<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cegah Wabah PMK, Berikut Jenis Hewan Ternak yang Lebih Dulu Divaksin</title><description>Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak sehat yang rentan kena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635825/cegah-wabah-pmk-berikut-jenis-hewan-ternak-yang-lebih-dulu-divaksin</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635825/cegah-wabah-pmk-berikut-jenis-hewan-ternak-yang-lebih-dulu-divaksin"/><item><title>Cegah Wabah PMK, Berikut Jenis Hewan Ternak yang Lebih Dulu Divaksin</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635825/cegah-wabah-pmk-berikut-jenis-hewan-ternak-yang-lebih-dulu-divaksin</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2635825/cegah-wabah-pmk-berikut-jenis-hewan-ternak-yang-lebih-dulu-divaksin</guid><pubDate>Senin 25 Juli 2022 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/25/320/2635825/cegah-wabah-pmk-berikut-jenis-hewan-ternak-yang-lebih-dulu-divaksin-E1oFoGOGLY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/25/320/2635825/cegah-wabah-pmk-berikut-jenis-hewan-ternak-yang-lebih-dulu-divaksin-E1oFoGOGLY.jpg</image><title>Ilustrasi sapi. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak sehat yang rentan kena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu bertujuan agar wabah tersebut tidak menyebar lebih luas ke seluruh Indonesia.

Ketua Umum PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) Nanang Purus Subendro mengatakan klasifikasi pemberian vaksinasi terbagi menjadi tiga bagian, prioritas pertama adalah untuk sapi perah, kedua sapi pembibitan, dan terkahir adalah sapi penggemukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Peternak: Distribusi Vaksin PMK Lambat Sampai Daerah
Namun, menurut Nanang lambatnya pemberian vaksinasi terhadap para peternak menjadi semakin rentan wabah PMK menulaR ke berbagai daerah lainnya.

&quot;Yang prioritas pertama dari pemerintah kan itu sapi perah, sapi pembibitan, selanjutnya sapi penggemukan,&quot; ujar Nanang kepada MNC Portal, Senin (25/7/2022).
Dia menyebut pemberian vaksin untuk hewan penggemukan seharusnya bisa didahulukan.

Alasannya karena mayoritas peternak yang ada di Indonesia adalah untuk penggemukan dibandingkan memproduksi sapi perah.

Sehingga keuntungan petani adalah dari hasil penggemukan sapi tersebut kemudian dijual.

Tapi ketika klasifikasi sapi penggemukan menjadi prioritas ketiga dalam mendapatkan vaksin, hal tersebut praktis menjadi ancaman kerugian untuk para peternak

&quot;Padahal mayoritas sapi kan sapi penggemukan, tapi ini masuk prioritas yang terakhir,&quot; pungkasnya,</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi pada hewan ternak sehat yang rentan kena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Hal itu bertujuan agar wabah tersebut tidak menyebar lebih luas ke seluruh Indonesia.

Ketua Umum PPSKI (Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia) Nanang Purus Subendro mengatakan klasifikasi pemberian vaksinasi terbagi menjadi tiga bagian, prioritas pertama adalah untuk sapi perah, kedua sapi pembibitan, dan terkahir adalah sapi penggemukan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Peternak: Distribusi Vaksin PMK Lambat Sampai Daerah
Namun, menurut Nanang lambatnya pemberian vaksinasi terhadap para peternak menjadi semakin rentan wabah PMK menulaR ke berbagai daerah lainnya.

&quot;Yang prioritas pertama dari pemerintah kan itu sapi perah, sapi pembibitan, selanjutnya sapi penggemukan,&quot; ujar Nanang kepada MNC Portal, Senin (25/7/2022).
Dia menyebut pemberian vaksin untuk hewan penggemukan seharusnya bisa didahulukan.

Alasannya karena mayoritas peternak yang ada di Indonesia adalah untuk penggemukan dibandingkan memproduksi sapi perah.

Sehingga keuntungan petani adalah dari hasil penggemukan sapi tersebut kemudian dijual.

Tapi ketika klasifikasi sapi penggemukan menjadi prioritas ketiga dalam mendapatkan vaksin, hal tersebut praktis menjadi ancaman kerugian untuk para peternak

&quot;Padahal mayoritas sapi kan sapi penggemukan, tapi ini masuk prioritas yang terakhir,&quot; pungkasnya,</content:encoded></item></channel></rss>
