<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Industri Tekstil RI di Usia 100 Tahun</title><description>Industri tekstil di Tanah Air telah mencapai usia 100 tahun pada 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2636995/tantangan-industri-tekstil-ri-di-usia-100-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2636995/tantangan-industri-tekstil-ri-di-usia-100-tahun"/><item><title>Tantangan Industri Tekstil RI di Usia 100 Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2636995/tantangan-industri-tekstil-ri-di-usia-100-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2636995/tantangan-industri-tekstil-ri-di-usia-100-tahun</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2022 10:14 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/27/320/2636995/tantangan-industri-tekstil-ri-di-usia-100-tahun-buwfszKn08.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Industri tekstil. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/27/320/2636995/tantangan-industri-tekstil-ri-di-usia-100-tahun-buwfszKn08.JPG</image><title>Industri tekstil. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Industri tekstil di Tanah Air telah mencapai usia 100 tahun pada 2022.

Plt Dirjen IKFT Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito mengatakan kejayaan industri produksi tekstil (TPT) terlihat sampai dengan triwulan pertama tahun 2022 yang mengalami perkembangan sangat menggembirakan.

&quot;Pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,45% dengan kontribusi terhadap PDB nonmigas sebesar 6,16%,&quot; ujar Warsito dalam diskusi virtual, Rabu (27/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Usia Industri Tekstil RI Berusia 100 Tahun, Menperin Ungkap Tantangan Pasokan dan Pajak Karbon
Di sisi ekspor, lanjutnya menerangkan, industri TPT sampai dengan bulan Juni 2022 juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 26,3% menjadi USD7,34 miliar terutama didorong oleh peningkatan ekspor pakaian jadi dan benang.

Kemudian kontribusi ekspor TPT mencapai sebesar 5,65% pada bulan Januari-Juni tahun 2022.

Berikutnya, dari sisi investasi industri TPT pun mengalami pertumbuhan yang baik. Pada triwulan pertama tahun 2022 nilai investasinya sebesar Rp2,38 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 6,4%.

&quot;Industri TPT juga berkontribusi sebesar 2,67% tenaga kerja nasional atau 19,45% tenaga kerja industri pengolahan nonmigas dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebesar 3,65 juta orang,&quot; jelas Warsito.

Kendati demikian, Warsito mengungkapkan bahwa di balik kejayaan industri TPT saat ini, ke depan industri TPT akan dihadapkan pada tantangan yang semakin besar.
Baik itu tantangan dari dalam maupun dari negara-negara pesaing industri TPT ataupun isu-isu global.

&quot;Beberapa inisiatif kerjasama yang dilakukan seperti Indonesia-Bangladesh, Indonesia-Uni Emirat Arab, maupun kerjasama regional seperti Comprehensive Economic Partnership dan kebijakan Belt and Road Initiative menjadikan industri TPT perlu bersiap diri meningkatkan daya saing dan efisiensinya,&quot; bebernya.

Adapun tantangan lainnya, sambung Warsito, industri TPT juga perlu mempersiapkan diri menghadapi penerapan pajak karbon.

&quot;Terlebih juga dihadapkan pada kebijakan peningkatan upah tahunan yang kurang sebanding produksivitas industri dan ketersediaan tenaga kerja terampil,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri tekstil di Tanah Air telah mencapai usia 100 tahun pada 2022.

Plt Dirjen IKFT Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito mengatakan kejayaan industri produksi tekstil (TPT) terlihat sampai dengan triwulan pertama tahun 2022 yang mengalami perkembangan sangat menggembirakan.

&quot;Pertumbuhan industri tekstil dan produk tekstil menjadi salah satu industri dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 12,45% dengan kontribusi terhadap PDB nonmigas sebesar 6,16%,&quot; ujar Warsito dalam diskusi virtual, Rabu (27/7/2022).
&amp;nbsp;BACA JUGA:Usia Industri Tekstil RI Berusia 100 Tahun, Menperin Ungkap Tantangan Pasokan dan Pajak Karbon
Di sisi ekspor, lanjutnya menerangkan, industri TPT sampai dengan bulan Juni 2022 juga mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 26,3% menjadi USD7,34 miliar terutama didorong oleh peningkatan ekspor pakaian jadi dan benang.

Kemudian kontribusi ekspor TPT mencapai sebesar 5,65% pada bulan Januari-Juni tahun 2022.

Berikutnya, dari sisi investasi industri TPT pun mengalami pertumbuhan yang baik. Pada triwulan pertama tahun 2022 nilai investasinya sebesar Rp2,38 triliun atau mengalami kenaikan sebesar 6,4%.

&quot;Industri TPT juga berkontribusi sebesar 2,67% tenaga kerja nasional atau 19,45% tenaga kerja industri pengolahan nonmigas dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebesar 3,65 juta orang,&quot; jelas Warsito.

Kendati demikian, Warsito mengungkapkan bahwa di balik kejayaan industri TPT saat ini, ke depan industri TPT akan dihadapkan pada tantangan yang semakin besar.
Baik itu tantangan dari dalam maupun dari negara-negara pesaing industri TPT ataupun isu-isu global.

&quot;Beberapa inisiatif kerjasama yang dilakukan seperti Indonesia-Bangladesh, Indonesia-Uni Emirat Arab, maupun kerjasama regional seperti Comprehensive Economic Partnership dan kebijakan Belt and Road Initiative menjadikan industri TPT perlu bersiap diri meningkatkan daya saing dan efisiensinya,&quot; bebernya.

Adapun tantangan lainnya, sambung Warsito, industri TPT juga perlu mempersiapkan diri menghadapi penerapan pajak karbon.

&quot;Terlebih juga dihadapkan pada kebijakan peningkatan upah tahunan yang kurang sebanding produksivitas industri dan ketersediaan tenaga kerja terampil,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
