<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Fajar Surya (FASW) Naik 16,2% Jadi Rp6,3 Triliun di Semester I-2022</title><description>PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 16,2% menjadi Rp6,32 triliun pada semester I-2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636394/penjualan-fajar-surya-fasw-naik-16-2-jadi-rp6-3-triliun-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636394/penjualan-fajar-surya-fasw-naik-16-2-jadi-rp6-3-triliun-di-semester-i-2022"/><item><title>Penjualan Fajar Surya (FASW) Naik 16,2% Jadi Rp6,3 Triliun di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636394/penjualan-fajar-surya-fasw-naik-16-2-jadi-rp6-3-triliun-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636394/penjualan-fajar-surya-fasw-naik-16-2-jadi-rp6-3-triliun-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2022 12:25 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/26/278/2636394/penjualan-fajar-surya-fasw-naik-16-2-jadi-rp6-3-triliun-di-semester-i-2022-H1XnUUwtAU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan Fajar Surya alami kenaikan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/26/278/2636394/penjualan-fajar-surya-fasw-naik-16-2-jadi-rp6-3-triliun-di-semester-i-2022-H1XnUUwtAU.jpg</image><title>Penjualan Fajar Surya alami kenaikan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 16,2% menjadi Rp6,32 triliun pada semester I-2022.
Kontribusi terbesar penjualan kertas kemasan datang dari pasar domestik total sebanyak Rp5,14 triliun, sedangkan ekspor di negara-negara Asia mencapai Rp1,18 triliun.
BACA JUGA:IPO Hari ini, Habco Trans Maritima (HATM) Emiten BEI ke-29 di 2022

Berdasarkan laporan keuangan FASW, Selasa (26/7/2022), permintaan barang cukup merata di antara para perusahaan pembeli dan tidak melebihi 10 persen dari total penjualan. Sedangkan sebagian besar ekspor diserap oleh Siam Kraft Industry Co., Ltd.
Seiring kenaikan pemasukan, beban pokok FASW terdongkrak menjadi Rp5,51 triliun, dibandingkan semester pertama tahun lalu di angka Rp4,63 triliun. Kenaikan berasal dari meningkatnya biaya pembelian bahan baku, dan biaya pabrikasi. Beban penjualan juga bertambah di mana biaya pengangkutan, gaji-tunjangan, komisi, dan perjalanan masing-masing meningkat.Alhasil, laba bersih FASW turun 10,15% menjadi Rp302,13 miliar,  dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp336,27 miliar. Hal itu membuat  laba per saham dasar perseroan koreksi dari semula Rp135,71, menjadi  Rp121,93.
Hingga akhir Juni 2022, FASW mencatatkan total aset sebanyak Rp13,85  triliun, atau naik 4,11% dibandingkan posisi aset akhir 2021 sebanyak  Rp13,30 triliun. Hal itu terjadi akibat adanya kenaikan kewajiban  pembayaran utang atau liabilitas sebesar 6,53% menjadi Rp8,74 triliun,  dan pertumbuhan modal 0,21% menjadi Rp5,10 triliun.
Adapun pada akhir periode, FASW membukukan jumlah kas dan setara kas  sebesar Rp131,58 miliar, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu  senilai Rp126,77 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 16,2% menjadi Rp6,32 triliun pada semester I-2022.
Kontribusi terbesar penjualan kertas kemasan datang dari pasar domestik total sebanyak Rp5,14 triliun, sedangkan ekspor di negara-negara Asia mencapai Rp1,18 triliun.
BACA JUGA:IPO Hari ini, Habco Trans Maritima (HATM) Emiten BEI ke-29 di 2022

Berdasarkan laporan keuangan FASW, Selasa (26/7/2022), permintaan barang cukup merata di antara para perusahaan pembeli dan tidak melebihi 10 persen dari total penjualan. Sedangkan sebagian besar ekspor diserap oleh Siam Kraft Industry Co., Ltd.
Seiring kenaikan pemasukan, beban pokok FASW terdongkrak menjadi Rp5,51 triliun, dibandingkan semester pertama tahun lalu di angka Rp4,63 triliun. Kenaikan berasal dari meningkatnya biaya pembelian bahan baku, dan biaya pabrikasi. Beban penjualan juga bertambah di mana biaya pengangkutan, gaji-tunjangan, komisi, dan perjalanan masing-masing meningkat.Alhasil, laba bersih FASW turun 10,15% menjadi Rp302,13 miliar,  dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp336,27 miliar. Hal itu membuat  laba per saham dasar perseroan koreksi dari semula Rp135,71, menjadi  Rp121,93.
Hingga akhir Juni 2022, FASW mencatatkan total aset sebanyak Rp13,85  triliun, atau naik 4,11% dibandingkan posisi aset akhir 2021 sebanyak  Rp13,30 triliun. Hal itu terjadi akibat adanya kenaikan kewajiban  pembayaran utang atau liabilitas sebesar 6,53% menjadi Rp8,74 triliun,  dan pertumbuhan modal 0,21% menjadi Rp5,10 triliun.
Adapun pada akhir periode, FASW membukukan jumlah kas dan setara kas  sebesar Rp131,58 miliar, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu  senilai Rp126,77 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
