<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Perdagangan Juni Surplus, Sri Mulyani: Kita Tetap Waspadai Inflasi Dunia</title><description>Neraca perdagangan Indonesia di bulan Juni 2022 melanjutkan tren surplus selama 26 bulan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2637377/neraca-perdagangan-juni-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspadai-inflasi-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2637377/neraca-perdagangan-juni-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspadai-inflasi-dunia"/><item><title>Neraca Perdagangan Juni Surplus, Sri Mulyani: Kita Tetap Waspadai Inflasi Dunia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2637377/neraca-perdagangan-juni-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspadai-inflasi-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/320/2637377/neraca-perdagangan-juni-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspadai-inflasi-dunia</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2022 17:57 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/27/320/2637377/neraca-perdagangan-juni-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspadai-inflasi-dunia-M6nPG2uipO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/27/320/2637377/neraca-perdagangan-juni-surplus-sri-mulyani-kita-tetap-waspadai-inflasi-dunia-M6nPG2uipO.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia di bulan Juni 2022 melanjutkan tren surplus selama 26 bulan berturut-turut. Laju perdagangan sepanjang Juni mencatatkan surplus USD5,1 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan Mei 2022 sebesar USD2,9 miliar.
&quot;Ini tren surplus 26 berturut-turut berlanjut, bahkan angka (surplusnya) sudah dua kali lipat dibanding Mei,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Juli 2022 di Jakarta, Rabu (27/7/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Ramal Suku Bunga BI Bakal Naik Jadi 4,5% Tahun Ini

Tak hanya itu saja, tren positif pun nampak di pertumbuhan ekonomi Indonesia. Neraca pembayaran dari ekspor Indonesia pada Juni 2022 tumbuh 40,7% atau USD26,1 miliar secara year-on-year (yoy). Adapun komoditas yang berkontribusi terhadap ekspor Indonesia adalah batu bara, sawit, besi, dan baja. Sementara itu, impor di Juni 2022 mencapai USD21 miliar atau tumbuh 22% yoy.
&quot;Aktivitas impor kita didominasi oleh bahan baku dan barang modal. Dengan kinerja eksternal ini, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus,&amp;rdquo; ungkap Sri.
Kendati bersyukur dengan adanya neraca perdagangan yang surplus, Sri masih mewaspadai inflasi yang saat ini melanda berbagai belahan dunia.
BACA JUGA:Potensi Resesi RI Kecil, Sri Mulyani: Tak Boleh Terlena

&quot;Kita lihat, inflasi di negara-negara maju akan bertahan di atas 6%, atau 6,6%. Ini naik 0,9% dari proyeksi sebelumnya,&quot; ungkap Sri.Sementara itu, inflasi di negara-negara berkembang diprediksi akan mencapai 9,5%, naik 0,8% dari proyeksi sebelumnya.
&amp;ldquo;Yang jadi masalah, inflasinya makin tinggi, pertumbuhannya makin melemah. Ini kombinasi yang sangat tidak baik bagi lingkungan ekonomi global, yang tentunya harus kita waspadai karena bisa mempengaruhi Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia di bulan Juni 2022 melanjutkan tren surplus selama 26 bulan berturut-turut. Laju perdagangan sepanjang Juni mencatatkan surplus USD5,1 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan Mei 2022 sebesar USD2,9 miliar.
&quot;Ini tren surplus 26 berturut-turut berlanjut, bahkan angka (surplusnya) sudah dua kali lipat dibanding Mei,&quot; ujar Sri dalam konferensi pers APBN KITA edisi Juli 2022 di Jakarta, Rabu (27/7/2022).
BACA JUGA:Sri Mulyani Ramal Suku Bunga BI Bakal Naik Jadi 4,5% Tahun Ini

Tak hanya itu saja, tren positif pun nampak di pertumbuhan ekonomi Indonesia. Neraca pembayaran dari ekspor Indonesia pada Juni 2022 tumbuh 40,7% atau USD26,1 miliar secara year-on-year (yoy). Adapun komoditas yang berkontribusi terhadap ekspor Indonesia adalah batu bara, sawit, besi, dan baja. Sementara itu, impor di Juni 2022 mencapai USD21 miliar atau tumbuh 22% yoy.
&quot;Aktivitas impor kita didominasi oleh bahan baku dan barang modal. Dengan kinerja eksternal ini, neraca perdagangan Indonesia masih mengalami surplus,&amp;rdquo; ungkap Sri.
Kendati bersyukur dengan adanya neraca perdagangan yang surplus, Sri masih mewaspadai inflasi yang saat ini melanda berbagai belahan dunia.
BACA JUGA:Potensi Resesi RI Kecil, Sri Mulyani: Tak Boleh Terlena

&quot;Kita lihat, inflasi di negara-negara maju akan bertahan di atas 6%, atau 6,6%. Ini naik 0,9% dari proyeksi sebelumnya,&quot; ungkap Sri.Sementara itu, inflasi di negara-negara berkembang diprediksi akan mencapai 9,5%, naik 0,8% dari proyeksi sebelumnya.
&amp;ldquo;Yang jadi masalah, inflasinya makin tinggi, pertumbuhannya makin melemah. Ini kombinasi yang sangat tidak baik bagi lingkungan ekonomi global, yang tentunya harus kita waspadai karena bisa mempengaruhi Indonesia,&amp;rdquo; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
