<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korsel Investasi Rp142 Triliun, Garap Nikel di Halmahera</title><description>Korea Selatan investasi besar di Indonesia dengan nilai Rp142 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/29/320/2638370/korsel-investasi-rp142-triliun-garap-nikel-di-halmahera</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/29/320/2638370/korsel-investasi-rp142-triliun-garap-nikel-di-halmahera"/><item><title>Korsel Investasi Rp142 Triliun, Garap Nikel di Halmahera</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/29/320/2638370/korsel-investasi-rp142-triliun-garap-nikel-di-halmahera</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/29/320/2638370/korsel-investasi-rp142-triliun-garap-nikel-di-halmahera</guid><pubDate>Jum'at 29 Juli 2022 11:30 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/29/320/2638370/korsel-investasi-rp142-triliun-garap-nikel-di-halmahera-XDNtDSE3JV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korea Selatan investasi besar di Indonesia (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/29/320/2638370/korsel-investasi-rp142-triliun-garap-nikel-di-halmahera-XDNtDSE3JV.jpg</image><title>Korea Selatan investasi besar di Indonesia (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Korea Selatan investasi besar di Indonesia. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan penandatanganan nota kerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi atau Ministry of Trade, Industry, and Energy (MOTIE) Korea Selatan untuk melakukan investasi di Indonesia senilai Rp142 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia optimis kerja sama yang dilakukan ini dapat mempercepat pertumbuhan investasi hijau berkelanjutan di Indonesia. Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah memiliki hubungan bilateral yang sangat baik, khususnya terkait investasi.
BACA JUGA:Delegasi B20 RI ke Jepang, Bahas Peningkatan Investasi hingga Transisi Energi

Karena melalui investasi tersebut Korea bakal menggarap Nikel di Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Seperti diketahui nikel merupakan salah satu komponen pembuatan baterai mobil listrik, yang saat ini telah dilarang pemerintah untuk dijual secara mentah.
&quot;Investor dari Korea Selatan silakan datang, bawa modal dan teknologi, kami siap fasilitasi,&amp;rdquo; ujar Bahlil pada pernyataan tertulisnya, Jumat (29/7/2022).
BACA JUGA:Investasi di IKN, Ini 4 Fokus Kerjasama RI-Korsel

Investasi hijau berkelanjutan berupa pengembangan ekosistem kendaraan listrik asal Korea Selatan di Indonesia direalisasikan melalui kerja sama antara konsorsium perusahaan Korea Selatan, yang di dalamnya termasuk LG, Hyundai, KIA, dan Posco dengan BUMN Indonesia IBC (Indonesia Battery Corporation).Kerja sama ini meliputi pembangunan industri baterai listrik  terintegrasi dimulai dari pertambangan dan peleburan (smelter) nikel  yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara hingga industri pemurnian  (refinery), industri prekursor dan katoda, serta perluasan industri sel  baterai yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa Tengah, hingga industri  daur ulang baterai listriknya, dengan total rencana investasi mencapai  Rp142 triliun.
Nota kerja sama antara Kementerian Investasi/BKPM dan MOTIE ini  nantinya juga bakal memfasilitasi kegiatan kerja sama investasi yang  bergerak di sektor industri dan energi hijau, seperti ekosistem  kendaraan listrik, baterai, semi-konduktor, dan energi terbarukan.
Selain itu, dalam pengembangan pabrik produksi kendaraan listrik,  Hyundai juga telah merealisasikan investasinya yang mencapai nilai  USD1,5 miliar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang telah mulai  berproduksi sejak Januari 2022 dengan kapasitas produksi saat ini  mencapai 150.000 unit per tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Korea Selatan investasi besar di Indonesia. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia melakukan penandatanganan nota kerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Perindustrian, dan Energi atau Ministry of Trade, Industry, and Energy (MOTIE) Korea Selatan untuk melakukan investasi di Indonesia senilai Rp142 triliun.
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia optimis kerja sama yang dilakukan ini dapat mempercepat pertumbuhan investasi hijau berkelanjutan di Indonesia. Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia dan Korea Selatan telah memiliki hubungan bilateral yang sangat baik, khususnya terkait investasi.
BACA JUGA:Delegasi B20 RI ke Jepang, Bahas Peningkatan Investasi hingga Transisi Energi

Karena melalui investasi tersebut Korea bakal menggarap Nikel di Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Seperti diketahui nikel merupakan salah satu komponen pembuatan baterai mobil listrik, yang saat ini telah dilarang pemerintah untuk dijual secara mentah.
&quot;Investor dari Korea Selatan silakan datang, bawa modal dan teknologi, kami siap fasilitasi,&amp;rdquo; ujar Bahlil pada pernyataan tertulisnya, Jumat (29/7/2022).
BACA JUGA:Investasi di IKN, Ini 4 Fokus Kerjasama RI-Korsel

Investasi hijau berkelanjutan berupa pengembangan ekosistem kendaraan listrik asal Korea Selatan di Indonesia direalisasikan melalui kerja sama antara konsorsium perusahaan Korea Selatan, yang di dalamnya termasuk LG, Hyundai, KIA, dan Posco dengan BUMN Indonesia IBC (Indonesia Battery Corporation).Kerja sama ini meliputi pembangunan industri baterai listrik  terintegrasi dimulai dari pertambangan dan peleburan (smelter) nikel  yang berlokasi di Halmahera, Maluku Utara hingga industri pemurnian  (refinery), industri prekursor dan katoda, serta perluasan industri sel  baterai yang akan dibangun di KIT Batang, Jawa Tengah, hingga industri  daur ulang baterai listriknya, dengan total rencana investasi mencapai  Rp142 triliun.
Nota kerja sama antara Kementerian Investasi/BKPM dan MOTIE ini  nantinya juga bakal memfasilitasi kegiatan kerja sama investasi yang  bergerak di sektor industri dan energi hijau, seperti ekosistem  kendaraan listrik, baterai, semi-konduktor, dan energi terbarukan.
Selain itu, dalam pengembangan pabrik produksi kendaraan listrik,  Hyundai juga telah merealisasikan investasinya yang mencapai nilai  USD1,5 miliar di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang telah mulai  berproduksi sejak Januari 2022 dengan kapasitas produksi saat ini  mencapai 150.000 unit per tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
