<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peternak: Distribusi Vaksin PMK Lambat Sampai Daerah</title><description>Peternak mengungkap distribusi vaksinasi PMK di daerah sangat lambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635801/peternak-distribusi-vaksin-pmk-lambat-sampai-daerah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635801/peternak-distribusi-vaksin-pmk-lambat-sampai-daerah"/><item><title>Peternak: Distribusi Vaksin PMK Lambat Sampai Daerah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635801/peternak-distribusi-vaksin-pmk-lambat-sampai-daerah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635801/peternak-distribusi-vaksin-pmk-lambat-sampai-daerah</guid><pubDate>Senin 25 Juli 2022 13:51 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/25/320/2635801/peternak-distribusi-vaksin-pmk-lambat-sampai-daerah-sCN9w5igKE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Distribusi vaksin PMK lambat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/25/320/2635801/peternak-distribusi-vaksin-pmk-lambat-sampai-daerah-sCN9w5igKE.jpg</image><title>Distribusi vaksin PMK lambat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Peternak mengungkap distribusi vaksin PMK di daerah sangat lambat. Ketua Umum PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) Nanang Purus Subendro mengungkapkan saat ini penanganan wabah PMK hanya tinggal mengandalkan vaksinasi.
BACA JUGA:Waspada PMK, Petugas Karantina Gilimanuk Bali Gagalkan Pengiriman 160 Babi ke Jakarta

Sebab menurutnya saat ini wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) telah terlanjur menyebar bahkan di 22 provinsi se-Indonesia. Pengetatan lalu lintas hewan pun membuktikan bahwa jumlah penularan di daerah bertambah.
&quot;Harapannya tinggal di vaksinasi, yang jadi masalah proses datangnya Vaksinasi ini entah apalagi yang masih ditunggu atau persyaratan yang masih kurang, sudah lebih dari 2 bulan vaksinnya belum datang dengan jumlah yang memadai,&quot; ujar Nanang saat dihubungi MNC Portal, Senin (25/7/2022).
BACA JUGA:Kebo Bule Berusia 20 Tahun Milik Keraton Surakarta Mati Terpapar PMK 

Adapun saat ini mengutip data dari siagapmk.id setidaknya jumlah hewan yang diberikan vaksin PMK hanya sebanyak sekitar 600 ribu ekor. Jumlah tersebut bahkan lebih sedikit dari target pemerintah yang bakal mendatangkan setidaknya 800 ribu dosis vaksin pada tahap pertama.
Hal tersebut yang dimaksudkan oleh Nanang distribusi vaksin PMK ke peternak masih menjadi kendala. Padahal jumlah hewan ternak khusus misalnya sapi potong saja data pada tahun 2021 populasinya mencapai 18 juta ekor.&quot;Itu di 22 provinsi, mustinya sapi yang masih sehat diberikan  vaksinasi diberikan vaksinasi supaya tidak terinfeksi,&quot; sambung Nanang.
Nanang mengatakan penahan PMK saat ini yang justru hanya mengandalkan  vaksinasi justru terkesan sangat lambat. Padahal hal tersebut  seharusnya bisa dipercepat karena wabah tersebut sangat cepat menyebar  ke hewan lainnya.
Sehingga pada akhirnya, ketika penanganan yang diberikan pemerintah  cukup lambat, maka kerugian yang dialami oleh petani bakal semakin  besar.
&quot;Karena itu harus cepat sekali (vaksinnya), karena virusnya terus menyebar, (saat ini) masih sangat lambat,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Peternak mengungkap distribusi vaksin PMK di daerah sangat lambat. Ketua Umum PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) Nanang Purus Subendro mengungkapkan saat ini penanganan wabah PMK hanya tinggal mengandalkan vaksinasi.
BACA JUGA:Waspada PMK, Petugas Karantina Gilimanuk Bali Gagalkan Pengiriman 160 Babi ke Jakarta

Sebab menurutnya saat ini wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) telah terlanjur menyebar bahkan di 22 provinsi se-Indonesia. Pengetatan lalu lintas hewan pun membuktikan bahwa jumlah penularan di daerah bertambah.
&quot;Harapannya tinggal di vaksinasi, yang jadi masalah proses datangnya Vaksinasi ini entah apalagi yang masih ditunggu atau persyaratan yang masih kurang, sudah lebih dari 2 bulan vaksinnya belum datang dengan jumlah yang memadai,&quot; ujar Nanang saat dihubungi MNC Portal, Senin (25/7/2022).
BACA JUGA:Kebo Bule Berusia 20 Tahun Milik Keraton Surakarta Mati Terpapar PMK 

Adapun saat ini mengutip data dari siagapmk.id setidaknya jumlah hewan yang diberikan vaksin PMK hanya sebanyak sekitar 600 ribu ekor. Jumlah tersebut bahkan lebih sedikit dari target pemerintah yang bakal mendatangkan setidaknya 800 ribu dosis vaksin pada tahap pertama.
Hal tersebut yang dimaksudkan oleh Nanang distribusi vaksin PMK ke peternak masih menjadi kendala. Padahal jumlah hewan ternak khusus misalnya sapi potong saja data pada tahun 2021 populasinya mencapai 18 juta ekor.&quot;Itu di 22 provinsi, mustinya sapi yang masih sehat diberikan  vaksinasi diberikan vaksinasi supaya tidak terinfeksi,&quot; sambung Nanang.
Nanang mengatakan penahan PMK saat ini yang justru hanya mengandalkan  vaksinasi justru terkesan sangat lambat. Padahal hal tersebut  seharusnya bisa dipercepat karena wabah tersebut sangat cepat menyebar  ke hewan lainnya.
Sehingga pada akhirnya, ketika penanganan yang diberikan pemerintah  cukup lambat, maka kerugian yang dialami oleh petani bakal semakin  besar.
&quot;Karena itu harus cepat sekali (vaksinnya), karena virusnya terus menyebar, (saat ini) masih sangat lambat,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
