<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Tinggi, Harga Sarapan Jadi Lebih Mahal</title><description>Inflasi tinggi membuat harga sarapan jadi lebih mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/28/320/2637590/inflasi-tinggi-harga-sarapan-jadi-lebih-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/28/320/2637590/inflasi-tinggi-harga-sarapan-jadi-lebih-mahal"/><item><title>Inflasi Tinggi, Harga Sarapan Jadi Lebih Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/28/320/2637590/inflasi-tinggi-harga-sarapan-jadi-lebih-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/28/320/2637590/inflasi-tinggi-harga-sarapan-jadi-lebih-mahal</guid><pubDate>Kamis 28 Juli 2022 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi VOA</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/28/320/2637590/inflasi-tinggi-harga-sarapan-jadi-lebih-mahal-PKzy1FueMa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga sarapan lebih mahal (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/28/320/2637590/inflasi-tinggi-harga-sarapan-jadi-lebih-mahal-PKzy1FueMa.jpg</image><title>Harga sarapan lebih mahal (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi tinggi membuat harga sarapan jadi lebih mahal. Roti lapis isi keju, telur dan bacon atau akrab disebut sandwich adalah sarapan utama banyak warga kota New York. Namun karena inflasi, sarapan sederhana ini tak semurah seperti dulu.
Orang-orang New York menyebut menu sarapan seperti itu &amp;ldquo;classic bodega breakfast sandwich&amp;rdquo;. Roti lapis seperti itu memang banyak ditemukan di bodega atau toko serba ada berukuran kecil, namun juga dijual di kafe atau toko makanan. Mudah dibuat, gampang dimakan dan murah.
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga 0,75% demi Redam Inflasi AS

Untuk menyesuaikan diri dengan tingkat inflasi saat ini, baik karena pandemi maupun perang Rusia dengan Ukraina, para pemilik bodega tidak punya pilihan selain menaikkan harga roti lapis itu.
Paling tidak itu diakui Francisco Marte, pemilik bodega di sebuah kawasan di Bronx. Namanya, Hudson Market Place. Inflasi telah memaksanya menaikkan harga untuk segala barang dagangannya mulai dari gula hingga keripik kentang. Harga roti lapis isi bacon, telur, dan kejunya, telah naik dari USD2,50 menjadi USD4,50.
BACA JUGA:Inflasi AS 9,1%, Janet Yellen Dukung The Fed Naikkan Suku Bunga

&quot;Sejak awal tahun, mereka mulai menaikkan semua harga. Harga-harganya meroket. Semuanya terlalu tinggi. Jadi setiap kali kami pergi ke grosir untuk membeli barang, pulangnya kami terpaksa mengubah harga. Harga berubah setiap hari,&quot; kata Marte dilansir dari VOA, Kamis (28/7/2022).
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pekan lalu, pada tingkat grosir, inflasi naik 11,3% pada bulan Juni dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya. Di tingkat produsen, harga telah melonjak hampir 18% untuk barang dan hampir delapan% untuk jasa dibandingkan dengan Juni 2021.Katie Denis adalah juru bicara Asosiasi Merek Konsumen, sebuah  kelompok perdagangan yang mewakili 2.000 merek yang diproduksi  perusahaan-perusahaan makanan, perawatan pribadi, dan pembersih. Ia  mengatakan, &quot;Kami melihat kenaikan harga yang cukup dramatis di tingkat  grosir. Selama beberapa waktu, harga semua barang meningkat cukup  stabil. Konsumen kini mulai merasakannya. Sungguh sangat disayangkan  karena tidak ada seorang pun yang menginginkannya. Kenaikan ini mulai  terjadi pada Januari 2021, dan meningkat secara konstan.&amp;rdquo;
Tidak cuma kenaikan harga roti lapis yang dirasakan warga New York,  tapi juga minuman-minuman yang menyertai sarapan pagi, seperri kopi.
Peter Evangelista, pelanggan bodega milik Marte, mengatakan ia tetap  membutuhkan kopi paginya berapa pun harganya. &quot;Saya tidak tahu persis  berapa harganya, tetapi apa pun yang ia tagih kepada saya, saya harus  membayar. Saya ingin kopi, jadi saya akan membayarnya.&quot;</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi tinggi membuat harga sarapan jadi lebih mahal. Roti lapis isi keju, telur dan bacon atau akrab disebut sandwich adalah sarapan utama banyak warga kota New York. Namun karena inflasi, sarapan sederhana ini tak semurah seperti dulu.
Orang-orang New York menyebut menu sarapan seperti itu &amp;ldquo;classic bodega breakfast sandwich&amp;rdquo;. Roti lapis seperti itu memang banyak ditemukan di bodega atau toko serba ada berukuran kecil, namun juga dijual di kafe atau toko makanan. Mudah dibuat, gampang dimakan dan murah.
BACA JUGA:The Fed Naikkan Suku Bunga 0,75% demi Redam Inflasi AS

Untuk menyesuaikan diri dengan tingkat inflasi saat ini, baik karena pandemi maupun perang Rusia dengan Ukraina, para pemilik bodega tidak punya pilihan selain menaikkan harga roti lapis itu.
Paling tidak itu diakui Francisco Marte, pemilik bodega di sebuah kawasan di Bronx. Namanya, Hudson Market Place. Inflasi telah memaksanya menaikkan harga untuk segala barang dagangannya mulai dari gula hingga keripik kentang. Harga roti lapis isi bacon, telur, dan kejunya, telah naik dari USD2,50 menjadi USD4,50.
BACA JUGA:Inflasi AS 9,1%, Janet Yellen Dukung The Fed Naikkan Suku Bunga

&quot;Sejak awal tahun, mereka mulai menaikkan semua harga. Harga-harganya meroket. Semuanya terlalu tinggi. Jadi setiap kali kami pergi ke grosir untuk membeli barang, pulangnya kami terpaksa mengubah harga. Harga berubah setiap hari,&quot; kata Marte dilansir dari VOA, Kamis (28/7/2022).
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pekan lalu, pada tingkat grosir, inflasi naik 11,3% pada bulan Juni dibandingkan dengan Juni tahun sebelumnya. Di tingkat produsen, harga telah melonjak hampir 18% untuk barang dan hampir delapan% untuk jasa dibandingkan dengan Juni 2021.Katie Denis adalah juru bicara Asosiasi Merek Konsumen, sebuah  kelompok perdagangan yang mewakili 2.000 merek yang diproduksi  perusahaan-perusahaan makanan, perawatan pribadi, dan pembersih. Ia  mengatakan, &quot;Kami melihat kenaikan harga yang cukup dramatis di tingkat  grosir. Selama beberapa waktu, harga semua barang meningkat cukup  stabil. Konsumen kini mulai merasakannya. Sungguh sangat disayangkan  karena tidak ada seorang pun yang menginginkannya. Kenaikan ini mulai  terjadi pada Januari 2021, dan meningkat secara konstan.&amp;rdquo;
Tidak cuma kenaikan harga roti lapis yang dirasakan warga New York,  tapi juga minuman-minuman yang menyertai sarapan pagi, seperri kopi.
Peter Evangelista, pelanggan bodega milik Marte, mengatakan ia tetap  membutuhkan kopi paginya berapa pun harganya. &quot;Saya tidak tahu persis  berapa harganya, tetapi apa pun yang ia tagih kepada saya, saya harus  membayar. Saya ingin kopi, jadi saya akan membayarnya.&quot;</content:encoded></item></channel></rss>
