<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Juli 4,94%, Sri Mulyani: Lebih Moderat Dibandingkan Thailand hingga India</title><description>Inflasi Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% year-on-year (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan bulan Juni 2022.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640181/inflasi-juli-4-94-sri-mulyani-lebih-moderat-dibandingkan-thailand-hingga-india</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640181/inflasi-juli-4-94-sri-mulyani-lebih-moderat-dibandingkan-thailand-hingga-india"/><item><title>Inflasi Juli 4,94%, Sri Mulyani: Lebih Moderat Dibandingkan Thailand hingga India</title><link>https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640181/inflasi-juli-4-94-sri-mulyani-lebih-moderat-dibandingkan-thailand-hingga-india</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2022/08/01/320/2640181/inflasi-juli-4-94-sri-mulyani-lebih-moderat-dibandingkan-thailand-hingga-india</guid><pubDate>Senin 01 Agustus 2022 18:21 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2022/08/01/320/2640181/inflasi-juli-4-94-sri-mulyani-lebih-moderat-dibandingkan-thailand-hingga-india-X1TERlHDiT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani sebut inflasi Indonesia masih moderat (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2022/08/01/320/2640181/inflasi-juli-4-94-sri-mulyani-lebih-moderat-dibandingkan-thailand-hingga-india-X1TERlHDiT.jpeg</image><title>Sri Mulyani sebut inflasi Indonesia masih moderat (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% year-on-year (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan bulan Juni 2022, yang tercatat pada tingkat 4,35% yoy.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai laju inflasi menunjukkan tren meningkat disebabkan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas dunia dan juga ada gangguan pasokan di domestik.
BACA JUGA:Inflasi RI hingga Juli 2022 Capai 4,94%, Tertinggi dalam 7 Tahun

&quot;Dan bahkan, posisi inflasi akhir triwulan I-2022 masih pada tingkat 2,64% yoy. Meskipun inflasi headline meningkat, inflasi inti atau core inflation masih tetap terjaga pada tingkat 2,86% yoy. Hal ini didukung oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga ekspektasi inflasi Indonesia,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta, Senin(1/8/2022).
BACA JUGA:Inflasi Juli Capai 0,64%, Harga Cabai Biang Kerok

Sinergi dan koordinasi terkait pengendalian inflasi, dilakukan oleh BI bersama dengan pemerintah termasuk dengan meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam forum tim pengendalian inflasi pemerintah pusat dan tim pengendali inflasi daerah. Inflasi kelompok volatile foods mengalami kenaikan terutama akibat kenaikan harga pangan global dan juga terganggunya pasokan akibat cuaca.
&quot;Sementara inflasi pada kelompok administered prices mengalami kenaikan dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket angkutan udara,&quot; ucap Sri.Di sisi lain, tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi global  yang sangat tinggi tidak tertransmisikan ke dalam negeri pada  administered prices, harga minyak, gas, dan listrik. Sri menyebutkan  bahwa ini merupakan hasil kebijakan pemerintah untuk mempertahankan  harga jual energi di domestik melalui kenaikan subsidi listrik dan  energi BBM dan LPG yang dilaksanakan oleh Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN).
&quot;Dengan langkah tersebut, dibandingkan dengan peers atau  negara-negara yang sekelompok atau selevel Indonesia seperti Thailand,  yang telah mengalami inflasi 7,7%, India 7%, dan Filipina di 6,1%, maka  inflasi Indonesia yang 4,94% yoy masih relatif moderat,&quot; pungkas Sri.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% year-on-year (yoy). Angka ini meningkat dibandingkan bulan Juni 2022, yang tercatat pada tingkat 4,35% yoy.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai laju inflasi menunjukkan tren meningkat disebabkan sisi penawaran seiring dengan kenaikan harga-harga komoditas dunia dan juga ada gangguan pasokan di domestik.
BACA JUGA:Inflasi RI hingga Juli 2022 Capai 4,94%, Tertinggi dalam 7 Tahun

&quot;Dan bahkan, posisi inflasi akhir triwulan I-2022 masih pada tingkat 2,64% yoy. Meskipun inflasi headline meningkat, inflasi inti atau core inflation masih tetap terjaga pada tingkat 2,86% yoy. Hal ini didukung oleh konsistensi kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga ekspektasi inflasi Indonesia,&quot; ujar Sri dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 secara virtual di Jakarta, Senin(1/8/2022).
BACA JUGA:Inflasi Juli Capai 0,64%, Harga Cabai Biang Kerok

Sinergi dan koordinasi terkait pengendalian inflasi, dilakukan oleh BI bersama dengan pemerintah termasuk dengan meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam forum tim pengendalian inflasi pemerintah pusat dan tim pengendali inflasi daerah. Inflasi kelompok volatile foods mengalami kenaikan terutama akibat kenaikan harga pangan global dan juga terganggunya pasokan akibat cuaca.
&quot;Sementara inflasi pada kelompok administered prices mengalami kenaikan dipengaruhi oleh kenaikan harga tiket angkutan udara,&quot; ucap Sri.Di sisi lain, tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi global  yang sangat tinggi tidak tertransmisikan ke dalam negeri pada  administered prices, harga minyak, gas, dan listrik. Sri menyebutkan  bahwa ini merupakan hasil kebijakan pemerintah untuk mempertahankan  harga jual energi di domestik melalui kenaikan subsidi listrik dan  energi BBM dan LPG yang dilaksanakan oleh Anggaran Pendapatan dan  Belanja Negara (APBN).
&quot;Dengan langkah tersebut, dibandingkan dengan peers atau  negara-negara yang sekelompok atau selevel Indonesia seperti Thailand,  yang telah mengalami inflasi 7,7%, India 7%, dan Filipina di 6,1%, maka  inflasi Indonesia yang 4,94% yoy masih relatif moderat,&quot; pungkas Sri.</content:encoded></item></channel></rss>
