<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wamenkeu: Mengelola Keuangan Negara Tidak Boleh Berpikiran Sempit</title><description>Rumus kepemimpinan di Kementerian Keuangan tercermin dari 5 (lima) Nilai Kementerian Keuangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2636056/wamenkeu-mengelola-keuangan-negara-tidak-boleh-berpikiran-sempit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2636056/wamenkeu-mengelola-keuangan-negara-tidak-boleh-berpikiran-sempit"/><item><title>Wamenkeu: Mengelola Keuangan Negara Tidak Boleh Berpikiran Sempit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2636056/wamenkeu-mengelola-keuangan-negara-tidak-boleh-berpikiran-sempit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/320/2636056/wamenkeu-mengelola-keuangan-negara-tidak-boleh-berpikiran-sempit</guid><pubDate>Senin 25 Juli 2022 18:44 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/25/320/2636056/wamenkeu-mengelola-keuangan-negara-tidak-boleh-berpikiran-sempit-LOLXskJUUS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumus kepemimpinan di Kementerian Keuangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/25/320/2636056/wamenkeu-mengelola-keuangan-negara-tidak-boleh-berpikiran-sempit-LOLXskJUUS.jpg</image><title>Rumus kepemimpinan di Kementerian Keuangan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Rumus kepemimpinan di Kementerian Keuangan tercermin dari 5 (lima) Nilai Kementerian Keuangan yaitu Sinergi, Integritas, Profesionalisme, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Hal ini Wamenkeu katakan saat memberikan materi pada acara Kuliah Umum dengan tema &quot;Kepemimpinan Inklusif Sektor Publik&quot;, di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN), Senin (25/7/2022).
&amp;ldquo;Merumuskan kepemimpinan di Kementerian Keuangan, Anda nggak usah jauh-jauh, mau buka buku teori sih boleh, buka buku teks boleh, Anda mau buka pendapat orang lain boleh, tapi kepemimpinan di Kementerian Keuangan itu pilarnya adalah Nilai-nilai Kementerian Keuangan,&amp;rdquo; terang Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.
BACA JUGA:Program Kemenkeu Satu Negeri Berakhir, Sri Mulyani: Saya Harap Pengalaman Ini Bisa Ubah Indonesia

Dia melanjutkan bahwa Kementerian Keuangan memiliki tugas sebagai pengelola keuangan negara. Pengelolaan keuangan negara memiliki dimensi yang sangat luas dan kompleks. Maka dari itu, sinergi merupakan hal yang perlu dibangun dalam kompleksitas tersebut.
BACA JUGA:4 Fakta BLT UMKM dan Subsidi Gaji yang Masih Tertahan di Kemenkeu

&amp;ldquo;Yang namanya keuangan negara dimensinya luar biasa banyaknya. Kalau kita pengelola keuangan negara, ya kita siap bekerja di berbagai macam dimensi-dimensi tersebut. Nggak bisa Anda berpikir sempit. Kami semua di pimpinan Kementerian Keuangan sangat-sangat yakin untuk bekerja secara sinergis,&amp;rdquo; ucap Suahasil.Kementerian Keuangan memiliki seperangkat alat/tools untuk  mengembangkan dan mengimplementasikan konsep kepemimpinan, mulai dari  pemberian penghargaan bagi yang beprestasi, pengelolaan kinerja,  penyusunan kode etik, pengawasan kedisiplinan, pengembangan kompetensi,  perubahan pola kepemimpinan dengan berbasis digital dan tools lain-lain.  Wamenkeu menegaskan bahwa itu semua adalah alat/tools, namun esensinya  ada pada diri masing-masing individu.
&amp;ldquo;Anda adalah role model untuk lingkungan di rumah, Anda adalah role  model untuk lingkungan di kantor. Mulai memimpin dari memimpin diri  sendiri, memimpin lingkungan, bekerja dengan orang lain, berinteraksi  bersinergi dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme  untuk melayani masyarakat,&amp;rdquo; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Rumus kepemimpinan di Kementerian Keuangan tercermin dari 5 (lima) Nilai Kementerian Keuangan yaitu Sinergi, Integritas, Profesionalisme, Pelayanan, dan Kesempurnaan. Hal ini Wamenkeu katakan saat memberikan materi pada acara Kuliah Umum dengan tema &quot;Kepemimpinan Inklusif Sektor Publik&quot;, di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN), Senin (25/7/2022).
&amp;ldquo;Merumuskan kepemimpinan di Kementerian Keuangan, Anda nggak usah jauh-jauh, mau buka buku teori sih boleh, buka buku teks boleh, Anda mau buka pendapat orang lain boleh, tapi kepemimpinan di Kementerian Keuangan itu pilarnya adalah Nilai-nilai Kementerian Keuangan,&amp;rdquo; terang Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara.
BACA JUGA:Program Kemenkeu Satu Negeri Berakhir, Sri Mulyani: Saya Harap Pengalaman Ini Bisa Ubah Indonesia

Dia melanjutkan bahwa Kementerian Keuangan memiliki tugas sebagai pengelola keuangan negara. Pengelolaan keuangan negara memiliki dimensi yang sangat luas dan kompleks. Maka dari itu, sinergi merupakan hal yang perlu dibangun dalam kompleksitas tersebut.
BACA JUGA:4 Fakta BLT UMKM dan Subsidi Gaji yang Masih Tertahan di Kemenkeu

&amp;ldquo;Yang namanya keuangan negara dimensinya luar biasa banyaknya. Kalau kita pengelola keuangan negara, ya kita siap bekerja di berbagai macam dimensi-dimensi tersebut. Nggak bisa Anda berpikir sempit. Kami semua di pimpinan Kementerian Keuangan sangat-sangat yakin untuk bekerja secara sinergis,&amp;rdquo; ucap Suahasil.Kementerian Keuangan memiliki seperangkat alat/tools untuk  mengembangkan dan mengimplementasikan konsep kepemimpinan, mulai dari  pemberian penghargaan bagi yang beprestasi, pengelolaan kinerja,  penyusunan kode etik, pengawasan kedisiplinan, pengembangan kompetensi,  perubahan pola kepemimpinan dengan berbasis digital dan tools lain-lain.  Wamenkeu menegaskan bahwa itu semua adalah alat/tools, namun esensinya  ada pada diri masing-masing individu.
&amp;ldquo;Anda adalah role model untuk lingkungan di rumah, Anda adalah role  model untuk lingkungan di kantor. Mulai memimpin dari memimpin diri  sendiri, memimpin lingkungan, bekerja dengan orang lain, berinteraksi  bersinergi dengan tetap menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme  untuk melayani masyarakat,&amp;rdquo; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
