<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wismilak Inti Makmur (WIIM) Kantongi Laba Rp82 Miliar di Semester I-2022</title><description>Produsen rokok, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) membukukan laba bersih sebesar Rp82,15 miliar sepanjang semester pertama tahun 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/31/278/2639410/wismilak-inti-makmur-wiim-kantongi-laba-rp82-miliar-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/07/31/278/2639410/wismilak-inti-makmur-wiim-kantongi-laba-rp82-miliar-di-semester-i-2022"/><item><title>Wismilak Inti Makmur (WIIM) Kantongi Laba Rp82 Miliar di Semester I-2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/07/31/278/2639410/wismilak-inti-makmur-wiim-kantongi-laba-rp82-miliar-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/07/31/278/2639410/wismilak-inti-makmur-wiim-kantongi-laba-rp82-miliar-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Minggu 31 Juli 2022 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/07/31/278/2639410/wismilak-inti-makmur-wiim-kantongi-laba-rp82-miliar-di-semester-i-2022-Uw1FGdWNkJ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/07/31/278/2639410/wismilak-inti-makmur-wiim-kantongi-laba-rp82-miliar-di-semester-i-2022-Uw1FGdWNkJ.JPG</image><title>Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Produsen rokok, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) membukukan laba bersih sebesar Rp82,15 miliar sepanjang semester pertama tahun 2022.

Angka itu naik 30,33% dari sebelumnya sebesar Rp63,03 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan bersih perseroan juga tumbuh sebesar 38,20% menjadi Rp1,62 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan produk sigaret kretek mesin sebesar 53,32% menjadi Rp1,9 triliun dari sebelumnya Rp846,93 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rekor Tertinggi! BNI Cetak Laba Bersih Rp8,8 Triliun
Kemudian, produk cerutu juga naik 69,70% dari sebelumnya sebesar Rp607,61 juta menjadi Rp1,03 miliar.

Adapun, penjualan produk lainnya tumbuh 26,99% menjadi Rp117 miliar dari sebelumnya Rp92,13 miliar.
Sementara itu, penjualan produk sigaret kretek tangan mengalami penurunan sebesar 10,64% menjadi Rp194,29 miliar dari Rp217,42 miliar. Selain itu, penjualan ekspor perseroan sepanjang semester-I ini juga susut 21,02% menjadi Rp15,58 miliar dari Rp19,72 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan perseroan naik 49,65% menjadi Rp1,29 triliun dari sebelumnya sebesar Rp866,68 miliar.

Hal ini didorong oleh naiknya biaya pemakaian bahan baku dan pendukungnya sebesar 32,10% menjadi Rp292,35 miliar dari Rp221,30 miliar.

Kemudian, pemakaian pita cukai juga naik 50,49% menjadi Rp888,07 miliar dari sebelumnya Rp590,08 miliar, serta beban overhead yang juga naik dari Rp66,93 miliar menjadi Rp70,45 miliar.Sedangkan, beban usaha perseroan menurun 4,77% menjadi Rp233,94 miliar dari sebelumnya Rp245,68 miliar.

Adapun, total nilai aset perseroan hingga akhir Juni 2022 tercatat sebesar Rp1,89 triliun. Liabilitas perseroan mengalami penurunan 13,71% menjadi Rp494,20 miliar dari sebelumnya Rp572,78 miliar, sedangkan jumlah ekuitas perseroan naik 6,12% menjadi Rp 1,39miliar dari sebelumnya Rp1,31 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Produsen rokok, PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) membukukan laba bersih sebesar Rp82,15 miliar sepanjang semester pertama tahun 2022.

Angka itu naik 30,33% dari sebelumnya sebesar Rp63,03 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan bersih perseroan juga tumbuh sebesar 38,20% menjadi Rp1,62 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,17 triliun. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan produk sigaret kretek mesin sebesar 53,32% menjadi Rp1,9 triliun dari sebelumnya Rp846,93 miliar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:Rekor Tertinggi! BNI Cetak Laba Bersih Rp8,8 Triliun
Kemudian, produk cerutu juga naik 69,70% dari sebelumnya sebesar Rp607,61 juta menjadi Rp1,03 miliar.

Adapun, penjualan produk lainnya tumbuh 26,99% menjadi Rp117 miliar dari sebelumnya Rp92,13 miliar.
Sementara itu, penjualan produk sigaret kretek tangan mengalami penurunan sebesar 10,64% menjadi Rp194,29 miliar dari Rp217,42 miliar. Selain itu, penjualan ekspor perseroan sepanjang semester-I ini juga susut 21,02% menjadi Rp15,58 miliar dari Rp19,72 miliar.

Di sisi lain, beban pokok penjualan perseroan naik 49,65% menjadi Rp1,29 triliun dari sebelumnya sebesar Rp866,68 miliar.

Hal ini didorong oleh naiknya biaya pemakaian bahan baku dan pendukungnya sebesar 32,10% menjadi Rp292,35 miliar dari Rp221,30 miliar.

Kemudian, pemakaian pita cukai juga naik 50,49% menjadi Rp888,07 miliar dari sebelumnya Rp590,08 miliar, serta beban overhead yang juga naik dari Rp66,93 miliar menjadi Rp70,45 miliar.Sedangkan, beban usaha perseroan menurun 4,77% menjadi Rp233,94 miliar dari sebelumnya Rp245,68 miliar.

Adapun, total nilai aset perseroan hingga akhir Juni 2022 tercatat sebesar Rp1,89 triliun. Liabilitas perseroan mengalami penurunan 13,71% menjadi Rp494,20 miliar dari sebelumnya Rp572,78 miliar, sedangkan jumlah ekuitas perseroan naik 6,12% menjadi Rp 1,39miliar dari sebelumnya Rp1,31 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
