<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2 Embung di Natuna Dibangun, Anggarannya Rp39,8 Miliar</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 2 embung di Natuna seharga Rp39,8 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/470/2636933/2-embung-di-natuna-dibangun-anggarannya-rp39-8-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/470/2636933/2-embung-di-natuna-dibangun-anggarannya-rp39-8-miliar"/><item><title>2 Embung di Natuna Dibangun, Anggarannya Rp39,8 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/470/2636933/2-embung-di-natuna-dibangun-anggarannya-rp39-8-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/27/470/2636933/2-embung-di-natuna-dibangun-anggarannya-rp39-8-miliar</guid><pubDate>Rabu 27 Juli 2022 08:43 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/27/470/2636933/2-embung-di-natuna-dibangun-anggarannya-rp39-8-miliar-1R3JjwmlA6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PUPR bangun embung di Natuna (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/27/470/2636933/2-embung-di-natuna-dibangun-anggarannya-rp39-8-miliar-1R3JjwmlA6.jpg</image><title>PUPR bangun embung di Natuna (Foto: PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 2 embung di Natuna seharga Rp39,8 miliar. Pembangunan embung tersebut diharapkan bisa menjamin ketersediaan air baku untuk masyarakat di Natuna.
BACA JUGA:Embung Sumingkir Diresmikan, 50 Hektare Sawah Siap Diairi

&quot;Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas nasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada keterangan tertulisnya, Selasa (26/7/2022).
Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air membangun 2 tampungan air yakni Embung Pulau Serasan di Desa Air Ringau, Kecamatan Serasan Timur dan Embung Sebayar di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.
BACA JUGA:Wujudkan IKN Nusantara Jadi Kota Hutan, 3 Embung Dibangun

Embung Pulau Serasan memiliki kapasitas tampung 1682 m3 dengan luas genangan 0,0649 ha. Manfaat utamanya adalah untuk penyediaan air baku sebesar 0,001 m3/detik serta fungsi lain seperti pengendalian banjir dan potensi destinasi wisata baru.
Tercatat hingga Juni 2022, progres fisik pekerjaan Embung Serasan mencapai 13,09% meliputi pembangunan jalan akses, galian dan timbunan jalan akses, galian drainase, pembesian dan pengecoran jalan akses, pekerjaan bak tampung, pembesian dan bekisting dinding.Selanjutnya Embung Sebayar memiliki kapasitas tampung 718.000 m3  dengan luas genangan 18,5 ha dengan fungsi utama menyediakan air baku  sebesar 0,068 m3/detik.
Saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 23,76% dengan pekerjaan  peninggian jalan area genangan lokasi 1 dan lokasi 2 serta pekerjaan  spillway seperti pengecoran lantai kerja dinding bagian apron hulu ke  mercu dan lantai ambang mercu, instalansi besi lantai hilir mercu, dan  fabrikasi besi dinding dan bekisting dinding apron dan mercu.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam Tuti Sulastrih  mengatakan, kehadiran kedua embung ini diharapkan dapat memberikan  solusi ketersediaan air baku di wilayah kepulauan di Natuna.
&quot;Embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas  ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu menyimpan  air pada saat musim penghujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu  diperlukan. Selain itu, embung juga berfungsi untuk me-recharge air  tanah sebagai upaya konservasi sumber daya air,&quot; pungkas Tuti.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun 2 embung di Natuna seharga Rp39,8 miliar. Pembangunan embung tersebut diharapkan bisa menjamin ketersediaan air baku untuk masyarakat di Natuna.
BACA JUGA:Embung Sumingkir Diresmikan, 50 Hektare Sawah Siap Diairi

&quot;Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas nasional yang bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan hasil-hasil pembangunan,&amp;rdquo; kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada keterangan tertulisnya, Selasa (26/7/2022).
Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV Batam, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air membangun 2 tampungan air yakni Embung Pulau Serasan di Desa Air Ringau, Kecamatan Serasan Timur dan Embung Sebayar di Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur.
BACA JUGA:Wujudkan IKN Nusantara Jadi Kota Hutan, 3 Embung Dibangun

Embung Pulau Serasan memiliki kapasitas tampung 1682 m3 dengan luas genangan 0,0649 ha. Manfaat utamanya adalah untuk penyediaan air baku sebesar 0,001 m3/detik serta fungsi lain seperti pengendalian banjir dan potensi destinasi wisata baru.
Tercatat hingga Juni 2022, progres fisik pekerjaan Embung Serasan mencapai 13,09% meliputi pembangunan jalan akses, galian dan timbunan jalan akses, galian drainase, pembesian dan pengecoran jalan akses, pekerjaan bak tampung, pembesian dan bekisting dinding.Selanjutnya Embung Sebayar memiliki kapasitas tampung 718.000 m3  dengan luas genangan 18,5 ha dengan fungsi utama menyediakan air baku  sebesar 0,068 m3/detik.
Saat ini progres konstruksinya sudah mencapai 23,76% dengan pekerjaan  peninggian jalan area genangan lokasi 1 dan lokasi 2 serta pekerjaan  spillway seperti pengecoran lantai kerja dinding bagian apron hulu ke  mercu dan lantai ambang mercu, instalansi besi lantai hilir mercu, dan  fabrikasi besi dinding dan bekisting dinding apron dan mercu.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam Tuti Sulastrih  mengatakan, kehadiran kedua embung ini diharapkan dapat memberikan  solusi ketersediaan air baku di wilayah kepulauan di Natuna.
&quot;Embung berfungsi untuk mendistribusikan dan menjamin kontinuitas  ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu menyimpan  air pada saat musim penghujan untuk dapat dimanfaatkan pada waktu  diperlukan. Selain itu, embung juga berfungsi untuk me-recharge air  tanah sebagai upaya konservasi sumber daya air,&quot; pungkas Tuti.</content:encoded></item></channel></rss>
