<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Stagnan di Rp14.993/USD Sore Ini</title><description>Nilai tukar rupiah ditutup stganan 15 poin di level Rp14.993 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/320/2636672/rupiah-stagnan-di-rp14-993-usd-sore-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/320/2636672/rupiah-stagnan-di-rp14-993-usd-sore-ini"/><item><title>Rupiah Stagnan di Rp14.993/USD Sore Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/320/2636672/rupiah-stagnan-di-rp14-993-usd-sore-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/26/320/2636672/rupiah-stagnan-di-rp14-993-usd-sore-ini</guid><pubDate>Selasa 26 Juli 2022 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Advenia Elisabeth</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/26/320/2636672/rupiah-stagnan-di-rp14-993-usd-sore-ini-2ATiZOGI9y.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/26/320/2636672/rupiah-stagnan-di-rp14-993-usd-sore-ini-2ATiZOGI9y.JPG</image><title>Rupiah. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup stganan 15 poin di level Rp14.993 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.

Menurut Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi salah satu faktor pemicu mata uang garuda ini stagnan, karena kondisi keuangan global terus menguat dilanda ketidakpastian.

&quot;Ditengah situasi perekonomian global yang rentan akibat konflik Rusia-Ukraina yang berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas sehingga berdampak terhadap melonjaknya inflasi. Dan ini mengindikasikan kondisi keuangan global dilanda ketidakpastian,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya, Selasa (26/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rupiah Sore Ini Parkir di Rp14.993/USD
Terlebih, sambung dia, ada tekanan dari kebijakan proteksionisme yang membuat banyak negara melarang atau membatasi ekspor komoditas tertentu guna mengamankan pasokan dalam negeri, dalam situasi saat ini.

Kendati dalam kondisi seperti ini, menurut Ibrahim Indonesia masih mampu menjaga keseimbangan ekonominya, dengan melihat dari cadangan devisa Indonesia yang terus meningkat membuat perekonomian nasional tetap kokoh dan berada pada tren kinerja yang baik.
&quot;Kalau berkaca sebelumnya, cadangan devisa berada di atas standar IMF selama tiga bulan ke depan. Berdasarkan catatan per akhir Juni 2022, Indonesia mengantongi devisa sebesar USD136,4 miliar, naik dari capaian Mei yang tercatat USD135,6 miliar. Nilai tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,&quot; paparnya.

Di sisi lain, lanjut Ibrahim, stabilitas keuangan domestik juga relatif terjaga hingga Kuartal Kedua 2022.

Hal itu tercermin pada rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan yang masih tinggi pada akhir Mei 2022, yakni sebesar 24,67%.

&quot;Dengan data fundamental dalam negeri yang bagus, membuat pijakan mata uang garuda tetap menguat walaupun secara bersamaan dolar menguat juga,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan pekan besok, Rabu (27/7/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.990-Rp15.040.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup stganan 15 poin di level Rp14.993 atas dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini.

Menurut Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi salah satu faktor pemicu mata uang garuda ini stagnan, karena kondisi keuangan global terus menguat dilanda ketidakpastian.

&quot;Ditengah situasi perekonomian global yang rentan akibat konflik Rusia-Ukraina yang berpengaruh terhadap kenaikan harga komoditas sehingga berdampak terhadap melonjaknya inflasi. Dan ini mengindikasikan kondisi keuangan global dilanda ketidakpastian,&quot; ujar Ibrahim dalam rilis hariannya, Selasa (26/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rupiah Sore Ini Parkir di Rp14.993/USD
Terlebih, sambung dia, ada tekanan dari kebijakan proteksionisme yang membuat banyak negara melarang atau membatasi ekspor komoditas tertentu guna mengamankan pasokan dalam negeri, dalam situasi saat ini.

Kendati dalam kondisi seperti ini, menurut Ibrahim Indonesia masih mampu menjaga keseimbangan ekonominya, dengan melihat dari cadangan devisa Indonesia yang terus meningkat membuat perekonomian nasional tetap kokoh dan berada pada tren kinerja yang baik.
&quot;Kalau berkaca sebelumnya, cadangan devisa berada di atas standar IMF selama tiga bulan ke depan. Berdasarkan catatan per akhir Juni 2022, Indonesia mengantongi devisa sebesar USD136,4 miliar, naik dari capaian Mei yang tercatat USD135,6 miliar. Nilai tersebut setara dengan pembiayaan 6,6 bulan impor atau 6,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,&quot; paparnya.

Di sisi lain, lanjut Ibrahim, stabilitas keuangan domestik juga relatif terjaga hingga Kuartal Kedua 2022.

Hal itu tercermin pada rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan yang masih tinggi pada akhir Mei 2022, yakni sebesar 24,67%.

&quot;Dengan data fundamental dalam negeri yang bagus, membuat pijakan mata uang garuda tetap menguat walaupun secara bersamaan dolar menguat juga,&quot; imbuhnya.

Lebih lanjut Ibrahim memprediksi, untuk perdagangan pekan besok, Rabu (27/7/2022) mata uang rupiah dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.990-Rp15.040.</content:encoded></item></channel></rss>
