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/23/470/2635010/kawasan-labuan-bajo-punya-sistem-pengelola-sampah-ini-penampakannya-AabWwC90BL.jpg</image><title>Sistem pengolahan sampah Labuan Bajo (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan Waterfront Marina dan Sistem Pengelolaan Sampah Warloka di pantai Marina, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Kawasan Waterfront Pantai Marina terbagi menjadi lima zona. Zona 1 Bukit Pramuka, Zona 2 Kampung Air, Zona 3 Dermaga, Zona 4 kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona 5 Kampung Ujung.
BACA JUGA:Menteri Basuki: SPAM di Labuan Bajo Bukan Hanya untuk Wisatawan

Zona 1-2 dikerjakan pada 28 September 2020 - 21 November 2021 oleh kontraktor PT Wika Gedung dengan anggaran Rp81 miliar. Ruang lingkup pekerjaan Zona 1 meliputi dermaga gertak dan gazebo, menara pandang, promenade Kampung Baru, toilet, dermaga A, SOG Kampung Baru danpower house.

Selanjutnya Zona 2 meliputi Tangga Bajo 1, dermaga B, promenade Kampung Air, Tangga Bajo 2, Dermaga Pink dan gazebo, toilet, jalan dan saluran. Zona 3 dan 5 dikerjakan pasa 28 September 2020 - 8 Februari 2022 oleh kontraktor PT Brantas Abipraya dengan anggaran Rp207 miliar.
BACA JUGA:Fasilitas &amp;amp; Infrastruktur Jadi Magnet Wisatawan ke Labuan Bajo, Sandiaga Uno: Sangat Epik dan Majestic!

Ruang lingkup pekerjaan Zona 3 meliputi plaza, Tangga Bajo 3, gedung MEP, Tangga Bajo 4, toilet, lahan parkir, Tangga Bajo 5, area hijau, amphitheater, taman air, trestal dan lansekap. Sementara Zona 5 meliputi Kuliner Kampung Ujung, toilet, Promenade Kampung Ujung, Tangga Bajo 6 dan dermaga apung.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak masyarakat untuk menjaga  kebersihan Labuan Bajo. Kehadiran tempat pengelolaan sampah diharapkan  bisa efektif untuk mengelola sampah di kawasan wisata tersebut.
&quot;Tolong kita semua bisa ikut aktif menjaga kebersihan kawasan, karena  yang menikmati juga warga disini,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki pada keterangan  tertulisnya, Sabtu (23/7/2022).
Pengelolaan sampah Warloka yang terdiri dari Tempat Pengolahan Sampah  Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPST Warloka  dioperasikan untuk dapat mengolah sampah dengan kapasitas 20 ton/hari.  Sementara TPA Sampah Warloka dioperasikan untuk memproses akhir sampah  yang telah diolah di TPST berupa residu abu dengan kapasitas 2 ton/hari.
Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menambahkan bahwa  penataan marina di Labuan Bajo merupakan model yang baik bagi kota-kota  pantai dan pesisir di Indonesia, terlebih yang mengandalkan potensi  pariwisata sebagai basis perekonomian lokal.
&quot;Ruang publik sebagai ruang ketiga perlu kita ciptakan agar kota-kota  kita semakin humanis, nyaman dan berkualitas layanannya,&amp;rdquo; pungkas  Endra.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan Waterfront Marina dan Sistem Pengelolaan Sampah Warloka di pantai Marina, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Kawasan Waterfront Pantai Marina terbagi menjadi lima zona. Zona 1 Bukit Pramuka, Zona 2 Kampung Air, Zona 3 Dermaga, Zona 4 kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), Zona 5 Kampung Ujung.
BACA JUGA:Menteri Basuki: SPAM di Labuan Bajo Bukan Hanya untuk Wisatawan

Zona 1-2 dikerjakan pada 28 September 2020 - 21 November 2021 oleh kontraktor PT Wika Gedung dengan anggaran Rp81 miliar. Ruang lingkup pekerjaan Zona 1 meliputi dermaga gertak dan gazebo, menara pandang, promenade Kampung Baru, toilet, dermaga A, SOG Kampung Baru danpower house.

Selanjutnya Zona 2 meliputi Tangga Bajo 1, dermaga B, promenade Kampung Air, Tangga Bajo 2, Dermaga Pink dan gazebo, toilet, jalan dan saluran. Zona 3 dan 5 dikerjakan pasa 28 September 2020 - 8 Februari 2022 oleh kontraktor PT Brantas Abipraya dengan anggaran Rp207 miliar.
BACA JUGA:Fasilitas &amp;amp; Infrastruktur Jadi Magnet Wisatawan ke Labuan Bajo, Sandiaga Uno: Sangat Epik dan Majestic!

Ruang lingkup pekerjaan Zona 3 meliputi plaza, Tangga Bajo 3, gedung MEP, Tangga Bajo 4, toilet, lahan parkir, Tangga Bajo 5, area hijau, amphitheater, taman air, trestal dan lansekap. Sementara Zona 5 meliputi Kuliner Kampung Ujung, toilet, Promenade Kampung Ujung, Tangga Bajo 6 dan dermaga apung.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengajak masyarakat untuk menjaga  kebersihan Labuan Bajo. Kehadiran tempat pengelolaan sampah diharapkan  bisa efektif untuk mengelola sampah di kawasan wisata tersebut.
&quot;Tolong kita semua bisa ikut aktif menjaga kebersihan kawasan, karena  yang menikmati juga warga disini,&amp;rdquo; kata Menteri Basuki pada keterangan  tertulisnya, Sabtu (23/7/2022).
Pengelolaan sampah Warloka yang terdiri dari Tempat Pengolahan Sampah  Terpadu (TPST) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). TPST Warloka  dioperasikan untuk dapat mengolah sampah dengan kapasitas 20 ton/hari.  Sementara TPA Sampah Warloka dioperasikan untuk memproses akhir sampah  yang telah diolah di TPST berupa residu abu dengan kapasitas 2 ton/hari.
Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menambahkan bahwa  penataan marina di Labuan Bajo merupakan model yang baik bagi kota-kota  pantai dan pesisir di Indonesia, terlebih yang mengandalkan potensi  pariwisata sebagai basis perekonomian lokal.
&quot;Ruang publik sebagai ruang ketiga perlu kita ciptakan agar kota-kota  kita semakin humanis, nyaman dan berkualitas layanannya,&amp;rdquo; pungkas  Endra.</content:encoded></item></channel></rss>
