<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjualan Produsen Bir Bintang (MLBI) Naik 16,75% Jadi Rp1,32 Triliun di Semester I/2022</title><description>Penjualan produsen bir Bintang PT Multi Bintang Sejahtera Tbk (MLBI) mengalami kenaikan sebesar 16,75%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/278/2639974/penjualan-produsen-bir-bintang-mlbi-naik-16-75-jadi-rp1-32-triliun-di-semester-i-2022</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/278/2639974/penjualan-produsen-bir-bintang-mlbi-naik-16-75-jadi-rp1-32-triliun-di-semester-i-2022"/><item><title>Penjualan Produsen Bir Bintang (MLBI) Naik 16,75% Jadi Rp1,32 Triliun di Semester I/2022</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/278/2639974/penjualan-produsen-bir-bintang-mlbi-naik-16-75-jadi-rp1-32-triliun-di-semester-i-2022</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/278/2639974/penjualan-produsen-bir-bintang-mlbi-naik-16-75-jadi-rp1-32-triliun-di-semester-i-2022</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/278/2639974/penjualan-produsen-bir-bintang-mlbi-naik-16-75-jadi-rp1-32-triliun-di-semester-i-2022-jiegjPGoxz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjualan bir bintang naik (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/278/2639974/penjualan-produsen-bir-bintang-mlbi-naik-16-75-jadi-rp1-32-triliun-di-semester-i-2022-jiegjPGoxz.jpg</image><title>Penjualan bir bintang naik (Foto: Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Penjualan produsen bir Bintang PT Multi Bintang Sejahtera Tbk (MLBI) mengalami kenaikan sebesar 16,75%. MLBI mencatatkan penjualan sebesar Rp1,32 triliun di semester I/2022 atau naik dibandingkan semester pertama tahun lalu sebesar Rp1,13 triliun.
Produsen bir merek 'Bintang' itu mampu mengamankan laba bersih sebesar Rp394,25 miliar, tumbuh 39,99% dari paruh pertama tahun 2021 sebesar Rp281,62 miliar.
BACA JUGA:Penjualan Miras Anjlok, Laba Multi Bintang Terjun Bebas Jadi Rp285 Miliar

Pasar lokal mendominasi penjualan MLBI sebesar Rp1,32 triliun, sedangkan pengiriman ekspor sebesar Rp1,56 miliar. Sebagian besar penjualan yang terserap berasal dari kelompok produk alkohol senilai Rp1,13 triliun, dibandingkan non-alkohol sebanyak Rp193,81 miliar.
Kendati pemasukan tumbuh, MLBI mampu memangkas beban pokok pendapatan 1,75% mencapai total Rp533,68 miliar. Ini terjadi dipicu penyusutan biaya pabrikasi, dan upah langsung, meskipun nominal biaya bahan baku dan kemasan membengkak menjadi Rp264,05 miliar.
Performa keuangan di enam bulan pertama tahun ini membuat laba per saham MLBI tumbuh menjadi Rp187, dari semula Rp134. Demikian laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (1/8/2022).Dari sisi neraca per 30 Juni 2022, MLBI membukukan total aset sebesar  Rp2,82 triliun, lebih rendah 3,32% dari akhir 2021 senilai Rp2,92  triliun. Kewajiban pembayaran atau liabilitas perseroan 20,24% menjadi  Rp2,19 triliun. Ini disebabkan adanya penambahan jumlah pinjaman bank  jangka pendek.
Adapun modal atau ekuitas MLBI menyusut 42,42% dari akhir tahun lalu  menjadi Rp632,8 miliar. Hal ini dikarenakan ada penurunan saldo laba  yang tidak ditentukan penggunaannya. Hingga akhir Juni 2022, perseroan  menggenggam total kas dan setar kas senilai Rp543,92 miliar, alias lebih  rendah dari semester pertama tahun lalu sejumlah Rp624,37 miliar.</description><content:encoded>JAKARTA - Penjualan produsen bir Bintang PT Multi Bintang Sejahtera Tbk (MLBI) mengalami kenaikan sebesar 16,75%. MLBI mencatatkan penjualan sebesar Rp1,32 triliun di semester I/2022 atau naik dibandingkan semester pertama tahun lalu sebesar Rp1,13 triliun.
Produsen bir merek 'Bintang' itu mampu mengamankan laba bersih sebesar Rp394,25 miliar, tumbuh 39,99% dari paruh pertama tahun 2021 sebesar Rp281,62 miliar.
BACA JUGA:Penjualan Miras Anjlok, Laba Multi Bintang Terjun Bebas Jadi Rp285 Miliar

Pasar lokal mendominasi penjualan MLBI sebesar Rp1,32 triliun, sedangkan pengiriman ekspor sebesar Rp1,56 miliar. Sebagian besar penjualan yang terserap berasal dari kelompok produk alkohol senilai Rp1,13 triliun, dibandingkan non-alkohol sebanyak Rp193,81 miliar.
Kendati pemasukan tumbuh, MLBI mampu memangkas beban pokok pendapatan 1,75% mencapai total Rp533,68 miliar. Ini terjadi dipicu penyusutan biaya pabrikasi, dan upah langsung, meskipun nominal biaya bahan baku dan kemasan membengkak menjadi Rp264,05 miliar.
Performa keuangan di enam bulan pertama tahun ini membuat laba per saham MLBI tumbuh menjadi Rp187, dari semula Rp134. Demikian laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi, Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (1/8/2022).Dari sisi neraca per 30 Juni 2022, MLBI membukukan total aset sebesar  Rp2,82 triliun, lebih rendah 3,32% dari akhir 2021 senilai Rp2,92  triliun. Kewajiban pembayaran atau liabilitas perseroan 20,24% menjadi  Rp2,19 triliun. Ini disebabkan adanya penambahan jumlah pinjaman bank  jangka pendek.
Adapun modal atau ekuitas MLBI menyusut 42,42% dari akhir tahun lalu  menjadi Rp632,8 miliar. Hal ini dikarenakan ada penurunan saldo laba  yang tidak ditentukan penggunaannya. Hingga akhir Juni 2022, perseroan  menggenggam total kas dan setar kas senilai Rp543,92 miliar, alias lebih  rendah dari semester pertama tahun lalu sejumlah Rp624,37 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
