<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Madusari Murni (MOLI) Siapkan Belanja Modal Rp240 Miliar</title><description>PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) terus membuka pasar ekspor baru di kawasan negara ASEAN dan juga Asia Tenggara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636520/madusari-murni-moli-siapkan-belanja-modal-rp240-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636520/madusari-murni-moli-siapkan-belanja-modal-rp240-miliar"/><item><title>Madusari Murni (MOLI) Siapkan Belanja Modal Rp240 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636520/madusari-murni-moli-siapkan-belanja-modal-rp240-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/278/2636520/madusari-murni-moli-siapkan-belanja-modal-rp240-miliar</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2022 14:43 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/26/278/2636520/madusari-murni-moli-siapkan-belanja-modal-rp240-miliar-dbzHBt5q9m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Madu Murni siapkan belanja modal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/26/278/2636520/madusari-murni-moli-siapkan-belanja-modal-rp240-miliar-dbzHBt5q9m.jpg</image><title>Madu Murni siapkan belanja modal (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) terus membuka pasar ekspor baru di kawasan negara ASEAN dan juga Asia Tenggara. Hal ini didasarkan kesadaran gaya hidup yang lebih higienis mendorong konsumsi hand sanitizer, desinfektan dan antiseptic meningkat.
Maka dalam rangka meningkatkan kapasitas produski, emiten produsen etanol tengah membangun pabrik etanol kedua yang ditargetkan rampung semester kedua 2023.
BACA JUGA:Catat Kerugian, Madusari Murni Indah (MOLI) Perluas Pasar Asia

Direktur Utama Madurasa Murni Indah, Adikin Basirun mengatakan. belanja modal untuk pembangunan pabrik etanol kedua ini sebesar Rp240 miliar dari 2021 hingga 2023.
&quot;Saat ini, perseroan telah merampungkan unit distilasi 2 pada 2021. Adapun, pada tahun ini perseroan merampungkan unit fermentasi 2 yang ditargetkan selesai pada akhir 2022,&quot; ujarnya di Jakarta, kemarin.
BACA JUGA:Catat Kerugian, Madusari Murni Indah (MOLI) Perluas Pasar Asia

Selanjutnya, di tahun berikutnya perseroan menyiapkan peralatan Silo, Likuifaksi, Sakarifikasi, dan DDGS, proses hasil by produk hasil dari fermentasi ke DGGS. Disebutkan, belanja modal untuk unit fermentasi 2 berkisar Rp70--75 miliar. Fase I diselesaikan pada 2021, fase II pada 2022, dan fase III pada 2023.
Adapun, total belanja modal Rp240 miliar disiapkan dari 70% pinjaman bank dan 30% dana internal. Pabrik kedua ini bakal memiliki kapasitas mencapai 50.000 kiloliter dan melengkapi kapasitas saat ini yang sebesar 80.000 KL menjadi total 130.000 KL.Adikin menjelaskan, pabrik kedua ini difokuskan mengerjakan pasar  ekpor, karena pasar domestik tengah kurang menarik. Nantinya, dampaknya  ke kinerja diharapkan bisa tingkatkan penjualan, proyeksi penjualan dan  membuat pertumbuhan bertahap ketika selesai kosntruksi pada Semester  I/2023. Selain iu, diharapkan pula dapat meningkatkan penjualan secara  bertahap volume penjualan meningkat 10 juta liter, ke 20 juta liter, dan  30 juta liter.
Sementara Direktur Madurasa Murni Indah, Donny Winarno menambahkan,  pasar baru yang disasar pabrik etanol baru sudah direncanakan beberapa  tahun terakhir. &quot;Sudah trading mempersiapkan kami posisi lebih dari  posisi kapasitas produksi yang ada. Kami mencanangkan pasar-pasar baru  seperti tahun lalu, permintaan etanol sebagai esensial produk hand  sanitizer itu sangat meningkat,&quot; katanya.
Etanol menjadi bagian dari produk gaya hidup, juga permintaan dari  regional untuk ekspor semakin tinggi, karena kebutuhan kosmetik hingga  makanan dan minuman. Hal ini membuka kesempatan besar, bioetanol,  biofuel etanol, harga minyak tinggi, biofuel etanol semakin baik ke  depan dan perseroan meyakini bisa lihat rencana ke depan dengan  perkembangan lebih pasti.
Pada akhir 2022, perseroan masih menargetkan kontribusi pendapatan  domestik sebesar 60% dan pendapatan ekspor sebesar 40%. MOLI masih  mencatatkan kerugian sebesar Rp1,02 miliar sepanjang kuartal I-2022 atau  menyusut 92,2% dari kerugian di periode yang sama tahun sebelumnya yang  sebesar Rp13,13 miliar.
Sementara itu, penjualan perseroan juga mengalami penurunan sebesar  19,9% menjadi Rp355,27 miliar dari sebelumnya sebesar Rp443,50 miliar.  Produk etanol masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan  dengan menyumbang sebesar Rp318,36 miliar, turun dari sebelumnya sebesar  Rp411 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) terus membuka pasar ekspor baru di kawasan negara ASEAN dan juga Asia Tenggara. Hal ini didasarkan kesadaran gaya hidup yang lebih higienis mendorong konsumsi hand sanitizer, desinfektan dan antiseptic meningkat.
Maka dalam rangka meningkatkan kapasitas produski, emiten produsen etanol tengah membangun pabrik etanol kedua yang ditargetkan rampung semester kedua 2023.
BACA JUGA:Catat Kerugian, Madusari Murni Indah (MOLI) Perluas Pasar Asia

Direktur Utama Madurasa Murni Indah, Adikin Basirun mengatakan. belanja modal untuk pembangunan pabrik etanol kedua ini sebesar Rp240 miliar dari 2021 hingga 2023.
&quot;Saat ini, perseroan telah merampungkan unit distilasi 2 pada 2021. Adapun, pada tahun ini perseroan merampungkan unit fermentasi 2 yang ditargetkan selesai pada akhir 2022,&quot; ujarnya di Jakarta, kemarin.
BACA JUGA:Catat Kerugian, Madusari Murni Indah (MOLI) Perluas Pasar Asia

Selanjutnya, di tahun berikutnya perseroan menyiapkan peralatan Silo, Likuifaksi, Sakarifikasi, dan DDGS, proses hasil by produk hasil dari fermentasi ke DGGS. Disebutkan, belanja modal untuk unit fermentasi 2 berkisar Rp70--75 miliar. Fase I diselesaikan pada 2021, fase II pada 2022, dan fase III pada 2023.
Adapun, total belanja modal Rp240 miliar disiapkan dari 70% pinjaman bank dan 30% dana internal. Pabrik kedua ini bakal memiliki kapasitas mencapai 50.000 kiloliter dan melengkapi kapasitas saat ini yang sebesar 80.000 KL menjadi total 130.000 KL.Adikin menjelaskan, pabrik kedua ini difokuskan mengerjakan pasar  ekpor, karena pasar domestik tengah kurang menarik. Nantinya, dampaknya  ke kinerja diharapkan bisa tingkatkan penjualan, proyeksi penjualan dan  membuat pertumbuhan bertahap ketika selesai kosntruksi pada Semester  I/2023. Selain iu, diharapkan pula dapat meningkatkan penjualan secara  bertahap volume penjualan meningkat 10 juta liter, ke 20 juta liter, dan  30 juta liter.
Sementara Direktur Madurasa Murni Indah, Donny Winarno menambahkan,  pasar baru yang disasar pabrik etanol baru sudah direncanakan beberapa  tahun terakhir. &quot;Sudah trading mempersiapkan kami posisi lebih dari  posisi kapasitas produksi yang ada. Kami mencanangkan pasar-pasar baru  seperti tahun lalu, permintaan etanol sebagai esensial produk hand  sanitizer itu sangat meningkat,&quot; katanya.
Etanol menjadi bagian dari produk gaya hidup, juga permintaan dari  regional untuk ekspor semakin tinggi, karena kebutuhan kosmetik hingga  makanan dan minuman. Hal ini membuka kesempatan besar, bioetanol,  biofuel etanol, harga minyak tinggi, biofuel etanol semakin baik ke  depan dan perseroan meyakini bisa lihat rencana ke depan dengan  perkembangan lebih pasti.
Pada akhir 2022, perseroan masih menargetkan kontribusi pendapatan  domestik sebesar 60% dan pendapatan ekspor sebesar 40%. MOLI masih  mencatatkan kerugian sebesar Rp1,02 miliar sepanjang kuartal I-2022 atau  menyusut 92,2% dari kerugian di periode yang sama tahun sebelumnya yang  sebesar Rp13,13 miliar.
Sementara itu, penjualan perseroan juga mengalami penurunan sebesar  19,9% menjadi Rp355,27 miliar dari sebelumnya sebesar Rp443,50 miliar.  Produk etanol masih menjadi kontributor utama pendapatan perseroan  dengan menyumbang sebesar Rp318,36 miliar, turun dari sebelumnya sebesar  Rp411 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
