<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kunci Pelaku UMKM Perempuan Bisa Mendunia</title><description>Kunci agar pelaku UMKM perempuan bisa memasarkan produknya ke pasar dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/455/2635712/kunci-pelaku-umkm-perempuan-bisa-mendunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/455/2635712/kunci-pelaku-umkm-perempuan-bisa-mendunia"/><item><title>Kunci Pelaku UMKM Perempuan Bisa Mendunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/455/2635712/kunci-pelaku-umkm-perempuan-bisa-mendunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/25/455/2635712/kunci-pelaku-umkm-perempuan-bisa-mendunia</guid><pubDate>Senin 25 Juli 2022 11:42 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/25/455/2635712/kunci-pelaku-umkm-perempuan-bisa-mendunia-zhSujdTcJA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kunci UMKM go global (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/25/455/2635712/kunci-pelaku-umkm-perempuan-bisa-mendunia-zhSujdTcJA.jpg</image><title>Kunci UMKM go global (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kunci agar pelaku UMKM perempuan bisa memasarkan produknya ke pasar dunia. Potensi peran perempuan dalam pengembangan UMKM di Indonesia yang sangat besar. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pun berkomitmen membangun persepsi bersama dan pemahaman pentingnya perempuan dalam pengembangan UMKM berorientasi ekspor.
Pasalnya, roda penggerak UMKM di Indonesia adalah perempuan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sebanyak 52% dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56% dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34% dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.
BACA JUGA:Top! 13 Produk UMKM RI Mejeng di Jepang

Pemberdayaan perempuan, inklusi keuangan, serta tujuan mencapai sustainable development goals, melalui penciptaan produk ramah lingkungan menjadi karakter para mitra binaan LPEI. Keberlanjutan atau sustainability merupakan komitmen dari para mitra binaan LPEI yang menghasilkan produk berkualitas untuk diekspor, sehingga dapat menjangkau pasar potensial.
&quot;LPEI mendorong para peserta untuk memperluas jejaring bisnis atau networking. Kegiatan ini dihadiri sejumlah penggerak UMKM dari berbagai bidang dan wilayah, serta pengusaha muda perempuan yang tergabung dalam sister-preneurs,&quot; ujar Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar dikutip Senin (25/7/2022).
BACA JUGA:Pulihkan Ekonomi RI, KKP Terapkan Strategi dengan Libatkan UMKM

Dalam kegiatan ini, beberapa mitra binaan LPEI ikut berbagi strategi agar pelaku UMKM terutama perempuan bisa bersaing dan mendorong produknya mendunia. Salah satu mitra binaan LPEI yakni Novi Herawati, CEO CV Nusantara Jaya Food mengatakan, kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital merupakan kunci pembuka akses UMKM Indonesia dalam menggaet buyer atau mendapatkan pasar bagi produk yang sesuai.Sementara itu, Widya Hana Sofia, CEO PT Masagenah Group merupakan  UMKM yang giat mengelola limbah sawit menjadi produk bernilai tambah  yang juga diekspor. Ia telah membangun kesadaran petani kelapa sawit  untuk mengumpulkan limbah berupa pelepah kelapa sawit untuk dijadikan  barang benilai ekonomi. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi penggerak  keberhasilan usaha yang dijalankan Widya bersama desa-desa yang  bergabung dan menjalin kerja sama dengan BUMDes.
Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso ikut menyampaikan, bahwa LPEI  sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan selalu melakukan  berbagai sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan mandatnya untuk  peningkatan ekspor khususnya pada segmen UKM berorientasi ekspor.
Melalui pertemuan para UMKM berorientasi ekspor, Riyani berharap,  LPEI bersama para pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya akan  proaktif membentuk ekosistem yang produktif dan menjaga keberlanjutan  ekspor segmen UMKM. Dari segi dukungan finansial, LPEI membagikan  informasi tentang pengelolaan keuangan termasuk akses pembiayaan,  penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi yang dapat dimanfaatkan UMKM  untuk semakin mendunia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kunci agar pelaku UMKM perempuan bisa memasarkan produknya ke pasar dunia. Potensi peran perempuan dalam pengembangan UMKM di Indonesia yang sangat besar. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) pun berkomitmen membangun persepsi bersama dan pemahaman pentingnya perempuan dalam pengembangan UMKM berorientasi ekspor.
Pasalnya, roda penggerak UMKM di Indonesia adalah perempuan. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, sebanyak 52% dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia adalah perempuan. Untuk tingkat usaha kecil, terdapat 56% dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan. Sementara, untuk usaha menengah, 34% dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.
BACA JUGA:Top! 13 Produk UMKM RI Mejeng di Jepang

Pemberdayaan perempuan, inklusi keuangan, serta tujuan mencapai sustainable development goals, melalui penciptaan produk ramah lingkungan menjadi karakter para mitra binaan LPEI. Keberlanjutan atau sustainability merupakan komitmen dari para mitra binaan LPEI yang menghasilkan produk berkualitas untuk diekspor, sehingga dapat menjangkau pasar potensial.
&quot;LPEI mendorong para peserta untuk memperluas jejaring bisnis atau networking. Kegiatan ini dihadiri sejumlah penggerak UMKM dari berbagai bidang dan wilayah, serta pengusaha muda perempuan yang tergabung dalam sister-preneurs,&quot; ujar Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F. Anwar dikutip Senin (25/7/2022).
BACA JUGA:Pulihkan Ekonomi RI, KKP Terapkan Strategi dengan Libatkan UMKM

Dalam kegiatan ini, beberapa mitra binaan LPEI ikut berbagi strategi agar pelaku UMKM terutama perempuan bisa bersaing dan mendorong produknya mendunia. Salah satu mitra binaan LPEI yakni Novi Herawati, CEO CV Nusantara Jaya Food mengatakan, kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital merupakan kunci pembuka akses UMKM Indonesia dalam menggaet buyer atau mendapatkan pasar bagi produk yang sesuai.Sementara itu, Widya Hana Sofia, CEO PT Masagenah Group merupakan  UMKM yang giat mengelola limbah sawit menjadi produk bernilai tambah  yang juga diekspor. Ia telah membangun kesadaran petani kelapa sawit  untuk mengumpulkan limbah berupa pelepah kelapa sawit untuk dijadikan  barang benilai ekonomi. Kesadaran kolektif masyarakat menjadi penggerak  keberhasilan usaha yang dijalankan Widya bersama desa-desa yang  bergabung dan menjalin kerja sama dengan BUMDes.
Direktur Eksekutif LPEI Rijani Tirtoso ikut menyampaikan, bahwa LPEI  sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan selalu melakukan  berbagai sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan mandatnya untuk  peningkatan ekspor khususnya pada segmen UKM berorientasi ekspor.
Melalui pertemuan para UMKM berorientasi ekspor, Riyani berharap,  LPEI bersama para pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya akan  proaktif membentuk ekosistem yang produktif dan menjaga keberlanjutan  ekspor segmen UMKM. Dari segi dukungan finansial, LPEI membagikan  informasi tentang pengelolaan keuangan termasuk akses pembiayaan,  penjaminan, asuransi, dan jasa konsultasi yang dapat dimanfaatkan UMKM  untuk semakin mendunia.</content:encoded></item></channel></rss>
